AFU.id

Indeks Berita

Iran Tolak Keterlibatan AS di Hormuz, Tidak Ada yang Percaya Skenario dan Khayalan Trump

Anggota parlemen senior Iran, Senin dini hari memperingatkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat (AS) dalam pengelolaan pelayaran di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata, sekaligus menolak peran yang diusulkan Washington di jalur perairan tersebut. Ibrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, mengatakan bahwa “setiap campur tangan Amerika dalam rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata

Iran Tolak Keterlibatan AS di Hormuz, Tidak Ada yang Percaya Skenario dan Khayalan Trump

Trump Akui “Bertindak Seperti Perompak”, Iran: Pelanggaran Hukum Internasional

Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, pada Sabtu, (2/5/2026) mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut penyitaan kapal-kapal Iran oleh AS sebagai "perompakan". "Presiden AS secara terbuka menggambarkan penyitaan ilegal kapal-kapal Iran sebagai 'perompakan,' dengan berani membanggakan bahwa 'kami bertindak seperti perompak,'" kata Baghaei dalam sebuah unggahan di platform X. "Ini bukan sekadar salah ucap. Ini adalah pengakuan langsung dan me

Trump Akui “Bertindak Seperti Perompak”, Iran: Pelanggaran Hukum Internasional

Iran Kritik Standar Ganda Eropa, Tegaskan Nuklir Bukan untuk Agresi

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengkritik para pemimpin negara Eropa karena berulang kali menyampaikan klaim yang dinilainya keliru mengenai program nuklir Iran, seperti dilaporkan televisi Iran, Press TV, pada Minggu. Dalam percakapannya dengan Menlu Italia Antonio Tajani, Araghchi menyatakan kekecewaannya atas kebijakan negara-negara Eropa yang dinilai tidak konstruktif dan tidak bertanggung jawab dalam isu tersebut. Lebih lanjut, Araghchi menegaskan bahwa program nuklir Iran

Iran Kritik Standar Ganda Eropa, Tegaskan Nuklir Bukan untuk Agresi

Gaza Dikuasai Hingga 59 Persen, Israel Siap Lanjutkan Serangan

Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah tersebut dan tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina itu, demikian dilaporkan Radio Angkatan Darat Israel, Minggu (3/5/26). Sebelum gencatan senjata pada Oktober 2025, Israel menguasai sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza, menurut laporan penyiar tersebut. Sementara itu, kelompok Palestina Hamas menyatakan bahwa militer Israel menguasai lebih dari 60 per

Gaza Dikuasai Hingga 59 Persen, Israel Siap Lanjutkan Serangan

Perundingan AS-Iran: Negosiasi Berjalan, Kesepakatan Masih Jauh

Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali bergerak dalam ruang yang tidak pasti. Jalur diplomasi masih terbuka, tetapi arah akhirnya belum jelas. Di satu sisi, ada kebutuhan untuk menjaga stabilitas kawasan. Di sisi lain, perbedaan kepentingan tetap tajam dan sulit dipertemukan. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa komunikasi tetap berlangsung, meskipun sebagian besar dilakukan melalui mediator dan jalur tidak langsung. Ini menandakan bahwa kedua pihak belum sepenuhnya menutup p

Perundingan AS-Iran: Negosiasi Berjalan, Kesepakatan Masih Jauh

Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan 294 Anak, Kasus Tembus 45 Ribu

Wabah campak dan gejala mirip campak di Bangladesh menewaskan 10 anak lagi, sehingga jumlah korban jiwa sejak pertengahan Maret meningkat menjadi 294 orang, kata otoritas kesehatan setempat, Minggu. Menurut buletin Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh, lebih dari 1.260 kasus infeksi baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir, sehingga total kasus melampaui 45.800. Dhaka mencatat jumlah kematian tertinggi dengan 149 korban jiwa. Sejumlah pasien dari wilayah perdesaan dilaporkan datang ke D

Wabah Campak di Bangladesh Tewaskan 294 Anak, Kasus Tembus 45 Ribu

Indeks Kebebasan Pers Global Turun 10 Persen, UNESCO Tuntut Perlindungan Jurnalis

UNESCO mendesak pemerintah dan masyarakat sipil untuk memperkuat dukungan terhadap jurnalisme independen serta menjamin arus informasi yang bebas di tengah menurunnya kebebasan pers secara global. "Saya menyerukan kepada negara anggota dan seluruh mitra kami untuk berinvestasi dalam jurnalisme sebagai pilar perdamaian. Informasi yang bebas dan akurat merupakan hal penting bagi publik," kata Direktur Jenderal UNESCO Khaled El-Enany dalam siaran pers Kantor Regional UNESCO Jakarta, Ahad. UNESCO me

Indeks Kebebasan Pers Global Turun 10 Persen, UNESCO Tuntut Perlindungan Jurnalis

Krisis Iklim di ASEAN Memburuk, Kelompok Rentan Paling Terdampak

Para pemangku kepentingan dari sejumlah negara ASEAN sepakat mengoptimalkan langkah bersama untuk mengatasi kerusakan dan kerugian akibat perubahan iklim, mengingat ketimpangan kapasitas dan sistem yang terpecah menimbulkan dampak buruk bagi kelompok rentan. Hal tersebut merupakan hasil dari agenda "Pertukaran Pengetahuan ASEAN terkait Kerusakan dan Kerugian serta Manajemen Risiko Komprehensif", sebagai bagian dari Pekan Iklim ASEAN 2026 di Filipina, Sabtu, (2/5/2026). Menurut keterangan tertuli

Krisis Iklim di ASEAN Memburuk, Kelompok Rentan Paling Terdampak

Dituduh Dalangi Peretasan, Korut Balik Sebut AS Sebar Fitnah Absurd

Korea Utara (Korut) pada Minggu, (3/5/2026) menyangkal tuduhan AS bahwa negara terisolasi itu berada di balik aktivitas peretasan internasional baru-baru ini dan menyebutnya sebagai "fitnah absurd," media pemerintah melaporkan. Seorang juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan AS sedang membangun narasi tentang "ancaman siber yang tidak ada" untuk tujuan politik, dan menggambarkan klaim tersebut sebagai "fitnah yang absurd untuk menodai citra negara kami," menurut laporan kant

Dituduh Dalangi Peretasan, Korut Balik Sebut AS Sebar Fitnah Absurd

Tantang Blokade AS, Iran Ancam Perang Jika Pelabuhan Terus Diblokade

Jerman dinilai telah menetapkan arah untuk mempersiapkan kemungkinan konfrontasi militer dengan Rusia dalam beberapa tahun ke depan dan tidak menyembunyikannya, kata Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev dalam wawancara dengan RIA Novosti. Ia mengatakan Berlin saat ini berfokus pada penyediaan drone, komponennya, serta persenjataan lain bagi pemerintah Kiev, sambil pada saat yang sama membantah tuduhan bahwa mereka menjadi pihak dalam konflik tersebut. "Namun, tidak perlu berilusi, Jerman

Tantang Blokade AS, Iran Ancam Perang Jika Pelabuhan Terus Diblokade