AFU.id

Indeks Berita

Mesir-Yaman Tolak Militerisasi Laut Merah, Keamanan Kawasan Bukan Urusan Negara Asing

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, dan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Yaman, Shaya Mohsen al-Zindani, menolak setiap upaya untuk "menginternasionalisasi atau memiliterisasi" Laut Merah dan Teluk Aden. Dalam pembicaraan mereka di Kairo, Minggu, (24/5/2026), kedua menteri membahas keamanan jalur perairan penting tersebut, dengan Abdelatty menekankan penolakan tegas Mesir terhadap pihak "nonpesisir" mana pun yang melibatkan diri dalam pengaturan maritim regional, menurut pern

Mesir-Yaman Tolak Militerisasi Laut Merah, Keamanan Kawasan Bukan Urusan Negara Asing

Tambang Emas Ilegal di Angola Longsor, Satu Keluarga Tewas Tertimbun

Sebanyak 28 orang, termasuk 13 anggota dari satu keluarga, meninggal dunia dan dua lainnya masih belum ditemukan, setelah tambang emas ilegal di Angola barat laut longsor. "Sebanyak 28 orang tewas, termasuk 13 di antaranya dari satu keluarga, dan dua lainnya hilang setelah tambang untuk memproduksi mineral strategis ilegal seperti emas, longsor," kata juru bicara Kepolisian Gaspar Luis Inacio kepada stasiun radio RNA, Sabtu (23/5). Menurutnya, operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadia

Tambang Emas Ilegal di Angola Longsor, Satu Keluarga Tewas Tertimbun

Mengenal Itamar Ben-Gvir, Arsitek Rasisme dan Kekerasan Israel yang Kini Dikutuk Dunia

Kepulangan 9 WNI anggota Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel pada Minggu (24/5/2026), disambut gembira berbagai kalangan. Namun ada satu kegetiran yang tersisa dari pengalaman mereka ditahan otoritas Israel, perlakuan tak manusiawi yang disponsori Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Perlakuan buruk Ben Gvir itu diceritakan oleh salah satu WNI yang sempat mengalami siksaan, Rahendro Herubowo. Dia mengatakan, siksaan yang dialami cukup beragam mulai dari disiram air, dipukul, d

4 media, Cenderung kiri
Mengenal Itamar Ben-Gvir, Arsitek Rasisme dan Kekerasan Israel yang Kini Dikutuk Dunia

Hizbullah Tolak Letakkan Senjata, Korban Tewas Perang Lebanon-Israel Tembus 3.000 Jiwa

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata meski terus mendapat tekanan dari Israel maupun sejumlah pihak internasional. Menurut Qassem, upaya perlucutan senjata hanya akan membuka jalan bagi pendudukan Israel secara bertahap di Lebanon. Dalam pidato yang disiarkan televisi Al-Manar pada Minggu (24/5/2026), Qassem menyebut Hizbullah akan terus melawan Israel. Ia mengatakan kelompoknya kini berada dalam ancaman langsung dan siap menghadapi dua kemungkin

Hizbullah Tolak Letakkan Senjata, Korban Tewas Perang Lebanon-Israel Tembus 3.000 Jiwa

Selat Hormuz Akan Dibuka Iran dengan Syarat., Tetapi Israel Masih Serang Lebanon

Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati, sebagai bagian dari kesepakatan awal, untuk membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 30 hari ke depan, lapor Washington Post mengutip seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya. Kesepakatan perdamaian awal antara AS dan Iran itu juga mencakup penundaan pembicaraan nuklir hingga waktu yang akan datang, demikian laporan media tersebut mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya. Kerangka kesepakatan awal antara Iran dan AS itu

Selat Hormuz Akan Dibuka Iran dengan Syarat., Tetapi Israel Masih Serang Lebanon

Forum Nuklir PBB Berakhir Buntu, Gagal Sepakati Penghapusan Senjata Nuklir

Republik Indonesia mendorong komitmen pelucutan senjata nuklir di tengah kebuntuan Konferensi Tinjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT RevCon) 2026 yang tidak menghasilkan konsensus. Hal tersebut ditegaskan Indonesia dalam Konferensi yang berlangsung di Markas Besar PBB pada 27 April–22 Mei 2026 sebagai Koordinator Gerakan Non-Blok (GNB) yang mewakili 118 negara anggota, demikian keterangan dari situs resmi Kemenlu pada Minggu, (24/5/2026). Dalam forum tersebut, Indonesia memimpin koordinasi

Forum Nuklir PBB Berakhir Buntu, Gagal Sepakati Penghapusan Senjata Nuklir

Delapan Negara Kutuk Aksi Menteri Israel Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla

Menteri luar negeri dari delapan negara pada Minggu (24/5/2026) mengecam perlakuan pejabat keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir terhadap para aktivis yang ditahan dari armada bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza. Perlakuan Israel terhadap para aktivis itu dinilai sebagai tindakan yang "mengerikan, merendahkan martabat, dan tidak dapat diterima." Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri dari Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, dan Qatar m

Delapan Negara Kutuk Aksi Menteri Israel Ben-Gvir terhadap Aktivis Flotilla

Hormuz Dibuka, Iran dan AS Mulai Menepi dari Jurang Perang

Setelah berbulan-bulan dunia dicekam perang, blokade laut, dan ancaman krisis energi global, Amerika Serikat dan Iran akhirnya mulai memperlihatkan sinyal paling serius menuju perdamaian. Selat Hormuz—urat nadi distribusi minyak dunia—disebut akan kembali dibuka. Laporan New York Times mengutip pejabat Amerika Serikat yang menyebut Washington dan Teheran secara prinsip telah mencapai kesepakatan awal. Iran disebut bersedia memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi, sementara Amerika Serikat akan

Hormuz Dibuka, Iran dan AS Mulai Menepi dari Jurang Perang

NPT RevCon 2026 Buntu, Indonesia Tegaskan Jaga Komitmen Pelucutan Senjata Nuklir

Konferensi Tinjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir ( Non Proliferation of Nuclear Weapons ) atau NPT Review Conference/RevCon 2026 mengalami kebuntuan. Melansir website Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) pada Minggu (24/5/2026), konferensi tersebut berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS). Dalam forum yang berlangsung sejak 27 April 2026 hingga 22 Mei 2026 tersebut, Indonesia menegaskan peran aktifnya sebagai Koordinator Gera

NPT RevCon 2026 Buntu, Indonesia Tegaskan Jaga Komitmen Pelucutan Senjata Nuklir

Presiden Iran Sebut Visi Israel Raya Jadi Biang Kerok Rusaknya Perdamaian Kawasan

siap meyakinkan komunitas internasional bahwa negara itu tidak mengembangkan senjata nuklir maupun menciptakan ketidakstabilan di kawasan, kata Presiden Masoud Pezeshkian, Minggu (24/5). "Sebelum Ayatollah Ali Khamenei wafat, kami telah menyatakan — dan menegaskan lagi sekarang — bahwa kami siap meyakinkan dunia bahwa kami tidak mengembangkan senjata nuklir," kata Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita resmi Iran, IRNA. Ia menuding Israel justru menjadi pihak yang mendorong ket

Presiden Iran Sebut Visi Israel Raya Jadi Biang Kerok Rusaknya Perdamaian Kawasan