AFU.id

Indeks Berita

Impor Energi dari Rusia Dikritisi, Ekonom Soroti Risiko Biaya dan Sanksi

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai langkah diplomasi Indonesia yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis, memiliki relevansi strategis menjaga ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik. Bhima dihubungi di Jakarta, Kamis menjelaskan kunjungan ke Rusia masih berada dalam kerangka diplomasi untuk mengamankan pasokan minyak, sementara pendekatan ke Prancis lebih diarahkan pada sektor pertahanan. "PLN dan Danantara dih

Impor Energi dari Rusia Dikritisi, Ekonom Soroti Risiko Biaya dan Sanksi

Bisnis Kosmetik Berpotensi Untung Besar, Industri Masih Butuh Penguatan Teknologi

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan melakukan riset strategis dalam rangka memacu dan meningkatkan kualitas industri riset kosmetik dalam negeri. "Industri kosmetik kita itu kan tumbuh 77 persen dari tahun 2020 hingga 2024-2025. Bayangkan 77 persen, ini menunjukkan bahwa market untuk industri ini sangat tinggi, dan market ini hanya bisa kita penuhi kalau kita punya inovasi-inovasi yang unggul, kita punya teknologi yang bagus, sehingga itu bisa diterapkan di industri, sehingga bis

Bisnis Kosmetik Berpotensi Untung Besar, Industri Masih Butuh Penguatan Teknologi

Produksi Migas Masih Bergantung Impor, BRIN Bicara Xanthan Gum

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan bahan aditif industri bernama xanthan gum untuk meningkatkan efisiensi proses produksi minyak dan gas di Indonesia. Kepala BRIN, Arif Satria dalam kegiatan BRIN Goes To Industry III di Jakarta, Kamis, menekankan pemanfaatan xanthan gum diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi nasional. "Kita ingin mencoba menggantikan produk impor yang saat ini kita gunakan," katanya. Arif menyoroti bahwa konsumsi minyak nasional yang jumlahnya mencap

Produksi Migas Masih Bergantung Impor, BRIN Bicara Xanthan Gum

Seberapa Realistis Target 5,5 Persen Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Krisis Global?

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen di kuartal I 2026, masih berada dalam rentang realistis. Kamis, (16/4/2026). Menurut dia, target yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada investor global tersebut didukung sejumlah faktor fundamental. “Pertama, kita berbicara tentang low base effect dari periode sebelumnya yang relatif melambat,” ujar Fakhrul kepada ANTARA di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan, aksel

Seberapa Realistis Target 5,5 Persen Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Krisis Global?

Harga Kedelai Meroket Liar, Importir Diminta Patuhi Harga Acuan. Sanksi Cabut Izin Menanti

Produsen tahu tempe di Cengkareng, Jakarta Barat, Yudi (35) mengeluhkan kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini. Harga kedelai di pasar tradisional area Jakarta tembus hingga Rp20.000 per kilogram. Akibat kenaikan harga itu, Yudi harus mengorek lebih dalam dompetnya agar aktivitas produksinya tidak berhenti. Meski dirinya mendapat harga berbeda dari kebanyakan pembeli di pasar, dirinya tetap harus nombok Rp1 juta rupiah per pembelian 1 ton kedelai. "Karena kita kan belinya per ton, ya. Jadi kalau

Harga Kedelai Meroket Liar, Importir Diminta Patuhi Harga Acuan. Sanksi Cabut Izin Menanti

Danantara: Antara Harapan Pertumbuhan Ekonomi dan Risiko Tata Kelola

Pembentukan Danantara sebagai superholding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memantik perdebatan sengit. Di satu sisi digadang sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional, namun di sisi lain dinilai menyimpan potensi risiko besar jika tidak dikelola secara transparan dan akuntabel. Isu ini menjadi sorotan dalam debat publik bertajuk “Pro Kontra Model Pengelolaan BUMN pada Era Ekonomi Baru” yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal dari roadshow

Danantara: Antara Harapan Pertumbuhan Ekonomi dan Risiko Tata Kelola

Sepi Investasi, Indonesia Perlu Pertemuan Langsung dengan Investor Global

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pendekatan proaktif melalui pertemuan langsung ( direct engagement ) dengan investor global menjadi langkah strategis untuk memperbaiki persepsi pasar terhadap ekonomi Indonesia. Pertemuan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dengan institusi besar seperti BlackRock di New York, AS, dinilai kian relevan di tengah dinamika pasar global yang kompleks dan penuh ketidakpastian. "P

Sepi Investasi, Indonesia Perlu Pertemuan Langsung dengan Investor Global

BPK Ungkap Tujuh Temuan dalam Pemeriksaan Kinerja Ditjen Pajak

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengatakan pemeriksaan kinerja Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menitikberatkan tiga aspek utama. “Pemeriksaan kinerja tersebut merupakan kelanjutan dari fokus pemeriksaan pada tahun-tahun sebelumnya yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan keandalan sistem informasi perpajakan, perumusan dan harmonisasi regulasi, serta peningkatan kualitas administrasi perpajakan,” kata Anggota II BPK Daniel Lumban Tobing saat

BPK Ungkap Tujuh Temuan dalam Pemeriksaan Kinerja Ditjen Pajak

Program 3 Juta Rumah, Industri Turunan dan Penyerapan Tenaga Kerja

Pemerintah memproyeksikan Program 3 Juta Rumah mampu menghidupkan ekosistem ekonomi nasional melalui keterlibatan 185 industri turunan dan menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar untuk memberikan efek ganda dan penyerapan tenaga kerja secara masif. “Eksekusi Program 3 Juta Rumah memicu reaksi berantai dan multiplier effect yang menggerakkan roda ekonomi dari skala usaha mikro hingga korporasi besar,” kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari di Jakarta,

Program 3 Juta Rumah, Industri Turunan dan Penyerapan Tenaga Kerja

Talenta Digital Diperkuat, Kesenjangan Keterampilan SDM Masih Ada

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas talenta digital Indonesia yang dinilai masih ada kesenjangan ( gap ). “Kita ingin mengisi gap terkait dengan (sektor) digital, talenta digital atau digital talent di Indonesia yang saat ini kita masih ada shortage , masih ada gap dibandingkan dengan negara-negara lain,” kata Yassierli di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan ekonomi digital merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan

Talenta Digital Diperkuat, Kesenjangan Keterampilan SDM Masih Ada