AFU.id

Indeks Berita

Ekonom: Rupiah Tertekan, Pemerintah Jangan hanya Andalkan Bank Indonesia

Stabilisasi rupiah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan Bank Indonesia. Pemerintah diminta ikut turun tangan melalui kebijakan fiskal. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan pasar kini menunggu langkah pemerintah. Menurut dia, kenaikan suku bunga sudah menunjukkan Bank Indonesia memprioritaskan stabilitas rupiah. Namun, langkah itu masih perlu ditopang kebijakan lain. “BI tidak bisa bekerja sendirian,” kata Fakhrul dalam keterangannya, Jumat, (29/5/2026). Fakhrul

Ekonom: Rupiah Tertekan, Pemerintah Jangan hanya Andalkan Bank Indonesia

Tekan Tunggakan Rp330,6 Miliar, DJP Blokir Serentak 84 Rekening Wajib Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengambil tindakan tegas terhadap para penunggak pajak berskala besar. Melalui aksi terintegrasi, Kanwil DJP Banten bersama 12 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah kerjanya memblokir serentak rekening milik 84 Wajib Pajak (WP). Langkah agresif ini merupakan bagian dari operasi terstruktur yang berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026, dengan mengusung tema "Gerak Serentak Penagihan Pajak: Cepat, Tepat, dan Berdampak". "Sebanyak 84 Wajib Pajak

Tekan Tunggakan Rp330,6 Miliar, DJP Blokir Serentak 84 Rekening Wajib Pajak

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.850 per Kg, Telur Ayam Rp29.250

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan pada Jumat pukul 09.30 WIB masih berada di level tinggi. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp83.850 per kilogram (kg), sementara telur ayam ras berada di harga Rp29.250 per kg. Berdasarkan data PIHPS di Jakarta, harga bawang merah di tingkat pedagang eceran nasional tercatat Rp50.700 per kg, sedangkan bawang putih Rp39.000 per kg. Untuk komoditas beras, harga beras kual

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.850 per Kg, Telur Ayam Rp29.250

IHSG Berpotensi Volatil Dipicu Rebalancing MSCI dan Aksi Jual Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat diperkirakan bergerak fluktuatif seiring penyesuaian portofolio oleh manajer investasi global menyusul rebalancing indeks MSCI yang mulai efektif setelah penutupan perdagangan hari ini. IHSG dibuka turun 17,42 poin atau 0,28 persen ke level 6.112,77. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 10,51 poin atau 1,69 persen ke posisi 609,89. “Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi be

IHSG Berpotensi Volatil Dipicu Rebalancing MSCI dan Aksi Jual Saham

Petani Sawit Minta DSI Jadi Pengawas, Bukan Pengendali Perdagangan

Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia menilai Danantara Sumber Daya Indonesia lebih tepat berperan sebagai pengawas perdagangan sawit nasional. Ketua Umum Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia Mansuetus Darto mengatakan lembaga itu sebaiknya tidak menjadi pengendali utama perdagangan sawit. Menurut dia, Danantara Sumber Daya Indonesia lebih tepat berfungsi sebagai regulator pendukung, verifikator, dan pengawas sistem perdagangan. “Negara, pemerintah, dan atau DSI seharusnya lebih

Petani Sawit Minta DSI Jadi Pengawas, Bukan Pengendali Perdagangan

Kunci Penguatan Rupiah Ada di Sinkronisasi Fiskal dan Moneter

Nilai tukar rupiah dinilai memiliki peluang besar untuk bangkit (rebound) secara signifikan. Syarat utamanya adalah perbaikan bauran kebijakan (policy mix) serta adanya pembagian beban (burden sharing) yang seimbang antara otoritas fiskal dan moneter. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, memproyeksikan rupiah bisa menguat kembali ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS jika koordinasi kedua lini tersebut berjalan solid. Sebagai catatan, saat pasar domestik tutup

Kunci Penguatan Rupiah Ada di Sinkronisasi Fiskal dan Moneter

Tanggung Banyak Tekanan Ekonomi, Rupiah Terus Melemah

Berkah Idul Adha belum menyentuh rupiah. Pada perdagangan spot di pasar valas global, kurs rupiah berada di level Rp17.873,5 per dolar AS pada Kamis (28/5/2026). Adapun rupiah di pasar offshore bergerak melemah hingga melewati level Rp17.800 per dolar AS saat pasar domestik libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian memandang nilai tukar rupiah saat ini menanggung banyak tekanan ekonomi, merespons pelemahan nilai tukar yang kini melewati le

Tanggung Banyak Tekanan Ekonomi, Rupiah Terus Melemah

Hipmi Sebut Jejaring Global Jadi Kunci Daya Saing Pengusaha Muda

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendorong penguatan kerja sama dengan Junior Chamber International (JCI) untuk memperluas jejaring global dan membuka akses internasional bagi pengusaha muda Indonesia. Ketua Badan Pengurus Pusat Hipmi Anthony Leong mengatakan pengusaha muda Indonesia harus mulai berani menembus pasar internasional di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat. "Ke depan, pengusaha muda Indonesia harus berani go international," kata Anthony dalam keterangannya d

Hipmi Sebut Jejaring Global Jadi Kunci Daya Saing Pengusaha Muda

Rupiah Jadi “Shock Absorber”, Tekanan Global Dinilai Kian Berat

Nilai tukar rupiah dinilai tengah menanggung tekanan ekonomi yang besar di tengah pelemahannya hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS di pasar offshore atau luar negeri. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan, dalam kondisi normal kenaikan harga energi global biasanya memberi tekanan pada inflasi, fiskal, harga domestik, hingga nilai tukar. Namun, menurut dia, penyesuaian harga di dalam negeri saat ini dilakukan secara hati-hati demi menjaga stabilitas sosial

Rupiah Jadi “Shock Absorber”, Tekanan Global Dinilai Kian Berat

Rupiah Tembus Rp17.800: Ketika Mata Uang Garuda Menjadi 'Shock Absorber' Tunggal Beban Ekonomi Nasional

Nilai tukar rupiah mencatatkan rekor terlemah dalam sejarah saat perdagangan domestik sedang libur memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di pasar offshore (luar negeri) dan pasar spot global pada Kamis (28/5/2026), mata uang Garuda terpantau layu melampaui level psikologis baru, yakni menembus Rp17.873,5 per dolar AS. Ambruknya rupiah ke zona Rp17.800-an memicu kekhawatiran besar mengenai stabilitas pasar keuangan nasional. Kendati demikian, sejumlah analis menilai jatuhnya nilai tukar

Rupiah Tembus Rp17.800: Ketika Mata Uang Garuda Menjadi 'Shock Absorber' Tunggal Beban Ekonomi Nasional