AFU.id

Indeks Berita

Dolar AS Sentuh Batas Psikologis Rp18.000, Purbaya Bantah Buruknya Kebijakan Fiskal Jadi Penyebab

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan sejarah kelam baru dengan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Posisi ini menjadi titik terlemah mata uang Garuda sepanjang sejarah perdagangan sejak republik ini berdiri. Berdasarkan data Investing, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 06.45 WIB, dolar AS sempat bertengger di level Rp18.015. Bahkan, data Google Finance mencatat pergerakan yang lebih liar pada malam sebelumnya, di mana kurs dolar ke rupiah sempat menyentuh

Dolar AS Sentuh Batas Psikologis Rp18.000, Purbaya Bantah Buruknya Kebijakan Fiskal Jadi Penyebab

Rupiah dan IHSG Anjlok, Purbaya Salahkan Rumor dan Sentimen Pasar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir lebih dipengaruhi sentimen negatif dan rumor pasar, bukan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Purbaya mengatakan pelemahan itu terjadi secara tiba-tiba dalam satu hingga dua hari terakhir. Menurutnya, pasar tertekan oleh berbagai isu yang beredar. "Karena ada isu macam-macam, ada rumor macam-macam di pasar," kata Purbaya kepada wartawan di Kompl

Rupiah dan IHSG Anjlok, Purbaya Salahkan Rumor dan Sentimen Pasar

Kasus Korupsi BGN Bergulir, Menkeu Purbaya Perketat Anggaran MBG

Menteri Keuangan (Menkeu) memastikan pemerintah tetap melanjutkan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini tetap dijalankan meski eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ditahan oleh Kejaksaan Agung. Menkeu menyebut fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan penggunaan anggaran MBG lebih efisien. Ia menegaskan dirinya tidak terlibat dalam urusan internal BGN. “Kami nggak ikut campur. Yang jelas angkanya sekarang kan (sekitar) Rp260 triliun, akan

Kasus Korupsi BGN Bergulir, Menkeu Purbaya Perketat Anggaran MBG

Rupiah Nyungsep Parah: Rp18.006 per Dolar AS. Kenapa Pemerintah Tidak Gelisah?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di titik terendah sepanjang sejarah, yaitu Rp18.006 per dolar AS, sesuai pantauan AFU ID di situs nilai mata uang internasional XE, pukul 6.30 WIB, Kamis (4/6/2026). Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS beberapa hari sebelumnya sudah mendekati angka Rp18 ribu. Meski begitu, belum ada tanda-tanda kegelisahan dari pemerintah. Justru sebaliknya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati

Rupiah Nyungsep Parah: Rp18.006 per Dolar AS. Kenapa Pemerintah Tidak Gelisah?

Proyek Masih Ghaib, Danantara Tetap Bisa Dapat APBN

Presiden Prabowo Subianto menerbitkan peraturan presiden untuk membentuk unit investasi baru di bawah Badan Pengelola Investasi Danantara. Unit tersebut dapat memperoleh pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Perpres itu ditandatangani pada 8 April 2026, tetapi baru dipublikasikan pemerintah pada Minggu, (1/6/2026). Unit baru tersebut akan menjalankan fungsi investasi untuk pembangunan nasional dan layanan publik. Dalam aturan itu, dana dari APBN akan dicatat sebagai penyertaan m

Proyek Masih Ghaib, Danantara Tetap Bisa Dapat APBN

Petani Sebut Rancangan Aturan Nikotin-Tar Berpotensi Mematikan Ekonomi Bondowoso

Petani tembakau di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengkhawatirkan rencana pembatasan kadar nikotin dan tar yang tengah disiapkan pemerintah. Mereka menilai aturan tersebut berpotensi membuat hasil panen tembakau lokal tidak lagi terserap oleh industri rokok. Kekhawatiran itu muncul seiring penyusunan sejumlah aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Selain rancangan aturan peringatan kesehatan dan larangan bahan tambahan pada produk tembakau, pemerintah j

Petani Sebut Rancangan Aturan Nikotin-Tar Berpotensi Mematikan Ekonomi Bondowoso

Impor Minyak Gila-gilaan Kuras Neraca Perdagangan, APBN dan Rupiah Siap-siap Tertekan Hebat

Pemerintah Republik Indonesia (RI) boleh saja membanggakan klaim tren surplus neraca perdagangan bertahan selama 72 bulan berturut-turut. Namun, apabila membongkar isi jeroan data bulanan yang baru saja rilis, klaim tersebut rasanya menjadi tidak ada artinya. Melansir laporan perkembangan ekspor dan impor Indonesia April 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS), ketahanan perdagangan luar negeri Indonesia sejatinya telah berada di titik nadir. Hal tersebut karena terkuras habis oleh ‘bon’ impor min

Impor Minyak Gila-gilaan Kuras Neraca Perdagangan, APBN dan Rupiah Siap-siap Tertekan Hebat

Seperempat Produk Nonmigas Dikirim ke Tiongkok, Lumbung Nikel Indonesia Rentan Gejolak Ekonomi

Data ekspor Indonesia yang baru saja Badan Pusat Statistik (BPS) rilis memicu kekhawatiran besar terkait masa depan perekonomian nasional. Data terbaru menunjukkan, poros dagang antara daerah tambang di Indonesia dengan Tiongkok telah berada pada level ketergantungan yang sangat akut. Hal tersebut karena seperempat produk nonmigas nasional yang menghasilkan USD22,76 miliar dikirim ke Beijing sepanjang periode Januari-April 2026. Sepanjang caturwulan pertama tahun 2026, Tiongkok kokoh tidak tergo

Seperempat Produk Nonmigas Dikirim ke Tiongkok, Lumbung Nikel Indonesia Rentan Gejolak Ekonomi

Rupiah Sentuh Level Terburuk Sepanjang Masa dan IHSG Longsor 5 Persen, Di Mana Salahnya?

Nilai tukar rupiah terperosok ke level terendah sepanjang sejarah, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur hingga sempat anjlok 5 persen. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 10.13 WIB, rupiah di pasar spot langsung dibuka meranggas dengan pelemahan 0,49 persen ke posisi Rp17.926 per dolar AS. Sementara, pada penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, berdasarkan data Refinitiv, rupiah tertahan di level Rp17.925 per dolar AS. Posisi ini adalah yang terburuk sepanjang masa yang pernah di

Rupiah Sentuh Level Terburuk Sepanjang Masa dan IHSG Longsor 5 Persen, Di Mana Salahnya?

Nilai Ekspor Indonesia Melonjak di Tengah Amblesnya Tren Harga Dunia, Industri Rentan Terbanting

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis nilai ekspor Indonesia periode April 2026, Selasa (2/6/2026) kemarin. Hasilnya menunjukkan angka yang sangat memukau, tapi pemerintah maupun pelaku industri tak boleh larut dalam euforia. Jika menelaah lebih dalam menggunakan data pembanding global, lonjakan tinggi tersebut bukanlah tanda bahwa ekonomi kita sudah sepenuhnya aman. Akan tetapi, sebuah fatamorgana yang rentan sirna dalam waktu dekat imbas jatuhnya harga pasar internasional. Berdasarkan

Nilai Ekspor Indonesia Melonjak di Tengah Amblesnya Tren Harga Dunia, Industri Rentan Terbanting