AFU.id

Indeks Berita

Ternyata Ini Peran Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Balik Kasus Korupsi ASABRI

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan peran spesifik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah (FA) dalam pusaran kasus korupsi yang menjeratnya. Berdasarkan dokumen administrasi penyidikan, Febrie disebut berperan langsung dalam dugaan penyimpangan penanganan perkara korupsi PT ASABRI serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyertainya. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna mengungkap peran tersangka itu mengacu pada Sur

Ternyata Ini Peran Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Balik Kasus Korupsi ASABRI

Barang Bukti Febrie Adriansyah Sampai Diverifikasi US Secret Service, Lembaga Apa Itu?

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (Kortas Tipikor) Polri menggandeng sejumlah lembaga, termasuk PT Pegadaian dan United States Secret Service, untuk memastikan keaslian seluruh barang bukti berupa uang dan emas yang disita dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). "Pe

Barang Bukti Febrie Adriansyah Sampai Diverifikasi US Secret Service, Lembaga Apa Itu?

BGN Warisi Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan, Tagihan EO hingga Dapur Belum Dibayar

Badan Gizi Nasional (BGN) masih memiliki tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp1,6 triliun dari pelaksanaan kegiatan sepanjang 2025, saat lembaga tersebut masih dipimpin Dadan Hindayana. Tunggakan tersebut mencakup belanja pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), jasa penyelenggara acara atau event organizer (EO), sertifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bantuan pemerintah, hingga pengadaan sendok. Pelaksana harian Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan tagi

BGN Warisi Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan, Tagihan EO hingga Dapur Belum Dibayar

Sempat Hindari Wartawan di DPR dan KPK, Kini Kepala BGN Absen Rapat Laporan Keuangan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang tidak memberikan penjelasan langsung mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan BGN Tahun 2025. Nanik absen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026), sehingga pemaparan dan jawaban BGN disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari. Ketidakhadiran Nanik terjadi sekitar satu bulan setelah kedatangan terakhirnya ke Kompleks Parlemen. Saat itu,

Sempat Hindari Wartawan di DPR dan KPK, Kini Kepala BGN Absen Rapat Laporan Keuangan

Kejagung Nyatakan Emas 74 Kg dan Miliaran Rupiah Kasus Febrie Adriansyah Asli Semua

Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan seluruh barang bukti berupa emas batangan dan uang tunai dalam berbagai mata uang, yang terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang mantan Jampidsus Febrie Adriansyah (FA), dinyatakan asli. Kepastian ini disampaikan usai Kejagung menerima pelimpahan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka dari Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri serta Polda Metro Jaya. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, merinci ha

Kejagung Nyatakan Emas 74 Kg dan Miliaran Rupiah Kasus Febrie Adriansyah Asli Semua

Overstay dan Menghilang, Kasus WNI Kabur di Korsel Bikin Travel Terancam Denda Ratusan Juta

Seorang pria asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, bernama Femas Yani Arianto dikabarkan hilang setelah diduga sengaja meninggalkan rombongan tur saat berwisata ke Korea Selatan. Kabar ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun Threads @sarjanabackpacker pada (16/7/2026), sebelum akhirnya ramai diperbincangkan di berbagai kanal media sosial. Femas kini dipastikan telah melewati batas izin tinggal atau overstay di Korea Selatan sejak sekitar 12-13 Juli lalu. Pemilik agensi travel Berani Backpacker

Overstay dan Menghilang, Kasus WNI Kabur di Korsel Bikin Travel Terancam Denda Ratusan Juta

CKG Kemenkes Ungkap Bahaya Tersembunyi, Penyakit Jantung Bawaan Jadi Ancaman Potensial Bayi Baru Lahir di Indonesia

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per Juli 2026 mengungkap sebuah bahaya tersembunyi. Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Kritis kini menjadi ancaman terbesar bagi bayi baru lahir di Indonesia. Dari hasil CKG diketahui, dari 490 ribu bayi yang menjalani Newborn Screening melalui alat deteksi kadar oksigen ( pulse oximetry ), sebanyak 4,3 persen atau sekitar 20.946 bayi terindikasi memiliki kelainan struktur jantung dan membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Jika tidak d

2 media, Cenderung netral
CKG Kemenkes Ungkap Bahaya Tersembunyi, Penyakit Jantung Bawaan Jadi Ancaman Potensial Bayi Baru Lahir di Indonesia

Muhammadiyah Masuk Jajaran 5 Besar Organisasi Pemegang SPPG Terbanyak

Persyarikatan Muhammadiyah masuk dalam jajaran lima besar organisasi pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fakta tersebut diungkap Koordinator MBG Watch, Media Wahyudi Askar, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Dalam paparannya, Askar menyebut lima yayasan atau organisasi dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni Yayasan Kemala Bhayangkari milik Polri

Muhammadiyah Masuk Jajaran 5 Besar Organisasi Pemegang SPPG Terbanyak

Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 di Bawah 20 Persen, Purbaya: Bukan karena MBG

Realisasi anggaran pendidikan pada 2025 tercatat berada di bawah batas minimal 20 persen dari total belanja negara. Pemerintah menyebut kondisi tersebut dipicu membengkaknya belanja negara untuk kebutuhan darurat, terutama penanganan bencana, sehingga porsi anggaran pendidikan terhadap APBN ikut menurun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penurunan persentase itu bukan disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, sejak awal penyusunan APBN, pemerintah telah meran

Realisasi Anggaran Pendidikan 2025 di Bawah 20 Persen, Purbaya: Bukan karena MBG

Bupati Kuansing Bantah Kasih Amplop ke Menhut, Padahal Sudah Dikonfirmasi KPK

Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif Suhardiman Amby membantah telah memberikan amplop berisi uang kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Bantahan ini disampaikan Suhardiman usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di Pemerintah Kabupaten Kuansing, saat hendak menuju mobil tahanan menuju Rumah Tahanan KPK, Jumat (17/7/2026). Suhadirman bahkan mengaku tidak mengetahui isi amplop yang sempat tertinggal di meja kerja Raja Juli. Bantahan Suhardiman in

Bupati Kuansing Bantah Kasih Amplop ke Menhut, Padahal Sudah Dikonfirmasi KPK