AFU.id

Indeks Berita

Jejak Burhanuddin Abdullah Jinakkan Inflasi: 3 Kebijakan yang Mengubah Arah BI

Tahun 2005 menjadi salah satu periode paling menantang dalam sejarah perekonomian Indonesia pascareformasi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memicu lonjakan inflasi hingga 17,11%, jauh melampaui sasaran yang ditetapkan pemerintah. Di tengah tekanan tersebut, Bank Indonesia (BI) harus mengambil langkah-langkah sulit untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar. Saat itu, BI berada di bawah kepemimpinan Burhanuddin Abdullah, Gubernur BI periode 2003-2008. Berb

Jejak Burhanuddin Abdullah Jinakkan Inflasi: 3 Kebijakan yang Mengubah Arah BI

Pembiayaan Pindar Tembus Rp105 Triliun, OJK Siapkan Pedoman Keamanan Siber

Pembiayaan pinjaman daring (pindar) mencapai Rp105,14 triliun hingga semester I 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun pedoman ketahanan keamanan siber bagi penyelenggara pindar. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pedoman tersebut akan menjadi acuan bagi penyelenggara pindar dalam melakukan asesmen risiko siber secara berkala. "Pedoman

Pembiayaan Pindar Tembus Rp105 Triliun, OJK Siapkan Pedoman Keamanan Siber

Deflasi Nasional Tutupi Ketimpangan Inflasi Daerah, Beban Masyarakat Masih Berbeda

Inflasi daerah kembali menjadi sorotan usai Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka deflasi sebesar 0,14% pada Juli 2026. Capaian itu mencerminkan perlambatan kenaikan harga secara nasional ketimbang bulan sebelumnya ( month-to-month / m-to-m ). Namun, gambaran agregat itu belum sepenuhnya merepresentasikan kondisi biaya hidup yang masyarakat hadapi masyarakat di berbagai daerah. Perbedaan karakteristik produksi, distribusi, hingga konsumsi membuat perkembangan harga antardaerah bergerak deng

Deflasi Nasional Tutupi Ketimpangan Inflasi Daerah, Beban Masyarakat Masih Berbeda

Harga BBM Turun, Inflasi Transportasi Masih Bebani Rumah Tangga

Data inflasi Juli 2026 menjadi fenomena menarik di tengah upaya Pemerintah Republik Indonesia (RI) menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,14% secara bulanan ( month-to-month / m-to-m ) pada Juli 2026. Hanya saja, biaya transportasi yang masih tinggi menunjukkan manfaat penurunan harga belum merata bagi setiap masyarakat. Penurunan harga beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada awal Juli 2026 ikut berk

Harga BBM Turun, Inflasi Transportasi Masih Bebani Rumah Tangga

Benarkah BI Akan Masuk Kemenkeu? Ini Kedudukan dan Wewenang Bank Sentral sesuai UU

Isu Bank Indonesia (BI) akan masuk ke dalam struktur Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencuat setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Spekulasi tersebut berkembang di tengah pencarian sosok pengganti Perry. Nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pun sempat dikaitkan dengan bursa calon Gubernur BI. Namun, Purbaya mengaku baru mengetahui isu yang menyebut BI akan masuk ke dalam struktur pemerintahan atau berada di bawah Kemenkeu. Ia menilai terlalu dini untuk menarik k

Benarkah BI Akan Masuk Kemenkeu? Ini Kedudukan dan Wewenang Bank Sentral sesuai UU

Harga Pangan Turun Picu Deflasi Juli 2026, Daya Beli Masyarakat Belum Tentu Pulih

Deflasi Juli 2026 menjadi kabar yang melegakan bagi masyarakat setelah tekanan harga sempat meningkat pada bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14% pada Juli 2026. Akan tetapi, penurunan harga sejumlah komoditas belum otomatis mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat secara menyeluruh. Pasalnya, meningkatnya pasokan berbagai komoditas pangan hortikultura selama musim panen yang lebih banyak memengaruhi fenomena tersebut. Harga b

Harga Pangan Turun Picu Deflasi Juli 2026, Daya Beli Masyarakat Belum Tentu Pulih

Purbaya: Insentif 500 Ribu Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Skema PPN Masih Tanda Tanya

Paket insentif baru untuk kendaraan listrik segera diluncurkan dengan sasaran 500 ribu unit motor dan mobil listrik. Kebijakan tersebut saat ini masih difinalisasi sebelum diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa pekan ke depan. Program ini diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri otomotif nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pembahasan paket insentif masih berlangsung dan akan segera dirampungkan. Ia menje

Purbaya: Insentif 500 Ribu Kendaraan Listrik Segera Meluncur, Skema PPN Masih Tanda Tanya

Nasib Wong Cilik: Hidup Makan Tabungan, Saldo Rekening Menyusut, Orang Kaya Borong Dolar

Fenomena "makan tabungan" atau mantab kian nyata dirasakan oleh kelompok masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. Daya beli yang tergerus kebutuhan hidup membuat akumulasi simpanan warga berpenghasilan rendah terus mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan riset terbaru dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), rata-rata saldo rekening masyarakat yang memiliki simpanan di bawah Rp100 juta tercatat hanya tersisa Rp1,7 juta per Mei 2026. Jika menilik ke belakang, an

2 media, Cenderung netral
Nasib Wong Cilik: Hidup Makan Tabungan, Saldo Rekening Menyusut, Orang Kaya Borong Dolar

Harga Emas Hari Ini, Selasa 4 Agustus 2026: Antam dan Pegadaian Turun Lagi

Berikut data terbaru harga emas resmi di Indonesia pada Selasa, 4 Agustus 2026. Informasi ini tentu saja dapat membantu anda dalam mengambil langkah investasi terbaik dalam kondisi ekonomi sekarang. Terlebih lagi, emas merupakan salah satu instrumen investasi terbaik sebagai aset aman ( safe haven ) penahan inflasi sejak dulu. Pada hari ini, emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam Logam Mulia mengalami pelemahan harga. Kondisi serupa terjadi pada dua jenama yang terjual

Harga Emas Hari Ini, Selasa 4 Agustus 2026: Antam dan Pegadaian Turun Lagi

Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun Kembali "Digoreng" di Media Sosial, Begini Faktanya

Isu mengenai penarikan dana jumbo sebesar Rp11,5 triliun oleh bank-bank asing seperti Citigroup, HSBC, dan Standard Chartered kembali viral dan ramai diperbincangkan netizen di media sosial. Isu ini memicu beragam spekulasi publik terkait kondisi perekonomian nasional, meski fakta sebenarnya telah dijelaskan secara gamblang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak perbankan sejak Juli lalu. Dalam beberapa hari terakhir, potongan berita dan narasi seputar penarikan modal oleh bank asing dari I

Isu Bank Asing Tarik Dana Rp11,5 Triliun Kembali "Digoreng" di Media Sosial, Begini Faktanya