AFU.id

Indeks Berita

Prabowo Ultimatum TNI, Polri, dan Jaksa Berbenah: Rakyat Tak Mau Korupsi

Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh aparatur negara agar segera berbenah dan melakukan introspeksi. Pesan itu ditujukan kepada birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga jajaran Kejaksaan agar tidak mengabaikan amanah rakyat dan menjauh dari praktik korupsi maupun penyalahgunaan jabatan. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Dalam kes

Prabowo Ultimatum TNI, Polri, dan Jaksa Berbenah: Rakyat Tak Mau Korupsi

Prabowo Akui MBG Disusupi Banyak Maling, TNI-Polri Jangan Ikut Minta Setoran

Presiden Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah disusupi banyak pihak untuk melakukan penyelewengan. Ia meminta TNI dan Polri ikut mengawasi, tetapi mengingatkan aparat agar tidak menggunakan pemeriksaan untuk meminta setoran. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato peresmian lima bendungan yang dipusatkan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Prabowo mengatakan pemerintah menyadari terdapat pihak-pihak yang masuk ke dalam program MBG u

Prabowo Akui MBG Disusupi Banyak Maling, TNI-Polri Jangan Ikut Minta Setoran

TPPU Tan Kian Belum Bergerak, Ini Kata Jampidsus Febrie Adriansyah

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah mengungkapkan pengusutan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret nama pengusaha Tan Kian belum menunjukkan tindak lanjut berarti hingga saat ini. Ia menyebut salah satu penyebabnya karena proses eksekusi lahan terkait perkara tersebut masih berjalan dan belum rampung. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers Jumat (10/7/2026). Diketahui, nama Tan Kian sebelumnya mencuat dalam pusaran kasus korupsi PT Asa

TPPU Tan Kian Belum Bergerak, Ini Kata Jampidsus Febrie Adriansyah

Usai Geledah 13 Lokasi Korupsi Batu Bara-Asabri, Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Dijaga Ketat Brimob

Pengamanan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya masih diperketat pada Jumat (10/7/2026), dua hari setelah penyidik menggelar penggeledahan besar-besaran dalam tiga perkara korupsi. Sejumlah personel Korps Brigade Mobil (Brimob) bersenjata lengkap masih disiagakan di sekitar gedung untuk mengamankan barang bukti hasil penyidikan. Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar lima hingga sepuluh personel Brimob berjaga di pintu masuk Gedung Ditreskrimsus. Kendara

Usai Geledah 13 Lokasi Korupsi Batu Bara-Asabri, Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Dijaga Ketat Brimob

Menteri UMKM Bantah Potongan 8 Persen Bikin Pendapatan Ojol Turun: Penurunan karena Libur Sekolah

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman membantah penurunan pendapatan sebagian pengemudi ojek online (ojol) disebabkan oleh pemberlakuan potongan komisi sebesar 8 persen. Maman mengatakan penurunan pendapatan tersebut terjadi bertepatan dengan masa libur sekolah dan perkuliahan. Kondisi itu membuat aktivitas masyarakat berkurang sehingga berdampak terhadap jumlah pesanan yang diterima pengemudi. Kebijakan potongan komisi sebesar 8 persen mulai diberlakukan pada 1 Juli

Menteri UMKM Bantah Potongan 8 Persen Bikin Pendapatan Ojol Turun: Penurunan karena Libur Sekolah

Rumah Sentul yang Digeledah Polisi Tidak ada di LHPKN Febrie Adriansyah, Padahal Diklaim Miliknya

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengakui rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, yang digeledah kepolisian merupakan miliknya. Febrie menyebut rumah tersebut sudah menjadi milik pribadinya sejak lama. Namun, rumah itu tidak tercantum dalam daftar tanah dan bangunan pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Febrie yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 7 Maret 2026. “Yang kedua tentang rumah Sentul, ya. Itu meman

Rumah Sentul yang Digeledah Polisi Tidak ada di LHPKN Febrie Adriansyah, Padahal Diklaim Miliknya

Investasi Energi Bersih Disebut Cuma Tempelan Selama Jaringan Transmisi Dikuasai Kepentingan Fosil

Tata kelola sistem ketenagalistrikan nasional Indonesia dinilai secara struktural masih dirancang untuk mengunci dominasi bahan bakar fosil, meskipun teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) kini jauh lebih kompetitif dari sisi biaya. Kondisi ini disebut sebagai carbon lock-in yang merupakan sebuah jebakan sistemik yang mengancam seluruh target dekarbonisasi dan transisi energi yang telah dicanangkan pemerintah. Temuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyar

Investasi Energi Bersih Disebut Cuma Tempelan Selama Jaringan Transmisi Dikuasai Kepentingan Fosil

Marak Penyimpangan, Kemenag Akan Sisir Pesantren Ilegal dan Atur Syarat Kiai

Kementerian Agama akan menertibkan lembaga ilegal yang mengatasnamakan pondok pesantren menyusul maraknya kasus kekerasan seksual dan penyimpangan di lingkungan pendidikan berbasis agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan penertiban dilakukan untuk membedakan pesantren resmi dengan lembaga yang menggunakan nama pesantren tetapi tidak terdaftar di Kementerian Agama. “Kami minta ada penertiban sangat-sangat tajam,” kata Nasaruddin dalam keterangannya yang dikutip Jumat (10/7/2026). Menurut

Marak Penyimpangan, Kemenag Akan Sisir Pesantren Ilegal dan Atur Syarat Kiai

Brankas Berisi 74 Kg Emas dan Uang Rp476 Miliar di Sentul, Jampidsus Febrie: Itu Rumah Saya

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengakui rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya digeledah penyidik Polri merupakan kediaman pribadinya. Rumah tersebut menjadi salah satu lokasi penggeledahan dalam penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya. Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan sebuah brankas y

Brankas Berisi 74 Kg Emas dan Uang Rp476 Miliar di Sentul, Jampidsus Febrie: Itu Rumah Saya

Menteri PU Dody Hanggodo Kembali Tersangkut Isu Bocoran Surat, Kali Ini Soal Pengangkatan Keponakan Jadi Tenaga Ahli dan Komisaris BUMN

Isu bocoran surat yang menerpa Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo Lasmono masih terus berlanjut. Setelah heboh kasus bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang membawa serta istri dan anak dan bertepatan dengan laga final Piala Dunia, kali ini Dody diterpa isu nepotisme. Gara-garanya adalah bocornya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1878/KPTS/M/2025. Surat itu berisi tentang Perpanjangan Penugasan Tenaga Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Komunikasi. Bagian Menimbang pa

Menteri PU Dody Hanggodo Kembali Tersangkut Isu Bocoran Surat, Kali Ini Soal Pengangkatan Keponakan Jadi Tenaga Ahli dan Komisaris BUMN