AFU.id

Indeks Berita

5 Rekomendasi PII soal Kecelakaan Maut di Bekasi Timur, Audit Persinyalan dan Telekomunikasi

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berharap pemerintah menjadikan tragedi tabrakan kereta di Bekasi, Jawa Barat, Senin, (27/4/2026), sebagai momentum untuk evaluasi. “Kami berharap kepada otoritas yang berwenang atas pengelolaan transportasi perkeretaapian, menjadikan peristiwa kecelakaan ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi secara komprehensif, baik secara sistem pengelolaan maupun teknologi, agar peristiwa ini tidak terulang lagi,” ujar Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie dalam keteran

5 Rekomendasi PII soal Kecelakaan Maut di Bekasi Timur, Audit Persinyalan dan Telekomunikasi

Soal Rekom KPK Ketum Partai 2 Periode, Muhaimin Berkelakar Rekor Capaian PKB di Tangannya

Akibat kompetisi yang terlalu keras dalam tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), membuat partai hijau ini pernah nyungsep dengan perolehan suara sangat rendah pada Pemilu 2009. Di situ, PKB hanya mendapat 28 kursi di DPR RI. Perolehan suara PKB saat itu juga sangat rendah, menurut catatan yang dipaparkan PatraData, sebuah perusahaan data politik berbasis algoritma di Jakarta, hanya sekitar lima juta suara. Masih mengutip data yang sama, justru perolehan suara PKB di Pemilu 2004 jauh lebih tinggi

6 media, Cenderung netral
Soal Rekom KPK  Ketum Partai 2 Periode, Muhaimin Berkelakar Rekor Capaian PKB di Tangannya

Beban Ganda Perempuan Korban Kecelakaan, Tekanan Ekonomi dan Tanggung Jawab Keluarga

Perempuan korban kecelakaan kereta api juga menanggung beban peran ganda yang memengaruhi proses pemulihan, di tengah dampak fisik dan psikologis yang dialami. Guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog mengatakan perempuan yang berperan sebagai pencari nafkah sekaligus pengurus rumah tangga berisiko mengalami beban mental lebih berat setelah mengalami peristiwa traumatis. “Ketika hal ini terjadi pada perempuan yang menjadi tulang punggu

Beban Ganda Perempuan Korban Kecelakaan, Tekanan Ekonomi dan Tanggung Jawab Keluarga

Pilah Pilih Berita Kecelakaan Maut, Potensi Hoaks dan Picu Trauma Korban

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat Indonesia agar bijak menyebarkan informasi mengenai kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur. Dia mengingatkan apabila masyarakat ingin berbagi informasi, maka pastikan ketepatan informasi dan jangan sampai membagikan hal-hal yang tidak tepat. "Kita mengimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar

Pilah Pilih Berita Kecelakaan Maut, Potensi Hoaks dan Picu Trauma Korban

Utang Proyek Whoosh Selangit, BUMN: Pemerintah akan Tanggung Beban Finansialnya

Pemerintah menyiapkan langkah intervensi untuk menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria kepada wartawan di Jakarta, Selasa, menjelaskan penyelesaian masalah finansial proyek Whoosh perlu fokus pada keberlanjutan operasional kereta cepat ini ke depannya. Pasalnya, operasional Whoosh sejauh ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Maka, kata dia, beban utang Whoosh tidak bisa dibebankan hanya k

Utang Proyek Whoosh Selangit, BUMN: Pemerintah akan Tanggung Beban Finansialnya

Muktamar NU ke-35 Siap Digelar, Tiga Poros Utama Siap Berebut Kursi Ketua Umum

Kisruh yang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) kemungkinan bakal diselesaikan melalui Muktamar ke-35 yang direncanakan akan berlangsung bulan Agustus mendatang. Hal tersebut terungkap dari pertemuan 23 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia dengan Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari tercapainya islah (rekonsiliasi) di inte

Muktamar NU ke-35 Siap Digelar, Tiga Poros Utama Siap Berebut Kursi Ketua Umum

Cak Imin: Sistem “Voting” Jadi Masalah Utama Gagalnya Kepengurusan PBNU Sekarang

Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut kepengurusan PBNU telah gagal karena salah fokus. Yang dimaksud Cak Imin, pengurusnya sekarang terlalu fokus pada persoalan yang tidak terkait dengan kalangan bawah. “Lebih fokus ke persoalan yang tidak relevan dengan masyarakat bawah,” tegasnya di podcast Akbar Faizal Uncensored, Selasa (28/4/2026). Pernyataan itu menyambung statemennya pada Minggu (19/4) di acara halal bihalal Pengurus Besar (PD) Ikatan Alumni Perge

3 media, Cenderung netral
Cak Imin: Sistem “Voting” Jadi Masalah Utama Gagalnya Kepengurusan PBNU Sekarang

Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Geser ke Tengah, Solusi Nyata atau Asbun?

Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menjadi salah satu cerita kelam terbaru di Indonesia. Peristiwa tersebut pun memicu desakan evaluasi secara total terhadap standar baru keselamatan transportasi publik. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI), Arifah Fauzi, turut berkomentar atas kejadiaan naas tersebut. Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong khusus wanita

Menteri PPPA Usul Gerbong Wanita Geser ke Tengah, Solusi Nyata atau Asbun?

Angga Raka Prabowo Tinggalkan Bakom dengan Catatan Kritis atas Narasi Kebijakan

Setelah tujuh bulan menakhodai masa rintisan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Angga Raka Prabowo secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Muhammad Qodari. Dalam pidato perpisahan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, (28/4/2026), loyalis senior Prabowo Subianto ini memberikan pengakuan jujur mengenai beratnya beban membangun institusi dari nol dan celah kinerja yang masih menganga lebar. Angga membeberkan bahwa masa tugasnya adalah fase ‘babat ala

Angga Raka Prabowo Tinggalkan Bakom dengan Catatan Kritis atas Narasi Kebijakan

Qodari Jabat Bakom, Janji Perangi Disinformasi Meski Terkendala Birokrasi. Oke, Nanti Kita Tagih!

Muhammad Qodari resmi berpindah jabatan dari Kepala Staf Presiden (KSP) menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI). Ia menggantikan Angga Raka Prabowo dalam seremoni pisah sambut yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, (28/4/2026). Penunjukan tersebut menandai fase baru komunikasi publik pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto. Qodari menekankan pendekatan lebih agresif di tengah meningkatnya tekanan opini publik dan derasnya arus informasi digital. Dalam pid

Qodari Jabat Bakom, Janji Perangi Disinformasi Meski Terkendala Birokrasi. Oke, Nanti Kita Tagih!