AFU.id

Indeks Berita

Agrosilvopastura di Kukar, Jalan Tengah antara Ekonomi Warga dan Kelestarian Hutan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong penerapan agrosilvopastura di Kabupaten Kutai Kartanegara atau Kukar sebagai jalan tengah antara peningkatan ekonomi warga dan pelestarian hutan. Agrosilvopastura merupakan sistem pengelolaan lahan yang menggabungkan pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam satu kawasan. Melalui pola ini, masyarakat dapat menanam komoditas pangan dan memelihara ternak, tetapi tetap menjaga tegakan pohon dan fungsi ekologis hutan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehut

Agrosilvopastura di Kukar, Jalan Tengah antara Ekonomi Warga dan Kelestarian Hutan

Tak Mau Bergantung pada Beras, Jayawijaya Ajak Warga Kembali Tanam Pangan Lokal

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendorong masyarakat di 328 kampung kembali menanam pangan lokal. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar wilayah. Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, mengatakan wilayah Jayawijaya memiliki lahan yang luas dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menanam komoditas pangan lokal, seperti betatas, singkong, dan berbagai jenis umbi-umbian. “Pangan lokal seperti

Tak Mau Bergantung pada Beras, Jayawijaya Ajak Warga Kembali Tanam Pangan Lokal

Api Mengganas di Lahan Gambut Sumatra Selatan dalam Dua Hari, Enam Hektare Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, terus meluas hingga mencapai sekitar enam hektare. Puluhan personel gabungan bersama satu unit helikopter water bombing dikerahkan untuk mencegah api menjalar lebih luas. Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Kamis (2/7/2026) melalui patroli udara. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan yang terdiri atas 11 personel Manggala Agni Daops Sumate

Api Mengganas di Lahan Gambut Sumatra Selatan dalam Dua Hari, Enam Hektare Terbakar

Tanah Pesisir Subang Turun hingga 2,8 Cm Setahun, Lima Kecamatan Terancam Rob

Tanah di kawasan pesisir utara Kabupaten Subang dilaporkan turun hingga 2,8 sentimeter per tahun. Kondisi itu membuat lima kecamatan di Pantura Subang menghadapi risiko banjir rob yang kian besar apabila penurunan tanah terus berlangsung. Kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kabupaten Subang mencatat laju penurunan tanah di wilayah pesisir berada pada kisaran 1,2 hingga 2,8 sentimeter per tahun. Wilayah yang menjadi fokus kajian meliputi Kecamatan Legonkulon, Pamanuk

Tanah Pesisir Subang Turun hingga 2,8 Cm Setahun, Lima Kecamatan Terancam Rob

Warga Curigai TPA Jatiwaringin Dibakar, Asap Sudah Muncul Dua Hari Sebelumnya

Warga di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mencurigai adanya kejanggalan sebelum kebakaran besar melanda area tumpukan sampah tersebut. Mereka mengaku sudah melihat kepulan asap dari area TPA dua hari sebelum api membesar dan meluas. Seorang warga bernama Rachim mengatakan asap terlihat sejak Minggu (28/6/2026) pagi di bagian utara TPA Jatiwaringin, atau sisi kiri kantor Unit Pelaksana Teknis jika dilihat dari arah pintu masuk. “Minggu pagi

Warga Curigai TPA Jatiwaringin Dibakar, Asap Sudah Muncul Dua Hari Sebelumnya

Demo Mahasiswa Hari Ini Digelar di Monas dan DPR, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif

Dua aksi mahasiswa dijadwalkan berlangsung di kawasan Monas dan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (3/7/2026). Warga yang melintas di sekitar Gambir dan Senayan diminta menyiapkan jalur alternatif karena kepolisian akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Aksi pertama akan digelar Forum Mahasiswa Universitas Pamulang atau UNPAM bersama sejumlah elemen di kawasan Monas, Gambir. Polisi menyebut kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB. Aksi lainnya direncanakan berlangsung d

Demo Mahasiswa Hari Ini Digelar di Monas dan DPR, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif

Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Paksa 64 Warga Mengungsi

Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka akibat kepulan asap pekat yang terus meluas. Hingga Kamis (2/7/2026) malam, sebanyak 64 warga dari 33 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi ke hunian sementara, sementara proses pemadaman masih berlangsung dari darat maupun udara. Api yang mulai membakar timbunan sampah sejak Selasa itu belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pemerintah Kabupaten Tangerang t

Api Belum Padam, Kebakaran TPA Jatiwaringin Paksa 64 Warga Mengungsi

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Status Tanggap Darurat hingga 14 Juli

Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, hingga 14 Juli 2026. Status itu ditetapkan setelah api yang membakar timbunan sampah sejak Selasa belum sepenuhnya padam dan memaksa sedikitnya 50 warga mengungsi. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026. Masa tanggap darurat berlaku sejak Rabu hingga Selasa, untuk mempercepat pemadaman, perlindungan warga terdamp

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Status Tanggap Darurat hingga 14 Juli

Petugas Kebersihan Temukan Mortir di Taman Mini Indonesia Indah

Sebuah benda yang diduga mortir ditemukan di kawasan Anjungan Sumatra Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (2/7/2026). Temuan tersebut membuat polisi mensterilkan lokasi sebelum Tim Gegana Polda Metro Jaya mengevakuasi benda itu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan benda tersebut pertama kali ditemukan petugas kebersihan Anjungan Sumatra Barat, Satria Ade Putra, sekitar pukul 11.05 WIB saat membe

Petugas Kebersihan Temukan Mortir di Taman Mini Indonesia Indah

Setelah Viral di Medsos, Pemprov DKI Bersihkan 54 Ton Sampah di Cakung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membersihkan sekitar 54 ton tumpukan sampah di kawasan Cakung setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan dilaporkan warga. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui perintah pembersihan diberikan setelah menerima keluhan terkait tumpukan sampah itu. “Kebetulan tumpukan ini di sosmed begitu ramai dan kemarin ketika saya mendapatkan laporan dari masyarakat saya langsung memerintahkan untuk dibersihkan. Alhamdulillah kemarin sudah dibersih

Setelah Viral di Medsos, Pemprov DKI Bersihkan 54 Ton Sampah di Cakung