AFU.id

Indeks Berita

Nasib MBG Pakai Dana Pendidikan Bakal Ditentukan MK Bulan Depan

Perkara gugatan atas program Makan bergizi Gratis yang menggunakan anggaran pendidikan bakal diputus Mahkamah Konstitusi bulan depan. Ketetapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MK, Suhartoyo, dalam sidang pleno pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Ruang Rapat Pleno, Gedung I MK, Jakarta, Senin (15/6/2026). Sengketa anggaran ini mencakup gabungan tiga perkara sekaligus, yakni nomor 40/PUU-XXIV/2026, 52/PUU-XXIV/2026, dan 55/PUU-XXIV/2026. Para pengguga

Nasib MBG Pakai Dana Pendidikan Bakal Ditentukan MK Bulan Depan

Kasus Kriminalisasi Kakek Mujiran Jadi Pelajaran, PTPN I Perbaiki Pola Komunikasi dengan Masyarakat

Sekretaris Perusahaan PTPN I Aris Handoyo mengatakan, pihaknya akan memperkuat komunikasi antara perusahaan dan masyarakat sekitar wilayah operasi perkebunan. Hal itu dilakukan agar kasus kriminalisasi terhadap seorang lansia bernama Mujiran tak lagi terulang. Aris mengatakan, perusahaan selama ini pada prinsipnya terus menjalankan pembinaan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan ekonomi. "Terkait dengan case kemarin, memang PTPN mengambil langkah jalan tengah agar semua

Kasus Kriminalisasi Kakek Mujiran Jadi Pelajaran, PTPN I Perbaiki Pola Komunikasi dengan Masyarakat

Kesepakatan Damai AS-Iran Disambut Banyak Negara, Israel Malah Meradang

Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran disambut baik banyak negara. Mulai dari Indonesia, Inggris, Prancis, Jerman hingga Italia menyampaikan dukungan atas kesepakatan damai itu. Bahkan Italia menyatakan siap mengamankan Selat Hormuz. Dukungan juga datang dari Pemerintah China. "China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran yang sama-sama sepakat untuk mendatangani dokumen nota kesepahaman tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi Pakistan," kata Juru Bicara Kementeri

Kesepakatan Damai AS-Iran Disambut Banyak Negara, Israel Malah Meradang

Dua Kali Upaya Penyelundupan Narkoba Digagalkan Petugas Rutan Salemba

Dua kali upaya nekat meyelundupkan narkoba lewat obat batuk dan kunciran rambut berhasil digagalkan Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Jakarta Pusat. Tersangka pelaku adalah seorang pengunjung wanita. Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo mengatakan, upaya penyelundupan pertama dilakukan oleh pengunjung wanita berinisial NA yang mencoba menyelundupkan barang terlarang yang diduga merupakan narkotika jenis cairan Etomidate. Menurut dia cairan yang termasuk narkotika golon

Dua Kali Upaya Penyelundupan Narkoba Digagalkan Petugas Rutan Salemba

BGN Bakal Stop MBG di SMA, Kini Lebih Fokus ke Penerima yang Butuh Intervensi Gizi

Badan Gizi Nasional (BGN) akan memfokuskan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan siswa SMA, utamanya dari kalangan mampu, berpotensi tidak lagi menjadi sasaran program. Kebijakan ini diperkirakan mengurangi sekitar delapan juta penerima manfaat dan menekan kebutuhan anggaran. "Tidak perlu diberikan lagi MBG, apalag

BGN Bakal Stop MBG di SMA, Kini Lebih Fokus ke Penerima yang Butuh Intervensi Gizi

Refocusing MBG, Pegawai BGN Dilarang Punya Dapur Hindari Konflik Kepentingan

Badang Gizi Nasional (BGN) menutup akses bagi pegawai di lingkungan BGN untuk memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena mereka adalah pengambil kebijakan. Langkah ini untuk menghindari konflik kepentingan. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan, dalam kebijakan baru perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mitra tidak boleh asal membangun dapur hanya untuk memperoleh keuntungan, tetapi kembali pada niat awal yakni memperbaiki kualitas gizi anak bangsa. "Refoc

Refocusing MBG, Pegawai BGN Dilarang Punya Dapur Hindari Konflik Kepentingan

Banyak Data Ganda, BGN Akui Jumlah Dapur MBG Simpang-Siur dan Tidak Singkron

Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui data jumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum sinkron di internal lembaga. Sejumlah kedeputian disebut memiliki versi data berbeda terkait jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan perbedaan data itu membuat pihaknya harus melakukan penyelarasan ulang. BGN kemudian menggunakan data transaksi keuangan sebagai acuan untuk memastikan dapur yang benar-benar beroperasi. “Jadi waktu saya datang ke BGN,

Banyak Data Ganda, BGN Akui Jumlah Dapur MBG Simpang-Siur dan Tidak Singkron

Anggaran Komnas HAM Dipangkas Rp99 Miliar, Ribuan Aduan Kasus Terancam Tak Tertangani

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengeluhkan penurunan pagu indikatif anggaran tahun 2027. Penurunan itu disebut membuat penanganan ribuan aduan dugaan pelanggaran HAM berisiko tidak berjalan optimal. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, mengatakan kebutuhan anggaran lembaganya untuk menjalankan mandat pemajuan dan penegakan HAM mencapai Rp193,58 miliar. Namun, pagu indikatif yang diterima masih menyisakan selisih lebih dari Rp99 miliar. “Pagu indikatif tahun 2027 yang diterima Komnas H

Anggaran Komnas HAM Dipangkas Rp99 Miliar, Ribuan Aduan Kasus Terancam Tak Tertangani

Komnas HAM Minta Pasal 61 Perpres MBG Dicabut, Nilai Wewenang BGN Terlalu Luas

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta pemerintah mencabut Pasal 61 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasal itu dinilai memberi kewenangan terlalu luas kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Komnas HAM menilai BGN memiliki peran berlapis dalam program MBG. Lembaga itu tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga berperan sebagai regulator dan pengawas program. Desakan tersebut disampaikan Koordinator Subkomisi Penegak

Komnas HAM Minta Pasal 61 Perpres MBG Dicabut, Nilai Wewenang BGN Terlalu Luas

Advokasi Guru Gugat Program MBG di MK, Sebut Siswa Jadi Sibuk Pikirkan Makan Siang

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Guru menyebut pembagian makanan saat jam pelajaran membuat kelas tidak kondusif dan memangkas waktu belajar siswa. Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, Iman mengatakan pelaksanaan MBG di sekolah membuat perhatian murid terpecah. Siswa disebut lebih fokus menunggu pembagian makanan dibanding mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas. Selain itu, proses distribusi MBG disebut mem

Advokasi Guru Gugat Program MBG di MK, Sebut Siswa Jadi Sibuk Pikirkan Makan Siang