AFU.id

Indeks Berita

Dolar AS Tembus Rp17.800, Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Tak Perlu Dihitung Ulang

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS tidak mengharuskan pemerintah menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kementerian Keuangan, menurut dia, sebelumnya sudah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario ekonomi, termasuk memperhitungkan saat harga minyak global mencapai 100 dolar AS per barel. “Kita udah hitung. Pada waktu simulasi (minyak global) 100 dolar per barel itu, asums

Dolar AS Tembus Rp17.800, Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Tak Perlu Dihitung Ulang

BPS: Industri Manufaktur Indonesia Masih Ekspansi di Tengah Badai Ekonomi

Di tengah badai ekonomi yang mengancam industri, sektor manufaktur Indonesia ternyata masih mampu bertahan. Bahkan Badan Pusat Statistik mengungkapkan, sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi pada Triwulan I-2026 ini. BPS mencatat industri pengolahan tumbuh 5,04 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026 dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. “Di triwulan I itu Indeks Keyakinan Bisnis Manufaktur kita di dalam zona ekspansi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)

BPS: Industri Manufaktur Indonesia Masih Ekspansi di Tengah Badai Ekonomi

Lapas Tangerang Sulap Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bangunan Bernilai Ekonomi

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, mengembangkan program hilirisasi industri berbasis pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA) untuk memproduksi bahan konstruksi bernilai ekonomi. Kepala Lapas Tangerang, Beni Hidayat, saat ditemui di Tangerang, Selasa, menjelaskan bahwa program pembinaan produktif ini melibatkan 72 warga binaan. Mereka memproduksi berbagai bahan bangunan seperti paving block, bataton press, roster, pagar panel, modul

Lapas Tangerang Sulap Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bangunan Bernilai Ekonomi

Sepekan Pascapidato Presiden Prabowo, Rupiah-IHSG Terus Rontok dan Triliunan Modal Asing Hilang

Pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 20 Mei 2026, sejatinya dapat menjadi titik balik penting dalam arah kebijakan struktural ekonomi. Akan tetapi, para pihak maupun investor asing justru mengabaikan pidato berapi-api sang Kepala Negara selama satu setengah jam lebih tersebut. Pasar keuangan dan pasar modal domestik mengalami tekanan hebat, yang tercermin dari pergerakan nilai tukar rupiah yang terus saja melemah. Sama

Sepekan Pascapidato Presiden Prabowo, Rupiah-IHSG Terus Rontok dan Triliunan Modal Asing Hilang

Rupiah Tertekan, Ekonom Sebut Kepercayaan Pasar Jadi Masalah Utama

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai stabilitas makroekonomi Indonesia perlu diikuti penguatan kepercayaan pasar atau market confidence agar arus modal, nilai tukar rupiah, dan investasi dapat lebih terjaga. “Antara stabilitas dengan market confidence ini yang perlu diperhatikan. Pemerintah mencoba menjaga dengan data-data makro yang sudah sangat baik, tetapi masalahnya confidence ,” kata Aviliani di Jakarta, Selasa, (26/5/2026) Ia mengatakan

Rupiah Tertekan, Ekonom Sebut Kepercayaan Pasar Jadi Masalah Utama

Badai PHK Nyata, Indutsri Manufaktur Bertumbangan, Struktur Ekonomi Indonesia Dinilai Rapuh

Prediksi suram gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal, akhirnya menjadi kenyataan. Di Depok, Jawa Barat, PT Xacti Indonesia, sebuah nama besar di sektor industri lokal, resmi menghentikan seluruh operasionalnya alias tutup total. Keputusan pelik ini seketika merenggut mata pencaharian 350 pekerjanya. PT Xacti Indonesia adalah perusahaan manufaktur elektronik asal Jepang yang berlokasi di Jl. Raya Bogor, Tapos, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya dikenal sebagai PT Sanyo Group, perusahaan ini

Badai PHK Nyata, Indutsri Manufaktur Bertumbangan, Struktur Ekonomi Indonesia Dinilai Rapuh

DSI Jadi BUMN, Eksportir Tuntut Kejelasan Terkait Penghormatan Kontrak Ekspor, Rentan Digugat ke WTO

Badan tunggal pengelola ekspor komoditas strategis Danantara Sumber Daya Indonesia resmi dibentuk sebagai badan usaha milik negara (BUMN) pada Senin (25/5/2026). Terkait itu, pemerintah mengonfirmasi bahwa PT DSI akan bergerak dalam dua fase. Pertama, mulai 1 Juni–31 Desember 2026, sebagai masa transisi, PT DSI akan bertindak selaku assessor atau perantara administratif yang mengawasi dokumen dan transaksi ekspor. Namun ekspor masih dilakukan langsung oleh eksportir. Proses ini berlangsung hingg

DSI Jadi BUMN, Eksportir Tuntut Kejelasan Terkait Penghormatan Kontrak Ekspor, Rentan Digugat ke WTO

Purbaya: Fungsi Bea Cukai Tidak Berubah Usai Pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) tidak akan mengubah tugas dan kewenangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pengawasan ekspor dan impor. Pemerintah memastikan fungsi Bea Cukai tetap berjalan seperti biasa meski PT DSI mulai beroperasi. Menurut Purbaya, PT DSI nantinya hanya berperan dalam kegiatan perdagangan atau trading sumber daya alam. Sementara itu, proses pemeriksaan ekspor dan impor tetap menjadi kew

Purbaya: Fungsi Bea Cukai Tidak Berubah Usai Pembentukan Danantara Sumber Daya Indonesia

Insentif Mobil dan Motor Listrik Ditunda hingga Juli 2026

Pemerintah menunda pemberian insentif kendaraan listrik yang sebelumnya direncanakan mulai Juni 2026 menjadi Juli 2026. Penundaan tersebut diumumkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026). Purbaya mengatakan pemerintah masih melakukan sejumlah perhitungan terkait skema insentif kendaraan listrik sebelum kebijakan itu dijalankan. Karena itu, pelaksanaannya belum bisa dimulai bulan depan. “Insentif EV masih ditunda

Insentif Mobil dan Motor Listrik Ditunda hingga Juli 2026

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Melambung hingga Rp90 Ribu

Menjelang Idul Adha, sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit merah di Pasar Cipete, Jakarta Selatan, mencapai Rp90 ribu per kilogram (kg). "Harga cabai rawit merah sekarang Rp90 ribu per kg, kemarin masih Rp75 ribu hingga 80 ribu," kata salah satu pedagang sayur di Pasar Cipete Riyanti saat ditemui di Jakarta, Senin, (25/5/2026). Dia mengatakan kenaikan harga juga dialami bawang merah per kg yang mencapai Rp60 ribu. Namun, kenaikan itu masih terbilang sedikit, karena harga sebelumnya Rp5

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Melambung hingga Rp90 Ribu