Pimpinan Hizbullah Sebut Perjanjian Damai Lebanon-Israel yang Dimediasi AS Tidak Sah
Pemimpin kelompok Hizbullah Naim Qassem mengatakan perjanjian yang ditandatangani antara Lebanon dan Israel di Washington tidak sah, serta menyebutnya sebagai "hilangnya kedaulatan". Sebelumnya pada Jumat (26/6), perwakilan Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS di Washington yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik. "Perjanjian ini tidak sah. Ketentuan-ketentuan dalam nota kesepahaman (MoU) Iran-AS harus dijalankan. Perjanjian kerangka kerja yang dirampu














