Articles on Media Sosial
Displaying 61 - 80 of 203 articles
Ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan sebelum menjalankan Perpres Publisher’s Rights ini.
‘Sharenting’ atau aktivitas orang tua membagikan informasi anak di media sosial memiliki berbagai risiko. Untuk menghindarinya, orang tua perlu memiliki literasi digital. Benarkah demikian?
‘Influencer’ media sosial telah menjadi kekuatan penting dalam lanskap politik modern. Mengapa ini terjadi dan apa risikonya?
Penggemar K-pop Indonesia yang tidak suka ditunggangi kepentingan politik, kini membuat gerakan politik melalui aktivisme digital.
Penelitian saya menemukan setidaknya 60 kasus ujaran kebencian dalam rentang waktu dua bulan yang menargetkan ketiga calon presiden Pemilu 2024.
Dibutuhkan kontribusi yang lebih baik dari beragam aktor, mulai dari pemerintah, platform digital hingga kelompok masyarakat sipil untuk melawan gangguan informasi pada menjelang Pemilu 2024.
TikTok mengalami lonjakan ‘postingan’, ‘streaming’ langsung, dan diskusi tentang Al-Qur'an, dengan banyak yang menyebut keimanan Islam yang mereka lihat di warga Gaza sebagai inspirasi mereka.
Indonesia belum memiliki regulasi yang dapat mendorong tanggung jawab detail platform media sosial untuk memitigasi penyebaran konten ilegal.
Mengapa hoaks sangat mudah memperdaya pembaca?
Hoaks telah terbukti berdampak negatif di masyarakat. Apa saja dampak dari maraknya persebaran hoaks ketika pemilu?
Penelitian kami menemukan bahwa tidak menggunakan media sosial menyebabkan berkurangnya emosi positif.
Obrolan grup dapat menjadi tempat kegembiraan, solidaritas, dan perlindungan. Namun hal ini juga dapat menyita waktu dan menimbulkan perasaan cemas dan khawatir.
Apa makna dan sejarah penggunaan buah semangka dalam perjuangan dan dukungan untuk Palestina?
Cabut Fomo dan bangun Jomo agar hidupmu jadi lebih baik.
Daya tarik “bocah kosong” menunjukkan adanya perlawanan terhadap hegemoni dalam dunia hiburan. Ini perlahan mengubah pandangan, nilai-nilai, dan preferensi budaya masyarakat.
Menerima bahwa kamu iri pada seseorang adalah langkah pertama untuk mengambil respons yang lebih sehat.
Influencer cilik memang bikin gemas, tapi potensi eksploitasi anak dan dampaknya membuat cemas.
Kultur pembiaran terjadi akibat besarnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik. Ini dapat berdampak buruk pada psikologi individu dan melanggengkan tindakan-tindakan kriminal.
Aktivisme digital di Indonesia meningkat secara kuantitas, namun masih lemah secara kualitas. Publik harus didorong melakukan aktivisme digital yang bisa membawa perubahan sosial.
Paparan layar sebelum tidur dapat menyebabkan kurang tidur kronis, yang meningkatkan risiko kecemasan, depresi, dan bahkan pikiran untuk bunuh diri.



















