AFU.id

Indeks Berita

Ribuan Calon Dokter Tertahan Sertifikasi, Indonesia Makin Kekurangan Tenaga Medis

Setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan kedokteran, lebih dari 1.000 calon dokter menghadapi ketidakjelasan status akibat belum tuntasnya persoalan sertifikasi. Persoalan ini tidak hanya berdampak pada masa depan para calon dokter, tetapi juga pada ketersediaan layanan kesehatan bagi masyarakat. Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) mencatat 1.023 retaker atau sarjana kedokteran yang belum lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Seluruh retaker tersebut berasal dar

Ribuan Calon Dokter Tertahan Sertifikasi, Indonesia Makin Kekurangan Tenaga Medis

Jusuf Kalla Proyeksikan Defisit APBN Sentuh Rp1000 Triliun, Anggaran Sektor Krusial Terancam Jadi Korban

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendesak pemerintah segera memangkas pengeluaran non-produktif demi menekan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang diproyeksikan membengkak hingga Rp1.000 triliun. Menurutnya, jika ketimpangan ini dibiarkan, anggaran di berbagai sektor krusial terancam dipotong. Sosok yang biasa disapa JK mengungkapkan hal tersebut dalam seminar publik yang diselenggarakan Universitas Paramadina di Jakarta. Ia mendesak pemerintah segera mengerem pengeluaran n

Jusuf Kalla Proyeksikan Defisit APBN Sentuh Rp1000 Triliun, Anggaran Sektor Krusial Terancam Jadi Korban

Dituding Punya Dapur MBG, Dudung: Buktikan, Nanti Saya Kasih Hadiah

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman menantang publik untuk membuktikan kebenaran isu yang menyebut dirinya memiliki dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu tersebut sempat ramai di media sosial sesaat Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi MBG pada (3/6/2026) lalu. Tantangan Dudung sebagai bentuk bantahan isu tersebut ia lontarkan usai menerima audiensi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026). Dalam audien

Dituding Punya Dapur MBG, Dudung: Buktikan, Nanti Saya Kasih Hadiah

Pertamax Naik 32 Persen, Potensi Migrasi BBM Ancam Ketersediaan BBM Subsidi, Pemerintah Siapkan Insentif

Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak non subsidi Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Selain itu Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan tersebut mulai berlaku hari ini, Rabu (10/6/2026). Kenaikan harga BBM non subsidi ini dinilai akan memberikan beberapa dampak ekonomi sekaligus. Yang pertama sekali terpukul adalah kelas menengah yang selama ini mengonsumsi jenis BBM Pertamax. Direktur Kebi

Pertamax Naik 32 Persen, Potensi Migrasi BBM Ancam Ketersediaan BBM Subsidi, Pemerintah Siapkan Insentif

Prabowo Ingin Tekan Harga Obat Generik di Tengah Pelemahan Rupiah

Pemerintah menargetkan penurunan harga obat generik sebagai upaya distribusi akses kesehatan yang lebih merata. Namun, upaya itu kini terkendala melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang sempat menyentuh level Rp18.188 per dolar AS. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI), sekitar 85% obat yang beredar di masyarakat merupakan obat generik produksi dalam negeri. Meski begitu, sekitar 80% hingga 90% bahan baku obat untuk produksi nasional masih diimpor, terutama dari T

Prabowo Ingin Tekan Harga Obat Generik di Tengah Pelemahan Rupiah

Bantalan Fiskal Kelas Menengah Runtuh Ketika Pertamax Naik Menjadi Rp16.250

Mulai Rabu (10/6/2026), harga Pertamax (RON 92) di wilayah DKI Jakarta resmi naik menjadi Rp16.250 per liter, melonjak Rp3.950 dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Pertamax Green (RON 95) juga meningkat menjadi Rp17.000 per liter. Sementara harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap bertahan di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menyatakan penyesuaian harga ini dilakukan secara berkala sesuai formula harga keekonomian, dengan mem

Bantalan Fiskal Kelas Menengah Runtuh Ketika Pertamax Naik Menjadi Rp16.250

Pertamax Makin Mahal, Siapkah Pertalite Menahan Lonjakan Konsumen?

Selisih harga Pertamax dan Pertalite yang makin lebar membuka risiko baru dalam pengendalian BBM subsidi. Setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, Pertalite yang masih dijual Rp10.000 per liter berpotensi menjadi pilihan konsumen yang ingin menekan biaya bahan bakar. Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu, 10 Juni 2026. Harga Pertamax atau RON 92 naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.90

Pertamax Makin Mahal, Siapkah Pertalite Menahan Lonjakan Konsumen?

Tak Lagi Berupa Barang, Bansos Bakal Disalurkan dalam Bentuk Tunai Rp5,4 Juta

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat tidak mampu bukan lagi dalam bentuk barang, melainkan dalam bentuk uang dengan skema direct cash transfer. Luhut menyebut, besaran uang bansos yang akan diberikan kepada para penerima manfaat senilai Rp5,4 juta per orang. “Ini nanti (penerima manfaat) akan dikelompokkan dengan kecerdasan buatan (AI),” ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresiden, dikutip Rabu (9/6/2026). Adapun luhut me

Tak Lagi Berupa Barang, Bansos Bakal Disalurkan dalam Bentuk Tunai Rp5,4 Juta

Disahkan Secepat Kilat dan Tertutup, Revisi UU Polri Abaikan Perubahan Substantif

Revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) resmi disahkan, Selasa (9/6/2026) kemarin. Akan tetapi, publik seketika heboh dan bertanya-tanya, mengapa proses legislasinya berlangsung secepat kilat dan bersifat tertutup? Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kembali menghasilkan produk hukum yang penuh kontroversi dalam Rapat Paripurna ke-21 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. Di mana, Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin langsung jalannya

Disahkan Secepat Kilat dan Tertutup, Revisi UU Polri Abaikan Perubahan Substantif

Rencana KDM Kirim Kelompok LGBT ke Barak Militer, Solusi Perbaikan Moral atau Kebijakan Keliru?

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana mengirim kelompok gay atau LGBT ke barak militer menyusul viralnya pesta asusila di Karawang. Wacana yang diajukan sebagai bentuk perbaikan atau penyembuhan kelompok LGBT tersebut dinilai berbenturan dengan pandangan pakar psikologi dan kelompok sosial. Wacana ini bermula dari tanggapan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, terhadap viralnya sebuah pesta gay di Karawang. Merespons kejadian itu, KDM menyatakan akan mencari lembaga untuk mengatasi masala

Rencana KDM Kirim Kelompok LGBT ke Barak Militer, Solusi Perbaikan Moral atau Kebijakan Keliru?