AFU.id

Indeks Berita

Psikolog: Legalitas, Keamanan, dan Transparansi Pelayanan Jadi Aspek Penting Memilih Daycare

Psikolog Devi Yanti, M. Psi., Psikolog menyampaikan pentingnya para orang tua memperhatikan legalitas, keamanan, dan transparansi pelayanan dalam memilih tempat penitipan anak. Saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Senin, psikolog klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu mengatakan bahwa orang tua sebaiknya memastikan tempat penitipan anak yang akan dipilih sudah terdaftar dan punya izin operasi dari dinas terkait. Orang tua juga perlu memastikan pengelola tempat penitipan anak yang hendak dipilih

Psikolog: Legalitas, Keamanan, dan Transparansi Pelayanan Jadi Aspek Penting Memilih Daycare

Penggunaan Daycare Meningkat, Mayoritas Belum Berizin dan Minim Standar

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat bahwa sekitar 44 persen daycare di Indonesia belum memiliki izin atau legalitas, dan hanya 30,7 persen yang memiliki izin operasional. "Kualitas layanan masih menjadi tantangan besar. Sekitar 44 persen belum memiliki izin atau legalitas, dan hanya 30,7 persen yang memiliki izin operasional," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi di Jakarta, Senin, (27/4/26). Sementara itu, baru 12 persen daycare ya

Penggunaan Daycare Meningkat, Mayoritas Belum Berizin dan Minim Standar

Guru Terancam Kriminalisasi saat Disiplinkan Siswa, RUU Sisdiknas Siapkan Perlindungan

Anggota Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menyampaikan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang sedang disusun siap menjadi payung hukum komprehensif yang menjamin perlindungan terhadap tenaga pendidik. "Komisi X DPR sudah meyakinkan bahwa perlindungan guru itu akan kita perhatikan betul di dalam batang tubuh Undang-Undang Sisdiknas yang sedang disusun oleh Komisi X," kata dia dikutip di Jakarta, Senin, (27/4/26) Dia mengatakan hal tersebut menjawab keresahan para gur

Guru Terancam Kriminalisasi saat Disiplinkan Siswa, RUU Sisdiknas Siapkan Perlindungan

Cerita Anak soal Daycare Jadi Proteksi Dini Cegah Kekerasan

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) memberikan kiat supaya anak-anak yang dititipkan di tempat penitipan anak atau daycare mau bercerita mengenai aktivitas yang telah dilakukan di tempat tersebut. "Untuk anak yang sudah bisa berbicara, ada beberapa pendekatan yang efektif," kata Bendahara HIMPSI Wilayah Aceh Devi Yanti, M. Psi., Psikolog saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Senin, (27/4/26). Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa Aceh itu mengatakan orang tua dapat membuka ruang obrolan dengan men

Cerita Anak soal Daycare Jadi Proteksi Dini Cegah Kekerasan

Perilaku Anak Berubah Setelah Daycare, Larangan Kunjungan Mendadak Jadi Sinyal Bahaya

Psikolog Devi Yanti, M. Psi., Psikolog menganjurkan para orang tua untuk memperhatikan perilaku anak setelah dititipkan di tempat penitipan anak dan segera menindaklanjuti jika mendapati perubahan perilaku yang mencurigakan pada anak. "Jangan menunggu sampai ada bukti nyata. Naluri orang tua adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan," kata Bendahara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Aceh itu saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Senin, (27/4/26). Devi menyarankan orang tua mencatat

Perilaku Anak Berubah Setelah Daycare, Larangan Kunjungan Mendadak Jadi Sinyal Bahaya

Diplomasi Aniwayang, Modernisasi Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar mengatakan bahwa seni pertunjukan wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga alat diplomasi budaya yang bisa dibawa ke mana saja dan memiliki nilai ekonomi luar biasa. Dalam keterangannya yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu, (26/4/2026) seni pertunjukan wayang dengan tokoh animasi (aniwayang) merupakan pendekatan kreatif yang relevan bagi lintas generasi dalam pertunjukan itu. “Apa yang dilakukan Aniway

Diplomasi Aniwayang, Modernisasi Budaya Bernilai Ekonomi Tinggi

Kasus Kekerasan di Daycare Yogya, Pendampingan Psikologis dan Pencabutan Izin Jadi Tuntutan

Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina meminta pemerintah memastikan anak-anak yang menjadi korban dalam kasus dugaan penganiayaan di sebuah daycare di Kota Yogyakarta mendapatkan pendampingan intensif dari psikolog atau konselor anak. “Pendampingan intensif oleh tenaga profesional, seperti psikolog atau konselor anak, mutlak diperlukan agar trauma yang dialami dapat pulih. Peran orang tua juga krusial dalam mengembalikan rasa aman anak setelah mengalami kejadian tragis ini,” kata Arzeti di Jak

Kasus Kekerasan di Daycare Yogya, Pendampingan Psikologis dan Pencabutan Izin Jadi Tuntutan

Pelajar Rentan Kebocoran Data di Era AI, Password dan Email Jadi Celah Penyalahgunaan Data

Sejumlah mahasiswa S2 Program Pascasarjana Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, Banten, melakukan sosialisasi keamanan data bagi pelajar pada era kecerdasan buatan (AI) sebagai upaya mencegah terjadinya kejahatan digital. Mahasiswa S2 Unpam I Made Mustika Kerta Astawa di Tangerang, Minggu, (26/4/26) mengatakan upaya menjaga keamanan data yang dapat dilakukan pelajar adalah dengan pembuatan dan melakukan penggantian password secara berkala. Hal ini ber

Pelajar Rentan Kebocoran Data di Era AI, Password dan Email Jadi Celah Penyalahgunaan Data

Korban Daycare Yogya Jalani Pendampingan Psikososial, Evaluasi Izin dan Pengawasan Berjalan

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, tempat penitipan anak yang digerebek polisi pada Jumat (24/4). "Memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban dan dukungan kepada keluarga melalui layanan terpadu," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY Erlina Hidayati Sumardi di Yogyakarta, M

Korban Daycare Yogya Jalani Pendampingan Psikososial, Evaluasi Izin dan Pengawasan Berjalan

Hari Buku 2026: Rendahnya Tingkat Literasi dan Minimnya Buku-buku Bermutu di Perpustakaan

Membaca buku bagaikan upaya menjaga pelita tetap menyala. Di setiap halamannya, lembaran kertas menawarkan sebuah jeda. Saat aksara mulai membuka cakrawala, riuh di kepala perlahan mereda. Hanya ada keheningan dan ilmu yang menjelma semesta. Setiap tanggal 23 April, kalender global menandai satu agenda besar, yakni peringatan Hari Buku Sedunia. Momentum yang dikenal sebagai World Book and Copyright Day ini salah satunya mengingatkan pentingnya membaca dan mengembangkan budaya literasi, mengingat

Hari Buku 2026: Rendahnya Tingkat Literasi dan Minimnya Buku-buku Bermutu di Perpustakaan