AFU.id

Indeks Berita

Pertemuan 2 Jam di Beijing, Hubungan AS-China Makin Hangat

antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Kamis (14/5/2026) berjalan lancar. Trump optimistis, hubungan kedua negara ke depan bisa semakin membaik. Trump mengatakan hubungan Washington dan Beijing akan menjadi “lebih baik daripada sebelumnya”. “Merupakan kehormatan bisa bersama Anda. Merupakan kehormatan menjadi teman Anda, dan hubungan antara China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” kata Trump kepada Xi, mengutip Anadol

4 media, Cenderung netral
Pertemuan 2 Jam di Beijing, Hubungan AS-China Makin Hangat

Donald Trump Temui Xi Jinping, China Tetapkan ‘4 Garis Merah’ yang Tak Boleh AS Langgar

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan menemui Presiden China, yakni Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan resmi. Pertemuan dua kepala negara tersohor ini akan berlangsung di Beijing pada 14 dan 15 Mei 2026. Trump sendiri telah meninggalkan Washington pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat untuk memenuhi undangan dari Xi Jinping. Presiden AS ke-45 da ke-47 tersebut pun telah tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) hari ini. Kunjungan Donald Trump ke China merupakan yang pertama kali pada

1 media, Cenderung netral
Donald Trump Temui Xi Jinping, China Tetapkan ‘4 Garis Merah’ yang Tak Boleh AS Langgar

Partai Buruh Tumbang di Pemilu Lokal, PM Inggris Keir Starmer Didesak Mundur

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan makin kuat setelah Partai Buruh kalah besar dalam pemilu lokal akhir-akhir ini. Enam menteri kabinet Starmer, menurut laporan The Telegraph, mendesak perdana menteri itu mengundurkan diri. Kabinet Inggris menggelar rapat di kediaman resmi PM Starmer di Downing Street, Westminster, pada Selasa (12/5/2026), setelah performa buruk Partai Buruh dalam pemilu. Puluhan anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh pun meminta Starmer mundur dari jaba

Partai Buruh Tumbang di Pemilu Lokal, PM Inggris Keir Starmer Didesak Mundur

Iran Seret AS ke Mahkamah Arbitrase atas Agresi Militer dan Intervensi Politik

Iran mengajukan gugatan ke Mahkamah Arbitrase di Den Haag, Belanda, atas tindakan agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran, demikian dilaporkan Kantor Berita Mizan pada Selasa (12/5/2026). Secara khusus, gugatan yang diajukan pada Februari-Maret 2026 itu mencakup tuduhan agresi militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran, pemberlakuan sanksi ekonomi, serta ancaman penggunaan kekuatan, menurut laporan tersebut. Gugatan diajukan atas pelanggaran kewajiban internasional AS selama operasi militer

Iran Seret AS ke Mahkamah Arbitrase atas Agresi Militer dan Intervensi Politik

AS dan China Satu Suara: Selat Hormuz Tak Boleh Dipungut Tarif

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio dan Menlu China Wang Yi sepakat tidak boleh ada negara mengenakan tarif tol untuk melintasi Selat Hormuz. Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS Tommy Pigott kepada Kantor Berita Kyodo, Selasa (12/5/2026), mengatakan kesepakatan itu dicapai saat Rubio dan Wang melakukan pembicaraan telepon pada 30 April lalu. "Keduanya sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi yang diizinkan mengenakan biaya tol untuk melintasi jalur air interna

AS dan China Satu Suara: Selat Hormuz Tak Boleh Dipungut Tarif

Jepang Siap Setop Ekspor Senjata Jika Dipakai untuk Agresi

Pemerintah Jepang akan mengambil langkah-langkah, termasuk menangguhkan pasokan komponen senjata, jika senjata Jepang yang diekspor ke negara lain digunakan untuk agresi terhadap negara ketiga, kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi, Selasa. "Jika dipastikan bahwa negara penerima menggunakan peralatan yang disediakan oleh Jepang, misalnya, untuk melakukan agresi terhadap negara lain; maka Jepang akan secara tegas menuntut negara itu untuk memperbaiki situasi, termasuk menghentikan pengg

Jepang Siap Setop Ekspor Senjata Jika Dipakai untuk Agresi

Tak Kunjung Menang dari Iran, Donald Trump Kembali Recoki Venezuela

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali merecoki Venezuela usai tak kunjung menang dari Iran. Kepada Fox News pada Senin pagi waktu AS, Trump kembali mengirim sinyal untuk mencaplok negara Amerika Latin tersebut. Ia bahkan sangat serius mempertimbangkan langkah untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian yang ke-51. Setelah penangkapan Nicolas Maduro pada Januari 2026 lalu, jajaran pejabat Gedung Putih berulang kali menuju Caracas. Mereka coba menjalin hubungan erat dengan Penja

1 media, Cenderung kanan
Tak Kunjung Menang dari Iran, Donald Trump Kembali Recoki Venezuela

Serangan Israel Hancurkan Fasilitas Kesehatan, Tenaga Medis Jadi Korban

Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) pada Senin (11/5/2026) menyebutkan bahwa situasi kemanusiaan terus memburuk di Lebanon meskipun ada gencatan senjata, dengan layanan kesehatan diserang dan petugas paramedis terbunuh. Lebih dari 100 serangan dilaporkan terjadi dalam 24 jam terakhir, sementara 87 orang tewas selama akhir pekan. OCHA, mengutip angka dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, menyebutkan

Serangan Israel Hancurkan Fasilitas Kesehatan, Tenaga Medis Jadi Korban

UEA Serang Kilang Minyak Iran, Eskalasi Konflik Timur Tengah Memanas

Uni Emirat Arab (UEA) diam-diam melakukan serangkaian serangan terhadap Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan dengan Iran, seperti dilaporkan The Wall Street Journal pada Senin (11/5/2026). Salah satu target serangan tersebut adalah sebuah kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, menurut sumber anonim yang mengetahui masalah tersebut. Kilang Iran itu dihantam pada awal April, saat Presiden AS Donald Trump hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan it

UEA Serang Kilang Minyak Iran, Eskalasi Konflik Timur Tengah Memanas

DPR Filipina Setujui Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte

Wakil Presiden Filipina Sara Duterte kembali menghadapi proses pemakzulan setelah DPR setempat menyetujui pengajuan pasal pemakzulan terhadap dirinya, Senin (11/5/2026). Sebanyak 255 dari 318 anggota majelis rendah itu mendukung pengajuan pasal pemakzulan Duterte, melampaui ambang batas konstitusional sepertiga suara yang dibutuhkan untuk membawa kasus tersebut ke majelis tinggi (Senat). Senat selanjutnya akan bersidang sebagai pengadilan pemakzulan guna menentukan apakah Duterte harus dicopot d

DPR Filipina Setujui Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte