AFU.id

Indeks Berita

Perang Opini Tidak Boleh Menggantikan Due Process of Law

Oleh: Teguh Triesna Dewa (Advokat - Direktur Program dan Riset Nagara Institute) JAKARTA, AFU.ID — Kasus yang menyeret nama Nadiem Makarim kembali menunjukkan bahwa penegakan hukum pada era digital tidak lagi berlangsung semata-mata di ruang penyidikan maupun ruang sidang. Bersamaan dengan proses hukum yang berjalan, lahir pula proses lain yang sama masifnya, yaitu persidangan di ruang publik ( trial by public opinion ). Media sosial, portal berita, kanal YouTube, hingga berbagai platform digita

Perang Opini Tidak Boleh Menggantikan Due Process of Law

Gugatan BEM IPB dan Keyakinan Nagara Institute, sebuah Relasi Intelektual

Nagara Institute menerbitkan buku berjudul “Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma dan Gen Z” yang ditulis oleh sahabat masa kecil saya di Keera, Wajo, Andi Ilham Paulangi, alumni Unhas. Bekerjasama dgn Komdigi, kami launching bukunya sekaligus membedahnya di IPB Bogor, Dramaga, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini kami rancang sebulan sebelumnya, bersama BEM IPB. Pembicara, rencananya, salah satunya Meutya Viada Hafid, Menkomdigi, sesuai persetujuan Bu Menteri sendiri. Saya datang tepat sebelum acar

Gugatan BEM IPB dan Keyakinan Nagara Institute, sebuah Relasi Intelektual

Kabinet Gemuk, Korupsi, dan Presiden yang Semakin Jauh dari Pemerintahannya

Belum genap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan, publik telah disuguhi rentetan kasus dugaan korupsi yang menyentuh lingkar kekuasaan. Dalam waktu yang relatif singkat, sejumlah pejabat negara harus berhadapan dengan proses hukum. Nama-nama seperti Immanuel Ebenezer Gerungan, Silmy Karim, Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, Sony Sonjaya, hingga Hery Susanto menjadi sorotan publik karena terseret dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. Tentu, setiap orang be

Kabinet Gemuk, Korupsi, dan Presiden yang Semakin Jauh dari Pemerintahannya

10 Poin Krusial Penerapan Kebijakan Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam Strategis

Oleh: Andi Rahmat (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertahanan - Anggota DPR RI 2004-2009 dan 2009-2014) JAKARTA, AFU.ID — Sebelum membahas lebih jauh tema tulisan ini, perlu dipahami dulu sejumlah hal yang melatar belakangi lahirnya beleid ini. Jelas bahwa yang dikehendaki oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan beleid terbarunya ini adalah keinginan pemerintah untuk melaksanakan amanat Pasal 33 UUD NKRI 1945. Itu yang kita ketahui dari Pidato Presiden Prabowo tanggal 20 Mei 2

10 Poin Krusial Penerapan Kebijakan Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam Strategis

Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power

Oleh: Muhammad Syarkawi Rauf Dosen FEB Unhas/ Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia (KPPU RI) Periode 2015 - 2018 PRESIDEN Prabowo baru saja menyampaikan pidato tentang pokok kebijakan fiskal serta postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027 pada Rabu, 20 Mei 2026 di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Pada momen tersebut, presiden Prabowo menyampaikan keresahan mengenai posisi Indonesia sebagai produsen terbesar beberapa komoditas

Prabowonomics Mengubah Market Share Menjadi Market Power

Defisit Wajah-Wajah Merdeka

Oleh: Sansulung Darsum (Pengulas Democracy, Religion, Society, Market/DRSM - Penganjur Disseminating Responsibility in Social Media) JAKARTA, AFU.ID — Persoalan terbesar bangsa kita hari ini itu sebenarnya bukan krisis ekonomi atau krisis politik. Kalau cuma soal ekonomi, kita sudah berkali-kali jatuh bangun. Kalau soal politik, kita ini gudangnya ahli siasat. Masalah terbesar kita saat ini adalah krisis kepercayaan yang disertai ketiadaan figur seperti Gus Dur, Yap Thiam Hien, atau Suster Brigi

Defisit Wajah-Wajah Merdeka

Pidato Seorang Kesatria yang Tak Berdaya

Pidato Presiden Prabowo Subianto di hadapan Rapat Paripurna DPR RI kemarin terasa berbeda. Bukan karena angka-angka fiskal yang disampaikan, bukan pula karena target pertumbuhan ekonomi yang diumumkan. Yang terasa justru nada getir seorang pemimpin yang seperti sedang berbicara di tengah medan perang yang tidak sepenuhnya ia kuasai. Ia berbicara keras tentang efisiensi, tentang penghematan, tentang ancaman ekonomi global, tentang kebocoran negara, bahkan tentang perlunya keberanian melawan mafia

Pidato Seorang Kesatria yang Tak Berdaya

Dari Cerdas Cermat, Kita Belajar tentang Feodalisme

Viralnya polemik dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu sesungguhnya bukan sekadar persoalan teknis tentang benar atau salahnya jawaban peserta. Peristiwa itu justru membuka percakapan yang jauh lebih besar mengenai wajah budaya sosial dan pendidikan di Indonesia hari ini. Di tengah perhatian publik terhadap seorang peserta yang tetap tenang mempertahankan jawabannya meskipun dibantah juri dan dipotong pembawa acara, masyarakat sebenarnya sedang meny

Dari Cerdas Cermat, Kita Belajar tentang Feodalisme

APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi

Oleh: Andi Rahmat (Wakil Ketua Umum Bidang Pertahanan Kadin Indonesia/Pendiri AR Strategic Research and Advisory) AFU.ID , JAKARTA - Kalau kita mengikuti secara seksama berbagai diskusi, opini dan laporan-laporan perkembangan Perang Amerika Serikat-Israel versus Iran, hal umum yang mungkin jadi kesimpulan kita adalah ketidakpastian ( uncertainty ). Lebih spesifik lagi, ketidakpastian ekonomi dunia dan juga domestik yang kian hari kian meningkat seiring dengan peningkatan eskalasi perang di Timur

APBN untuk Situasi Terburuk yang Mungkin Dihadapi