AFU.id

Indeks Berita

Ratusan Migran Disekap di Libya, Kaki Dibakar hingga Diancam Copot Ginjal

Sebanyak 300 migran asal Kurdistan dan Irak, menjadi korban penyekapan dan penyiksaan keji oleh kelompok milisi bersenjata di Libya saat tengah dalam perjalanan menuju Inggris. Peristiwa mengerikan ini dilaporkan terjadi dalam rentang waktu Juni hingga Agustus 2025 lalu. Para penculik diketahui memanfaatkan para migran sebagai sandera untuk memeras keluarga mereka. Milisi tersebut meminta uang tebusan sebesar USD 5.000 atau sekitar Rp90 juta per orang. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mere

Ratusan Migran Disekap di Libya, Kaki Dibakar hingga Diancam Copot Ginjal

Trump Minta Israel Tahan Serangan, AS Kejar Kesepakatan dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump peringatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, agar tidak kembali melanjutkan serangan terhadap Iran. Trump bahkan menegaskan Israel berpotensi menghadapi konflik tersebut tanpa dukungan Washington jika memilih kembali meningkatkan eskalasi. Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat Axios, Trump mengatakan Israel memberi pemberitahuan yang sangat terlambat terkait serangan yang dilancarkan pada Minggu (7/6/2026). Menurut dia, serangan tersebut se

Trump Minta Israel Tahan Serangan, AS Kejar Kesepakatan dengan Iran

Temui Kim Jong Un, China Perkuat Aliansi Strategis dengan Korea Utara

Presiden China Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mencapai sejumlah kesepakatan untuk memperkuat hubungan bilateral dalam pertemuan tingkat tinggi di Pyongyang, Senin (8/6/2026). Dalam pembicaraan itu, kedua pemimpin sepakat memperluas kerja sama di berbagai bidang sekaligus meningkatkan koordinasi terkait isu-isu regional dan internasional yang menjadi kepentingan bersama. Pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen Beijing dan Pyongyang untuk menjaga komunikasi strategis di tengah

Temui Kim Jong Un, China Perkuat Aliansi Strategis dengan Korea Utara

Dana Konflik dan Bukti Kecurangan Pemilu Dipertanyakan, Donald Trump Murka

Wawancara Donald Trump bersama National Broadcasting Company (NBC) berakhir ricuh akibat perdebatan mengenai anggaran dan integritas pemilihan umum (pemilu). Bahkan, Presiden Amerika Serikat (AS) itu memilih menghentikan sesi dialog secara sepihak. Presiden Trump menghadiri program wawancara milik NBC, yakni ‘Meet the Press’ untuk membahas berbagai hal. Sesi berlangsung di sebuah peternakan Wisconsin, Jumat (7/6/2026) waktu AS lalu. Awalnya, Trump sangat antusias menjawab rangkaian pertanyaan da

Dana Konflik dan Bukti Kecurangan Pemilu Dipertanyakan, Donald Trump Murka

Gempa Filipina Tewaskan 32 Orang, Ratusan Warga Terluka

Gempa bermagnitudo 7,8 mengguncang Filipina selatan pada Senin, (8/6/2026) pagi. Sedikitnya 32 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat gempa yang juga memicu tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Gempa terjadi pukul 07.37 waktu setempat di lepas pantai Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao. Pusat gempa berada tidak jauh dari General Santos City, salah satu kota pelabuhan penting di Filipina selatan. Otoritas Filipina melaporkan sejumlah bangunan rusak dan roboh di General Santos City. Sebanya

Gempa Filipina Tewaskan 32 Orang, Ratusan Warga Terluka

Selat Hormuz Jadi Sumber Pemasukan Baru Iran, Satu Kapal Kena Tarif Rp36 Miliar

Iran mulai memberlakukan skema pungutan biaya layanan bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, dengan nilai yang dilaporkan mencapai 1,5–2 juta dolar AS atau sekitar Rp36 Miliar per kapal sebagai bagian dari pengelolaan jalur pelayaran strategis dunia. Kebijakan ini sekaligus mempertegas upaya Teheran memperkuat kontrol ekonomi dan operasional di Selat Hormuz. Mengutip kantor berita Fars pada Minggu (7/6/2026), kebijakan tersebut disampaikan berdasarkan pernyataan anggota Komite Perencana

Selat Hormuz Jadi Sumber Pemasukan Baru Iran, Satu Kapal Kena Tarif Rp36 Miliar

Israel Tak Bisa Tolak Kesepakatan Nuklir AS-Iran, Trump: Saya yang Tentukan Semuanya

Donald Trump menegaskan Israel harus menerima setiap kesepakatan nuklir yang berhasil dicapai Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Trump menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara telepon dengan Financial Times , dengan menegaskan keputusan akhir tidak berada di tangan Israel. “Dia tidak punya pilihan lain. Saya yang menentukan semuanya, bukan dia,” ujar Trump, Minggu (7/6/2026). Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke sejumlah wilaya

Israel Tak Bisa Tolak Kesepakatan Nuklir AS-Iran, Trump: Saya yang Tentukan Semuanya

Israel Bombardir Teheran, Trump Ketar-ketir Kesepakatan AS-Iran Gagal

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang yang memicu kekhawatiran meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung antara Iran-Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan baru dengan Teheran. Militer Israel melaporkan Iran meluncurkan sejumlah rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu (7/6/2026). Serangan itu memicu sirene peringatan di berbagai daerah dan membuat sistem pe

Israel Bombardir Teheran, Trump Ketar-ketir Kesepakatan AS-Iran Gagal

Israel Gagalkan Perjanjian Damai AS-Iran, Harga Minyak Langsung Meroket

Israel kembali membuat ulah dengan menyerang Iran pada Minggu (7/6/2026). Serangan itu merusak perjanjian damai antara Amerika Serikat dengan Iran yang sudah diupayakan sejak April lalu. Situasi di kawasan kembali memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan marah besar terhadap Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu setelah serangan ke Iran dilancarkan. Serangan Israel kali ini menyasar tiga lokasi berbeda, yaitu Teheran, Tabriz dan Isfahan seperti dilaporkan televisi Iran, Senin

Israel Gagalkan Perjanjian Damai AS-Iran, Harga Minyak Langsung Meroket

Jual Senjata ke Korsel dan Taiwan, Korut Sebut AS Biang Ketidakstabilan Semenanjung Korea

Korea Utara (Korut) menuding Amerika Serikat (AS) memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea melalui peningkatan pasokan senjata kepada negara-negara sekutunya. Pyongyang menilai langkah tersebut mengganggu keseimbangan militer regional dan memicu eskalasi konflik baru. Tuduhan itu muncul setelah AS menyetujui penjualan perangkat pendukung amunisi presisi kepada Korea Selatan (Korsel) senilai 106 juta dolar AS atau sekitar Rp1,9 triliun. Korut menegaskan akan merespons perkembangan tersebut den

Jual Senjata ke Korsel dan Taiwan, Korut Sebut AS Biang Ketidakstabilan Semenanjung Korea