AFU.id

Indeks Berita

Dirut Agrinas Sentil Politisi PDIP Soal Kipas Rp1,8 Triliun: Datanya Bodong?

Isu pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp1,8 triliun kembali ramai setelah Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Indonesia, Joao Mota angkat suara. Dia justru meminta orang yang pertama menyebarkan isu itu memberikan sumber data yang valid soal pengadaan. Dirut Agrinas meminta anggota Komisi VI DPR Mufti Anam dari Fraksi PDIP menyampaikan data yang akurat sebelum melontarkan pernyataan tersebut. Joao mengaku prihatin terhadap pernyataan yang disampaikan tanpa

Dirut Agrinas Sentil Politisi PDIP Soal Kipas Rp1,8 Triliun: Datanya Bodong?

Duit Perpustakaan Nasional Dipangkas, Warga Desa hingga Lapas Tak Lagi Kebagian Buku

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tidak bisa lagi membagikan bantuan buku ke masyarakat pada 2026 imbas pemangkasan anggaran yang sangat drastis. Kepala Perpusnas Aminudin Aziz mengungkapkan kondisi ini dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi X DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Program pembagian buku ke desa, taman baca masyarakat, lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga puskesmas yang sebelumnya berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, kini

Duit Perpustakaan Nasional Dipangkas, Warga Desa hingga Lapas Tak Lagi Kebagian Buku

Isu Belanja Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun: Menkop Tak Tahu, Dirut Agrinas Sebut Datanya Bodong

Kabar pengadaan 1,8 juta kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) belum dipastikan oleh pemerintah. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku tidak mengetahuinya, sedangkan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, mempertanyakan keabsahan informasi tersebut. Ketika ditanya apakah data pengadaan itu tidak valid, Joao menyebutnya “sepertinya” bodong. “Kalau saya bilang bodong, Anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga, sih.

Isu Belanja Kipas Kopdes Rp1,8 Triliun: Menkop Tak Tahu, Dirut Agrinas Sebut Datanya Bodong

Ternyata Masih Ada 137 Ribu Guru di Indonesia Belum Kantongi Sertifikat Pendidik

Sebanyak 137 ribu orang guru di Indonesia ternyata masih belum mengantongi sertifikat pendidik, sementara sekitar 200 ribu guru lainnya belum menempuh pendidikan strata satu (S1). Data ini terungkap dalam rapat kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026). Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan total jumlah guru di Indonesia per Januari 2026 mencapai 2,9 juta orang,

Ternyata Masih Ada 137 Ribu Guru di Indonesia Belum Kantongi Sertifikat Pendidik

Nasib 403 Eks Pegawai Hotel Sultan: Tenaga Teknis Direkrut, Posisi Manajerial Tunggu Danantara

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai merekrut kembali mantan pegawai Hotel Sultan yang terdampak pengosongan lahan Blok 15. Penyerapan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan tenaga teknis, kebersihan, dan keamanan. Sementara itu, mantan pegawai di bidang manajerial, administrasi, dan perhotelan masih harus menunggu keputusan mengenai pemanfaatan kawasan bersama Danantara. Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo, mengatakan sebanyak 403 mantan pegawai telah mel

Nasib 403 Eks Pegawai Hotel Sultan: Tenaga Teknis Direkrut, Posisi Manajerial Tunggu Danantara

Tiap Kopdes Bakal Dapat Talangan Rp3 Miliar dari Danantara, Untuk Apa Saja?

Setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bakal mendapat alokasi Rp3 miliar untuk pembangunan gerai dan pengadaan sarana operasional. Kebutuhan tersebut terlebih dahulu dibiayai Danantara sebelum dibayar secara bertahap oleh pemerintah. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan besaran alokasi tersebut seusai menghadiri Seminar Nasional KDKMP di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026). “Agrinas ini untuk setiap desa

Tiap Kopdes Bakal Dapat Talangan Rp3 Miliar dari Danantara, Untuk Apa Saja?

Ada Isu PHK Massal Supir Truk Tangki BBM di Balik Kelangkaan di Sumatra Utara, TNI Dikerahkan

Pemandangan tidak biasa tersaji di sejumlah jalan protokol Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara lainnya dalam beberapa hari terakhir. Truk-truk tangki raksasa milik PT Pertamina Patra Niaga kini tidak lagi dikemudikan oleh awak sipil biasa, melainkan oleh personel berseragam TNI dan Polri. Langkah darurat ini terpaksa diambil setelah kelangkaan BBM yang memicu kelumpuhan aktivitas warga dan antrean mengular hingga dini hari di berbagai SPBU ternyata bukan disebabkan oleh menipisnya pasokan miny

1 media, Cenderung netral
Ada Isu PHK Massal Supir Truk Tangki BBM di Balik Kelangkaan di Sumatra Utara, TNI Dikerahkan

25 Kepala Daerah Belajar Kepemimpinan ke Singapura, Seberapa Efektif Program Lemhanas Ini?

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI mulai menggembleng 25 kepala daerah melalui Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III yang berlangsung pada 15–28 Juli 2026 di Singapura. Program ini merupakan kolaborasi Lemhannas, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan pemerintahan daerah, terutama dalam aspek wawasan kebangsaan, integritas, dan

25 Kepala Daerah Belajar Kepemimpinan ke Singapura, Seberapa Efektif Program Lemhanas Ini?

Nasib MBG di Tangan Prabowo, Evaluasi dari Masyarakat Sipil Menumpuk, Akankah Istana Mendengar?

Masa depan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini berada di tangan si pembuat kebijakan yaitu Presiden Prabowo Subianto sendiri. Dalam rapat terbatas bersama jajarana Kabinet Merah Putih dan pimpinan lembaga negara di Istana Merdeka, Rabu (15/7/2026), Prabowo memberikan lampu hijau untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Evaluasi tersebut penertiban praktik penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nakal. "Terkait Program MBG, Presiden Prabowo meminta dilakukan e

3 media, Cenderung kiri
Nasib MBG di Tangan Prabowo, Evaluasi dari Masyarakat Sipil Menumpuk, Akankah Istana Mendengar?

Isu Cawe-cawe di Muktamar NU, Gus Ipul: Prabowo Tak Akan Ikut Campur

Bursa pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031 mulai memanas menjelang Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar pada akhir Agustus mendatang. Di tengah persaingan sejumlah kandidat, PBNU menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan ikut campur atau cawe-cawe dalam proses penentuan pimpinan organisasi tersebut. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, seluruh proses pemilihan ketua umum sepenuhnya menjadi kewenangan para peserta muktamar

Isu Cawe-cawe di Muktamar NU, Gus Ipul: Prabowo Tak Akan Ikut Campur