AFU.id

Indeks Berita

Usai Tutup 833 Dapur MBG, Benarkah BGN Siapkan 13.000 Titik Baru?

Pemerintah memang berencana mengoperasikan sekitar 13.000 dapur Makan Bergizi Gratis secara bertahap setelah Badan Gizi Nasional menghentikan 833 dapur bermasalah. Namun, angka tersebut bukan seluruhnya dapur baru yang akan dibangun dari awal. Sebagian titik telah selesai dibangun, sebagian masih dalam proses, dan seluruhnya harus diperiksa sebelum mendapat izin beroperasi. Sebanyak 833 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dihentikan karena tidak memenuhi ketentuan kebersihan, sanitasi, pe

Usai Tutup 833 Dapur MBG, Benarkah BGN Siapkan 13.000 Titik Baru?

Undang Ferry Latuhihin ke Podcast, Hendri Satrio Dipanggil Ditjen Pajak

Pengamat politik Hendri Satrio memenuhi panggilan Direktorat Jenderal Pajak setelah menghadirkan ekonom Ferry Latuhihin dalam podcast miliknya. Pemeriksaan berfokus pada ada atau tidaknya bayaran yang diterima Ferry sebagai narasumber. Hendri menyatakan tidak memberikan honor berupa uang. Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI yang akrab disapa Hensa itu mengatakan dirinya menerima surat resmi untuk memberikan keterangan mengenai pemeriksaan pajak Ferry. Ia kemudian mendatangi kantor pajak di kawasan

Undang Ferry Latuhihin ke Podcast, Hendri Satrio Dipanggil Ditjen Pajak

Mayoritas ASN adalah Perempuan, Kenapa yang Jadi Pimpinan Masih Sedikit?

Perempuan menjadi kelompok terbesar dalam aparatur sipil negara, tetapi jumlahnya menyusut ketika masuk ke tingkat pengambil keputusan. Data terbaru Badan Kepegawaian Negara mencatat 55 persen ASN merupakan perempuan, sedangkan keterwakilan mereka dalam jabatan pimpinan tinggi masih berada di kisaran 17 persen. Kesenjangan itu kembali dibahas pemerintah melalui Women’s Leadership Forum di kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta. Forum yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perli

Mayoritas ASN adalah Perempuan, Kenapa yang Jadi Pimpinan Masih Sedikit?

Empat Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Masih Hilang, Keluarga Menunggu Kepastian

Empat orang masih belum diketahui keberadaannya setelah KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Rabu (5/8/2026), keluarga masih mendatangi posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mencari kepastian mengenai keberadaan mereka. Keempat korban tersebut yakni Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, dan Abdurrahman. Mereka belum diketahui keberadaannya setelah insiden kebakaran kapal yang melayani rute Surabaya-Makassar tersebut. Anak Bu

Empat Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Masih Hilang, Keluarga Menunggu Kepastian

MUI Desak Koruptor Dihukum Mati, Menko Yusril Sentil Krisis Etika Beragama

Desakan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi koruptor kembali disuarakan sebagai solusi pamungkas pemberantasan kejahatan rasuah di Tanah Air. Namun, instrumen pidana maksimal tersebut dinilai belum cukup ampuh untuk menghentikan laju korupsi jika tidak dibarengi perbaikan moral secara fundamental. Hal ini menjadi fokus utama pemerintah dalam merespons usulan penjatuhan vonis mati yang dilontarkan oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hukuman mati sejatinya telah diakomodasi dalam sistem h

MUI Desak Koruptor Dihukum Mati, Menko Yusril Sentil Krisis Etika Beragama

Menkes Budi Gunadi Buka Suara Soal Pasien BPJS yang Meninggal Usai Dihujat Dokter: Hati Saya Sedih

Kasus meninggalnya pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tengah menjadi sorotan. Kasus tersebut disebut bertolak belakang dengan perintah Prabowo untuk meningkatkan harapan hidup rakyat Indonesia sebanyak empat persen. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin pada Rabu (5/8/2026). Pasien BPJS itu diketahui bernama Yurizal Tri Chaerawan (29). Ia diketahui meninggal usai mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan atas penyakit yang dideritanya. Unggahan T

Menkes Budi Gunadi Buka Suara Soal Pasien BPJS yang Meninggal Usai Dihujat Dokter: Hati Saya Sedih

Potret Ekosistem K3 Nasional: Angka Kecelakaan Tinggi, 1 Pengawas untuk 3.800 Perusahaan

Ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional masih menjadi permasalah pelik hingga kini. Angka kecelakaan kerja masih sangat tinggi, bahkan mencapai ratusan ribu sepanjang 2025. Belum lagi rasio pengawas ketenagakerjaan dengan jumlah perusahaan yang mencapai 1 banding 3.800. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat 312.224 klaim kecelakaan kerja pada tahun kemarin. Kemudian 158 klaim penyakit akibat kerja (PAK) dan sebanyak 9.834 kasus meninggal dunia. A

Potret Ekosistem K3 Nasional: Angka Kecelakaan Tinggi, 1 Pengawas untuk 3.800 Perusahaan

Terindikasi Main Judi Online, Hampir 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Hampir 1,5 juta penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi terlibat judi online. Kementerian Sosial (Kemensos) menahan penyaluran bantuan tersebut, sambil melakukan pendalaman dan pemutakhiran data penerima. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penerima bansos yang terbukti menggunakan bantuan untuk berjudi dapat dianggap tidak lagi memenuhi kriteria sebagai keluarga penerima manfaat. “Mungkin mereka sudah tidak memenuhi kriteria ya untuk menerima bansos, buktinya

Terindikasi Main Judi Online, Hampir 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Soal Pemindahan Maskapai Tanpa Izin Penumpang, Hakim Isra: Jangan Samakan dengan Naik Bus

Hakim Konstitusi Saldi Isra mempertanyakan praktik maskapai yang memindahkan penumpang ke penerbangan maskapai lain dalam satu grup ketika terjadi keterlambatan. Menurut dia, pemindahan tersebut tidak seharusnya dilakukan secara sepihak tanpa memberikan penjelasan dan pilihan kepada penumpang. Saldi menilai status maskapai yang berada dalam satu grup tidak serta-merta dapat dijadikan alasan untuk mengalihkan penumpang dari maskapai yang tercantum dalam tiket ke maskapai lain. Pernyataan itu disa

Soal Pemindahan Maskapai Tanpa Izin Penumpang, Hakim Isra: Jangan Samakan dengan Naik Bus

BPJS Watch Soroti Kasus Yurizal: Pasien Tak Boleh Menunggu Lama untuk Dirawat Inap

BPJS Watch menyoroti kasus meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan atas dugaan pelayanan BPJS Kesehatan yang lamban. Kasus yang viral di media sosial itu turut mengundang empati netizen dan sejumlah pihak. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyoroti sengkarut layanan BPJS Kesehatan yang kerap berulang. Ia menilai bahwa seharusnya tak ada lagi kasus pasien tertahan hingga berjam-jam hanya karena dalih ruang inap penuh. "Bahwa memang rumah sakit itu harus mengedepankan keselamatan pasie

BPJS Watch Soroti Kasus Yurizal: Pasien Tak Boleh Menunggu Lama untuk Dirawat Inap