AFU.id

Indeks Berita

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh Indonesia

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan persediaan alias stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite aman di seluruh Indonesia. "Distribusi Pertalite di seluruh jaringan SPBU berjalan normal sesuai penugasan pemerintah dengan dukungan sistem logistik dan infrastruktur yang terintegrasi untuk menjaga pasokan di Tanah Air," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, dalam keterangan persnya, Jumat (12/6/2026). Roberth mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Aman di Seluruh Indonesia

Pakar: Konsumen Pertamax Bisa Beralih ke Pertalite, Beban APBN Berisiko Membengkak

Kenaikan harga Pertamax lebih dari 30 persen berpotensi mendorong konsumen beralih ke Pertalite. Perpindahan konsumsi tersebut dinilai dapat meningkatkan beban kompensasi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila penyaluran Pertalite melampaui kuota. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Rahma Gafmi mengatakan risiko fiskal muncul karena Pertalite menggunakan skema kompensasi, yakni pemerintah menanggung selisih antara harga jual dan harga keekonom

Pakar: Konsumen Pertamax Bisa Beralih ke Pertalite, Beban APBN Berisiko Membengkak

Konsumen Geser ke Pertalite, Pemerintah Belum Hitung Beban Subsidi Tambahan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum menghitung tambahan anggaran subsidi jika ada masyarakat yang beralih dari BBM nonsubsidi Pertamax ke Pertalite. Purbaya menilai kemungkinan perpindahan tersebut ada, namun tidak akan berlangsung secara dominan. Purbaya menjelaskan, sebagian konsumen diperkirakan tetap menggunakan Pertamax meski terjadi kenaikan harga. Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan teknis pemilik kendaraan terhadap jenis bahan bakar

Konsumen Geser ke Pertalite, Pemerintah Belum Hitung Beban Subsidi Tambahan

Danantara Tambah Utang Rp24 Triliun, Publik Masih Menunggu Transparansi Penggunaan Dana

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia kembali menghimpun dana jumbo melalui pasar utang. Kali ini, lembaga tersebut menerbitkan obligasi internasional perdana senilai 1,5 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp24 triliun melalui PT Danantara Investment Management. Penerbitan ini menambah panjang daftar penghimpunan dana Danantara dalam beberapa bulan terakhir. Namun di tengah klaim tingginya minat investor global, pertanyaan yang belum terjawab secara rinci

Danantara Tambah Utang Rp24 Triliun, Publik Masih Menunggu Transparansi Penggunaan Dana

Pertamax Naik 32 Persen, Kelas Menengah Pangkas Nongkrong di Kafe dan Hiburan

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax diperkirakan menekan daya beli kelas menengah, terutama pada pengeluaran nonprimer. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya porsi belanja rumah tangga untuk transportasi setelah kenaikan harga BBM tersebut. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi, menjelaskan, kelompok kelas menengah berpotensi menunda sejumlah pengeluaran non-esensial. “Rumah tangga kelas menengah kemungkinan besar akan

Pertamax Naik 32 Persen, Kelas Menengah Pangkas Nongkrong di Kafe dan Hiburan

Trend Positif Rupiah Bakal Diuji Dinamika Geopolitik, Situasi Timur Tengah jadi Kunci

Tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih terus berlanjut dalam sepekan ini. Mata uang garuda kini mulai bergerak meninggalkan level psikologis Rp18.000 dan nyaman bertransaksi di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Berdasarkan data perdagangan, pada transaksi Jumat pagi (12/6/2026), kurs rupiah dibuka menguat 59 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.930 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.989 per dolar AS. Penguatan ini melanj

Trend Positif Rupiah Bakal Diuji Dinamika Geopolitik, Situasi Timur Tengah jadi Kunci

Subsidi Kedelai Dinilai Cuma Solusi Sementara, Ketergantungan Impor Masih Tinggi

Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram belum cukup untuk menyelesaikan persoalan bahan baku tahu dan tempe. Pemerintah dinilai perlu membangun cadangan penyangga kedelai nasional agar pasokan lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada impor. Peneliti Celios Galau Muhammad mengatakan subsidi kedelai untuk 250 ribu ton dapat membantu pengusaha tahu dan tempe dalam jangka pendek. Namun, kebijakan tersebut tetap perlu diikuti pembenahan p

Subsidi Kedelai Dinilai Cuma Solusi Sementara, Ketergantungan Impor Masih Tinggi

IUP Tak Lagi Cukup, ESDM Perketat Evaluasi Operasi Tambang

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan perusahaan tambang tidak bisa langsung beroperasi hanya dengan mengantongi Izin Usaha Pertambangan. Setiap kegiatan pertambangan tetap harus melalui evaluasi rencana kerja, aspek teknis, lingkungan, keselamatan, dan kewajiban penerimaan negara. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan pemerintah memperkuat tata kelola pertambangan melalui sistem perizinan dan pengawasan yang baku, terukur, serta te

IUP Tak Lagi Cukup, ESDM Perketat Evaluasi Operasi Tambang

INDEF: Kenaikan BBM Nonsubsidi Perlu Diimbangi Stimulus Tepat Sasaran

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai pemerintah perlu menyiapkan stimulus yang lebih terarah untuk meredam dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi. Stimulus dinilai perlu menjaga daya beli masyarakat tanpa memperlebar subsidi energi yang tidak tepat sasaran. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi menekan konsumsi, terutama kelompok kelas menengah yang menjadi salah satu penopang belanja rum

INDEF: Kenaikan BBM Nonsubsidi Perlu Diimbangi Stimulus Tepat Sasaran

Danantara Bantah Biayai Kopdes Merah Putih, Dony: Uangnya dari Pemerintah

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menegaskan pembiayaan program Koperasi Desa Merah Putih tidak berasal dari Danantara. Ia menyebut dana program tersebut berasal dari pemerintah. Dony mengatakan Danantara hanya membantu pemerintah menjalankan program strategis nasional. Menurut dia, masih banyak pihak yang mengira Danantara menjadi sumber pembiayaan program tersebut. “Perlu dijelaskan bahwa peran Danantara dalam program tersebut adalah membantu pemerintah menjalankan

Danantara Bantah Biayai Kopdes Merah Putih, Dony: Uangnya dari Pemerintah