Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan merupakan transformasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementeran Kesehatan karena adanya perubahan organisasi riset di Indonesia yang dijadikan satu atap di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan memiliki dua sub pusat kajian yakni Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan dan Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan.
Links
Articles
‘Superflu’ alias Influenza A (H3N2) subclade K sebenarnya sama seperti flu biasa yang umumnya bisa disembuhkan. Panduan ini akan membantu kita menghadapinya.
KLB ISPA di Indragiri Hulu, Riau dipicu oleh penularan virus Influenza A. Gejalanya mirip flu biasa, tapi lebih parah. Kebakaran hutan memperparah penularannya.
Pengenaan tarif PNBP pada layanan labkesmas berisiko hambat respons penanganan penyakit menular di daerah. Ini yang perlu dilakukan pemerintah.
Pemeriksaan lab sedikit, jumlah kasus pertusis yang terdata di Indonesia kemungkinan masih jauh dari kondisi sebenarnya.
Potensi risiko yang lebih tinggi dihadapi oleh orang yang memiliki perilaku seks berisiko seperti kelompok gay, biseksual, lelaki suka lelaki, dibanding populasi umum.
Pemerintah daerah harus mengupayakan persyarataan sertifikasi vaksinasi internasional untuk virus polio bagi semua pelintas di semua perbatasan untuk semua usia.
Kekosongan hukum terkait jejaring lab kesehatan masyarakat tidak bisa dibiar terlalu lama karena penyakit menular sedang mengancam di depan mata setiap saat. Taruhannya adalah nyawa penduduk!
Pemerintah perlu segera membentuk Laboratorium Kesehatan Masyarakat beserta jejaringnya yang ada di seluruh Indonesia dalam bentuk sistem laboratorium yang terintegrasi hingga level nasional.
Penyakit ini lebih banyak menimbulkan masalah dari sisi bisnis peternakan dan industri yang terkait, ketimbang kesehatan masyarakat.
Penyakit PMK pada manusia berhubungan dengan konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.
Mengingat penyebaran virus SARS-CoV-2 sukar dibendung dan hingga kini belum ada vaksin dan obat anti virus, maka tes diagnostik cepat (RDT) merupakan sebuah terobosan penting.









