AFU.id

Indeks Berita

Laut Pangandaran Tercemar Batu Bara: Baby Lobster Mati Massal, Nelayan Minta Ganti Rugi

Dampak tumpahan batu bara dari tongkang Nautica 22 di perairan Pangandaran mulai dirasakan nelayan. Sejumlah biota laut, termasuk benur atau baby lobster, dilaporkan mati di kawasan terdampak. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan kematian biota laut menjadi bukti bahwa tumpahan batu bara telah berdampak terhadap ekosistem pesisir. Menurutnya, peringatan yang selama ini disampaikan HNSI sempat dipertanyakan sejumlah pihak, termasuk men

Laut Pangandaran Tercemar Batu Bara: Baby Lobster Mati Massal, Nelayan Minta Ganti Rugi

Polemik Guru Belum Selesai: Data Kebutuhan Belum Final, PPPK Paruh Waktu Dikejar September

Polemik guru belum selesai pada urusan gaji dan tunjangan. Pemerintah kini diminta segera menyinkronkan data kebutuhan guru untuk penyusunan APBN 2027, sementara nasib guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK paruh waktu masih dikejar tenggat kontrak pada September 2026. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan data kebutuhan guru harus menjadi dasar penyusunan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM-PPKF untuk APBN 2027. Menurut dia, pemer

Polemik Guru Belum Selesai: Data Kebutuhan Belum Final, PPPK Paruh Waktu Dikejar September

Khitan Berujung Cedera Serius, Bocah Tasikmalaya Dirujuk ke RSHS Bandung

Anak berinisial DS, korban dugaan malapraktik khitan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Rujukan ini dilakukan guna memastikan kondisi organ vital korban setelah mengalami cedera serius. Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan korban dibawa ke RSHS Bandung pada Selasa (7/7/2026). DS didampingi oleh KPAID, Dinas Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta perwakilan klinik. “Ko

Khitan Berujung Cedera Serius, Bocah Tasikmalaya Dirujuk ke RSHS Bandung

Terkendala Biaya Pengobatan, Santri Korban Pembakaran di Lombok Masih Butuh Perawatan

Dua santri korban pembakaran di lingkungan pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, masih membutuhkan perawatan medis. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyebut keluarga korban masih terkendala biaya pengobatan, termasuk adanya hambatan dalam penggunaan BPJS. Anggota KPAI Diyah Puspitarini mengatakan keluarga korban saat ini masih berfokus pada pemulihan fisik anak-anak tersebut. Namun, proses pemulihan belum berjalan mudah karena luka bakar yang diderita korban membutuhkan pera

Terkendala Biaya Pengobatan, Santri Korban Pembakaran di Lombok Masih Butuh Perawatan

13 Ribu Anak Sumenep Disebut Tak Sekolah, Antara Putus Sekolah dan Data Berantakan

Pemerintah pusat mencatat sekitar 13.000 anak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori anak tidak sekolah. Namun, pemerintah daerah belum memastikan apakah seluruhnya benar-benar putus sekolah. Sebagian nama masih harus diperiksa karena diduga sudah pindah, mengikuti pendidikan kesetaraan, atau belum sinkron dengan data sekolah dan kependudukan. Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Moh. Iksan mengatakan data itu berasal dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah t

13 Ribu Anak Sumenep Disebut Tak Sekolah, Antara Putus Sekolah dan Data Berantakan

Penelitian IDAI: 13,3 Persen Anak Alami Penurunan Fungsi Paru Akibat Polusi

Penelitian yang dipaparkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan 13,3 persen anak sekolah di Jakarta mengalami penurunan fungsi paru-paru setelah terpapar polusi udara selama enam bulan. Temuan itu menunjukkan dampak polusi dapat terjadi meski anak tidak mengalami keluhan pernapasan. Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Cynthia Centauri, mengatakan penelitian tersebut dilakukan pada 2024 terhadap anak-anak sekolah yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi

Penelitian IDAI: 13,3 Persen Anak Alami Penurunan Fungsi Paru Akibat Polusi

Aksi Yakuza Maneges Atasi Darurat Kekerasan di Pesantren, Cucu Gus Miek Ingin Luruskan Kiai Bengkok

Pesantren saat ini tengah mengalami krisis kasus kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Sepanjang tahun 2026 ini saja, dari catatan berita di berbagai media, setidaknya terjadi 12 kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap santri baik yang dilakukan pengasuh, pengajar, dan pendidik di pondok hingga yang dilakukan sesama santri. Terbaru, terungkap di Lombok dimana tiga santri di sebuah pondik pesantren mengalami kekerasan hingga merenggut nyawa. Peristiwanya sendiri sudah lama terjadi yaitu pada

Aksi Yakuza Maneges Atasi Darurat Kekerasan di Pesantren, Cucu Gus Miek Ingin Luruskan Kiai Bengkok

Rencana Tarif Baru Transjabodetabek, Kualitas Layanan Harus Ikut Naik

Rencana penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek mendapat perhatian DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak mengurangi anggaran pengembangan transportasi umum meski kenaikan tarif dinilai dapat menekan beban subsidi. Tambahan penerimaan dari penyesuaian tarif seharusnya menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas layanan, bukan alasan mengurangi investasi pada sektor transportasi publik. Menurutnya, pengembangan an

Rencana Tarif Baru Transjabodetabek, Kualitas Layanan Harus Ikut Naik

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Libur Nasional Belum Diputuskan

Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara terhadap penghayat kepercayaan di Indonesia. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerahkan keputusan tersebut dalam acara di Jakarta, Senin (6/7/26). Ia menyatakan hari peringatan ini dimaksudkan sebagai pengingat bahwa setiap warga negara berhak menjalankan keyakinan serta melestarikan tradisinya. Tanggal 13 Juli

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Libur Nasional Belum Diputuskan

Puncak Kemarau Terluas Belum Tiba, Karhutla Sudah Tembus 81 Ribu Hektare

Luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 81.077,05 hektare sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka itu dicatat ketika puncak musim kemarau dengan cakupan wilayah terbesar masih diperkirakan terjadi pada Agustus, mencakup 369 zona musim atau 48,84 persen daratan Indonesia. Data tersebut kembali dipaparkan Kementerian Kehutanan dalam evaluasi penanganan karhutla pada Jumat (3/7/26). Riau menjadi provinsi dengan luas karhutla tertinggi kedua secara nasional, yakni 15.318,03 hektare, de

Puncak Kemarau Terluas Belum Tiba, Karhutla Sudah Tembus 81 Ribu Hektare