AFU.id

Indeks Berita

Gagal Antisipasi Ancaman Penembakan, FBI Rombak Pengamanan Jamuan Pers di Gedung Putih

Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat, Kash Patel, akan sepenuhnya merombak pengaturan pengamanan Presiden Donald Trump dalam jamuan berikutnya bersama wartawan Gedung Putih. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi keamanan setelah insiden penembakan di tengah jamuan makan malam wartawan Gedung Putih bersama pejabat pemerintahan Amerika, Sabtu, (25/4/2026). "Postur keamanannya, saya pikir, akan jadi benar-benar berbeda," kata Patel kepada Fox News, Senin. FBI akan menerapkan

Gagal Antisipasi Ancaman Penembakan, FBI Rombak Pengamanan Jamuan Pers di Gedung Putih

Proposal Damai AS-Iran, Menlu AS: Pokok Perjanjian Ini Berisi Teheran Tanpa Senjata Nuklir

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada Senin untuk membahas proposal terbaru Iran, kata Gedung Putih. “Saya akan mengkonfirmasi bahwa presiden telah bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pagi ini… proposal tersebut sedang dibahas,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan selama konferensi pers. “Saya tidak ingin mendahului presiden atau tim keamanan nasionalnya. Yang akan saya ulangi adalah bahwa garis merah presiden sehubungan dengan I

Proposal Damai AS-Iran, Menlu AS: Pokok Perjanjian Ini Berisi Teheran Tanpa Senjata Nuklir

PBB: Buka Hormuz Tanpa Pungutan, Tanpa Diskriminasi

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk segera membuka Selat Hormuz, kata juru bicaranya, Stephane Dujarric. Adapun seruan tersebut disampaikan Sekjen PBB dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim yang berlangsung juga pada Senin. "Sekjen Guterres mendesak semua pihak agar membuka Selat Hormuz, kemudian mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa pungutan dan tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan pulih d

PBB: Buka Hormuz Tanpa Pungutan, Tanpa Diskriminasi

Jamuan Tak Menyenangkan dari Aktivis Pro Ukraina untuk Donald Trump

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut penembakan yang terjadi pada jamuan makan malam untuk para wartawan di Gedung Putih, Sabtu, (25/4/2026), adalah “situasi yang tidak diharapkan”. "Itu adalah situasi yang tidak diharapkan di mana satu individu dapat mengganggu salah satu malam terbesar di Washington, terutama ketika presiden hadir," kata Rubio kepada Fox News, Senin. Rubio menjelaskan bahwa segera setelah penembakan, ia segera menuju Pusat Komando Gedung Putih untuk bergabung dengan Pre

Jamuan Tak Menyenangkan dari Aktivis Pro Ukraina untuk Donald Trump

Hizbullah Tolak Gencatan Senjata dan Negosiasi Lebanon-Israel, Presiden Lebanon: Apakah Gencatan Senjata Itu Memalukan?

Gencatan senjata adalah syarat utama bagi Lebanon untuk melanjutkan pembicaraan dengan Israel, kata Presiden Joseph Aoun pada Senin, (27/4/2026), serta menegaskan kembali bahwa Beirut tidak bernegosiasi dari posisi yang lemah. "Gencatan senjata adalah langkah pertama yang diperlukan untuk negosiasi selanjutnya. Inilah yang kami tegaskan kembali pada dua pertemuan duta besar pada 14 dan 23 April," kata Aoun seperti dikutip oleh kantornya selama pertemuan dengan delegasi dari distrik-distrik Leban

Hizbullah Tolak Gencatan Senjata dan Negosiasi Lebanon-Israel, Presiden Lebanon: Apakah Gencatan Senjata Itu Memalukan?

Tolak Pembatasan Energi, PM Jepang: Kegiatan Ekonomi Rakyat Tidak Boleh Dihentikan.

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menolak usulan parlemen untuk memberlakukan kebijakan pembatasan energi bagi masyarakat negara itu di tengah ketidakpastian pasokan akibat konflik di Timur Tengah. PM Takaichi menegaskan bahwa kegiatan perekonomian tidak boleh dihentikan. "Saya tidak yakin kegiatan ekonomi maupun sosial saat ini harus dihentikan," katanya menanggapi pertanyaan seorang anggota parlemen dari pihak oposisi terkait perlunya menerapkan langkah-langkah ekonomi darurat. Takaic

Tolak Pembatasan Energi, PM Jepang: Kegiatan Ekonomi Rakyat Tidak Boleh Dihentikan.

Iran Minta AS Penuhi Kompensasi Perang dan Komitmen Ketidakberulangan Agresi Militer

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, Minggu, (26/4/2026), menyatakan, kembalinya Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi ke Islamabad, Pakistan, bertujuan untuk menyampaikan syarat mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) kepada Pakistan selaku mediator. Menurut laporan Tasnim, kunjungan Araghchi ke Pakistan tidak berkaitan dengan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Araghchi, media tersebut melanjutkan, akan membahas hubungan bilateral dan isu-isu lain dengan Paki

Iran Minta AS Penuhi Kompensasi Perang dan Komitmen Ketidakberulangan Agresi  Militer

Selat Hormuz Terancam Ditutup, Inggris Siapkan Langkah Hadapi Lonjakan Harga Energi

Sekretaris Utama Perdana Menteri Inggris Darren Jones mengatakan pemerintah sedang meningkatkan strategi cadangan di tengah kekhawatiran penutupan Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia, akan mengganggu pasokan. Pemerintah Inggris sedang meningkatkan upaya untuk melindungi negaranya dari dampak ekonomi akibat perang Iran, tambah Jones, sementara sejumlah pejabat memperingatkan bahwa harga yang lebih tinggi dapat bertahan selama beberapa bulan, bahkan setelah konflik berakhir.

Selat Hormuz Terancam Ditutup, Inggris Siapkan Langkah Hadapi Lonjakan Harga Energi

Motif Cole Tomas Allen dalam Penembakan di Makan Malam Wartawan Gedung Putih

Makan malam Koresponden Gedung Putih atau White House Correspondents' Dinner 2026 digelar di hotel Washington Hilton, Washington, D.C., Sabtu malam (25/4/2026) menambah deretan panjang kasus penembakan di Amerika Serikat (AS). Pelakunya adalah Cole Tomas Allen (31) berasal dari Torrance, California—wilayah pinggiran di barat daya Los Angeles, AS. Sekitar 10 menit sebelum melancarkan aksinya, Allen sempat mengirim manifesto ke kerabatnya. Karena merasa khawatir dengan kondisi kejiwaan Allen, sura

2 media, Cenderung netral
Motif Cole Tomas Allen dalam Penembakan di Makan Malam Wartawan Gedung Putih

Serangan Bom Tewaskan 20 Orang, Pemerintah Kolombia Buru Kelompok Pemberontak FARC

Sebuah ledakan bom di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, menewaskan 20 orang, termasuk 15 wanita, dan melukai 36 lainnya, kata Gubernur Octavio Guzman pada Minggu. "Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir," kata Gubernur Cuzman melalui platform X. Ia menyebut korban tewas dalam tragedi tersebut terdiri dari 15 wanita dan 5 laki-laki. Di samping itu, 36 orang menderita luka-luka,

Serangan Bom Tewaskan 20 Orang, Pemerintah Kolombia Buru Kelompok Pemberontak FARC