AFU.id

Indeks Berita

DSI Resmi Jadi BUMN, Eksportir Tunggu Aturan Main yang Jelas

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sudah resmi menjadi BUMN. “Hari ini sudah menjadi BUMN, karena kan prosesnya harus ada 1 persen saham milik negara dengan kuasa khusus. Hari ini sudah menjadi BUMN,” ujar Dony ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin, (25/5/2026). Dony menyampaikan sudah menandatangani DSI menjadi BUMN pada Senin (25/5) pagi. Meskipun

DSI Resmi Jadi BUMN, Eksportir Tunggu Aturan Main yang Jelas

Harga Sawit Petani Anjlok, Kelompok Petani Tolak Ekspor Satu Pintu

Ketua Umum Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) Mansuetus Darto menilai peran Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebaiknya difokuskan pada pencatatan, dokumentasi, monitoring , transparansi data ekspor, hingga pengawasan administratif. “Alternatif lainnya, dia mengusulkan agar rencana sentralisasi ekspor sawit dibatalkan demi menyelamatkan jutaan petani sawit di daerah,” kata Mansuetus dalam keterangannya di Jakarta, Senin, (25/5/2026). Hal ini menyusul adanya penurunan harga

Harga Sawit Petani Anjlok, Kelompok Petani Tolak Ekspor Satu Pintu

Pembangunan Daerah Terhambat karena Masih Bergantung pada Dana Pusat

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkap terdapat tiga tantangan utama yang saat ini dihadapi Indonesia dalam mendorong revolusi ekonomi daerah, antara lain diversifikasi ekonomi daerah, kualitas belanja daerah, dan kapasitas fiskal yang terbatas. Juda, dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin, (25/5/2026) mengatakan diversifikasi dan inovasi ekonomi daerah menjadi kunci yang pertama. Ia mengatakan bahwa secara spasial, seluruh wilayah

Pembangunan Daerah Terhambat karena Masih Bergantung pada Dana Pusat

Ekonomi Indonesia Disebut Jauh dari Krisis 1998, Benarkah Defisit APBN Masih Terkendali?

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyebut ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang jauh dari situasi krisis seperti yang terjadi pada 1997 dan 1998, mengingat indikator fiskal, neraca pembayaran, dan sistem keuangan tetap terjaga. Juda, dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, Senin, (25/5/2025) menjelaskan bahwa secara historis krisis ekonomi umumnya muncul dari tiga sumber utama, namun tanda-tandanya hingga saat ini belum terlihat

Ekonomi Indonesia Disebut Jauh dari Krisis 1998, Benarkah Defisit APBN Masih Terkendali?

Potensi Ekspor Daerah Belum Tergarap Maksimal, Ekspor Perlu Dibuka ke Pasar Global

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyatakan Indonesia memiliki kekayaan potensi ekspor yang sangat besar. “Indonesia memiliki kekayaan potensi ekspor daerah yang sangat-sangat besar dan dari situlah kita melihat kehadiran dashboard (Dashboard Potensi Ekspor Indonesia) ini sebagai sebuah jawaban, sehingga potensi-potensi tersebut bisa direalisasikan dengan baik,” ujarnya dalam agenda Peluncuran Dashboard Potensi Ekspor Indonesia di Jakarta, Senin, (25/5/2026). Sepanjang tahun 2

Potensi Ekspor Daerah Belum Tergarap Maksimal, Ekspor Perlu Dibuka ke Pasar Global

DSI Harus Transparan, Ekonom Ingatkan Risiko ke Rupiah dan Kepercayaan Investor

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, komunikasi kebijakan badan ekspor yang tidak dilakukan secara tergesa-gesa atau dianggap terlalu intervensionis oleh pelaku pasar menjadi kunci keberhasilan kebijakan tersebut. Secara konsep, pemerintah memang sedang mencoba membangun arsitektur baru pengelolaan devisa ekspor Indonesia agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan pembiayaan domestik, stabilitas rupiah, serta agenda hilirisasi nasional, kata Fakhrul di Jakarta, Senin

DSI Harus Transparan, Ekonom Ingatkan Risiko ke Rupiah dan Kepercayaan Investor

Kebijakan Ekspor Komoditas Strategis Satu Pintu Via DSI, Sawit Jadi yang Pertama Terpukul, Komoditas Lain Berpotensi Menyusul

Kebijakan ekspor komoditas strategis satu pintu lewat Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), mulai berdampak pada beberapa komoditas strategis. Sawit menjadi yang paling pertama terpukul dengan kebijakan ini. Harga tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan signifikan di sentra-sentra produksi sawit di Sumater dan Kalimantan. Di Kalimantan Timur, harga TBS sawit yang sebelumnya mencapai Rp3400 sampai Rp3500 per kilogram sebelum pengumuman pembentukan DSI, mendadak turun pasca pengumuman i

4 media, Cenderung kanan
Kebijakan Ekspor Komoditas Strategis Satu Pintu Via DSI, Sawit Jadi yang Pertama Terpukul, Komoditas Lain Berpotensi Menyusul

Ekspor Rajungan Indonesia ke AS Tembus Rp5,6 Triliun dalam 3 Tahun Terakhir

Kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk urusan ekspor. Salah satunya adalah komoditas rajungan nilai ekspornya ke Amerika Serikat (AS) sebagai pasar utama, menembus USD321 juta atau setara dengan Rp5,6 triliun (kurs Rp17.700 per USD). Data Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) menunjukkan, nilai tersebut mencakup sekitar 16,6% dari total ekspor produk perikanan Indonesia ke AS. Selain itu, k

Ekspor Rajungan Indonesia ke AS Tembus Rp5,6 Triliun dalam 3 Tahun Terakhir

Jagoan Baru Ekspor Nasional, Produk Tilapia Rambah Pasar AS-Eropa

Produk ikan nila atau tilapia menjadi jagoan baru ekspor Indonesia usai berhasil merambah pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengakselerasi produksi ikan nila atau tilapia guna memenuhi kebutuhan pasar internasional. Oleh karenanya, Sakti Wahyu Trenggono menyebut kementeriannya akan memaksimalkan kawasan budi daya ikan nila salin (BINS) di Karawang dan merevitalisasi tambak Pan

Jagoan Baru Ekspor Nasional, Produk Tilapia Rambah Pasar AS-Eropa

Blackout Sumatera Berakhir, PLN Sebut Pasokan Listrik Berangsur Normal

PT PLN (Persero) menyampaikan sistem kelistrikan di Sumatera yang sempat mengalami "blackout" atau pemadaman total pada Jumat (22/5), kini telah kembali normal. “Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di Daerah, sistem kelistrikan Sumatera kini telah kembali normal,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Minggu. PLN menyelesaikan pemulih

Blackout Sumatera Berakhir, PLN Sebut Pasokan Listrik Berangsur Normal