AFU.id

Indeks Berita

Puluhan Warga Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Filipina, Jalan dan Jembatan Rusak Parah

Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Filipina, menewaskan sedikitnya 23 orang dan memaksa ribuan warga mengungsi. Bencana ini dipicu hujan lebat akibat monsun barat daya yang semakin intensif, ditambah dampak siklon tropis Luis dan Maymay. Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC), dalam laporan terbarunya pada Senin, mencatat banjir dan tanah longsor yang meluas telah melanda beberapa wilayah. Wilayah yang dilanda banjir dan longsor cukup kua

Puluhan Warga Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Filipina, Jalan dan Jembatan Rusak Parah

Iran Tegaskan Jeda Damai 60 Hari Tak Relevan, AS Dituding Berkhianat

Iran menegaskan batas waktu 60 hari dalam kesepahaman dengan Amerika Serikat mengenai pembicaraan nuklir dan pencabutan sanksi kini tidak lagi relevan. Teheran menyebut Amerika Serikat telah melakukan pelanggaran secara terang-terangan terhadap kesepahaman yang disepakati pada 17 Juni lalu untuk meraih perdamaian. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan kesepahaman tersebut sebenarnya tidak menetapkan batas waktu 60 hari sebagai tenggat mutlak bagi Iran untuk mencapai

Iran Tegaskan Jeda Damai 60 Hari Tak Relevan, AS Dituding Berkhianat

Untuk Pertama Kali, Myanmar Akui Status 309 Ribu Pengungsi Rohingya

Pemerintah Myanmar untuk pertama kalinya mengakui hampir 309 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Negara Bagian Rakhine. Pengakuan ini turut disertai kesediaan pemerintah Myanmar untuk mengizinkan mereka kembali begitu kondisi keamanan di wilayah yang dilanda konflik tersebut membaik. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Myanmar menyatakan sebanyak 308.975 pengungsi telah melalui proses verifikasi sebagai mantan penduduk Rakhine. Langkah pengakuan ini menandai perkembangan si

Untuk Pertama Kali, Myanmar Akui Status 309 Ribu Pengungsi Rohingya

Itamar Ben-Gvir Minta 30-40 Orang di Gaza Dibunuh Tiap Malam

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pembunuhan terhadap 30 hingga 40 orang di Gaza setiap malam. Pernyataan tersebut disampaikan saat Ben-Gvir mengkritik penurunan intensitas serangan militer Israel di Jalur Gaza. Ben-Gvir menyampaikan seruan itu saat berbicara dengan mantan sandera Gaza, Rom Braslavski, dalam sebuah podcast pada Minggu (16/8/2026). Dalam wawancara tersebut, ia menyatakan perlunya pembunuhan terarah di Gaza. "Saya pikir pembunuhan terarah harus dilakukan

Itamar Ben-Gvir Minta 30-40 Orang di Gaza Dibunuh Tiap Malam

Lima Juta Warga Terdampak Bencana Siklon Tropis di Filipina

Badan Pertahanan Sipil (OCD) Filipina mengkonfirmasi sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat fenomena siklon tropis Luis dan Maymay serta angin monsun barat daya atau habagat di Filipina, sedangkan yang terdampak telah meningkat menjadi sekitar 5,08 juta orang yang berada di 10 daerah, Senin, 17 Agustus 2026. Juru Bicara OCD Diego Mariano mengatakan warga yang terdampak setara dengan 1,45 juta keluarga di sejumlah daerah. Mereka tersebar di Ilocos, Cagayan Valley, Central Luzon, Bicol, Western

Tanker Rusia Diduga Jadi Penyebab Tumpahan Minyak Sepanjang 12 Km di Pantai Oman

Tumpahan minyak dari kapal tanker Caroline Bezengi yang kandas di perairan Oman telah mencemari sekitar 12 kilometer garis pantai di kawasan Ras Madrakah, Oman tengah. Otoritas Lingkungan Hidup Oman menyatakan lapisan minyak masih bergerak ke arah tenggara menuju laut lepas dan berpotensi mencapai wilayah lain, termasuk Pulau Masirah. Pemerintah Oman kini melakukan pemantauan dan operasi penanganan untuk membatasi dampak pencemaran. Sementara itu, organisasi lingkungan Greenpeace memperkirakan s

Tanker Rusia Diduga Jadi Penyebab Tumpahan Minyak Sepanjang 12 Km di Pantai Oman

Perang Iran Tekan Armada AS, USS George Washington Ditarik dari Pasifik Gantikan Abraham Lincoln

Amerika Serikat mengalihkan kapal induk USS George Washington dari kawasan Pasifik menuju Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah menjalani penugasan panjang dalam perang melawan Iran. Pergeseran itu terjadi di tengah laporan masalah pasokan, kondisi awak, serta tekanan logistik yang dihadapi Abraham Lincoln setelah lebih dari 260 hari menjalani penugasan. Langkah tersebut berpotensi membuat kawasan Pasifik barat untuk sementara tidak memiliki kapal induk AS yang ditempatk

Perang Iran Tekan Armada AS, USS George Washington Ditarik dari Pasifik Gantikan Abraham Lincoln

Kolombia Minta AS Tangguhkan Pengenaan Tarif Tinggi atas Produk Ekspor Kolombia Demi Pulihkan Ekonomi Pasca-Gempa

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk sementara waktu menangguhkan penerapan tarif tinggi terhadap produk-produk ekspor asal Kolombia. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi penopang utama bagi para pelaku usaha domestik yang tengah terpuruk akibat dampak gempa bumi dahsyat di negara tersebut. Keinginan tersebut disampaikan langsung oleh de la Espriella melalui komunikasi via telepon dengan Presiden Trump. Pemerintah Kolombia menilai bahwa

Kolombia Minta AS Tangguhkan Pengenaan Tarif Tinggi atas Produk Ekspor Kolombia Demi Pulihkan Ekonomi Pasca-Gempa

AS Intensifkan Pembatasan Imigrasi, Bongkar Jaringan Birth Tourism, Warga Asing Datang Hanya untuk Melahirkan dan Dapat Kewarganegaraan

Pemerintah Amerika Serikat memperketat pengawasan imigrasi. Langkah tegas ini berfokus pada pembongkaran jaringan birth tourism atau wisata melahirkan, sekaligus memicu sorotan tajam terkait penumpukan jutaan permohonan imigrasi yang tertahan di lembaga pemerintah. Hingga pertengahan Agustus, pihak berwenang AS terus menggiatkan pencabutan izin masuk bagi warga negara asing yang menyalahgunakan visa turis demi mendapatkan kewarganegaraan AS bagi anak mereka. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS

AS Intensifkan Pembatasan Imigrasi, Bongkar Jaringan Birth Tourism, Warga Asing Datang Hanya untuk Melahirkan dan Dapat Kewarganegaraan

Pemilu Palestina Segera Digelar Setelah 20 Tahun Absen, Hamas Buka Ruang Koalisi Seluas Mungkin

Kelompok Hamas menyatakan akan ikut serta dalam pemilihan umum Palestina yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026. Hamas menegaskan partisipasinya dalam pemilu kali ini akan berkoalisi dengan berbagai faksi nasiolal untuk menjaring suara sebanyak mungkin. Termasuk bersama faksi yang ada dalam blok politik Palestina. Anggota biro politik Hamas, Hussam Badran, mengatakan Hamas dan sebagian besar faksi serta blok pemilu Palestina menolak adanya persyaratan politik yang membatasi peserta pemilu.

Pemilu Palestina Segera Digelar Setelah 20 Tahun Absen, Hamas Buka Ruang Koalisi Seluas Mungkin