Demokrasi Digital Terjebak Politik Emosi, Transparansi Algoritma Jadi Sorotan
Demokrasi digital di Indonesia seolah mulai terjebak dalam politik emosi. Percakapan publik di dunia maya tak lagi mengedepankan kekuatan argumen, tapi diatur algoritma, viralitas, dan resonansi emosional. Penulis buku ‘Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z’ , Andi Ilham Paulangi, menyatakan ruang publik telah mengalami transformasi besar seiring berkembangnya teknologi digital. Dari yang sebelumnya banyak dimediasi oleh media konvensional, kini terus bergeser ke ruang digital














