Articles on green jobs
Displaying all articles
Karbon biru tidak hanya sekadar menghitung karbon. Ia memerlukan tata kelola, pembiayaan, kebijakan, dan praktik. Pada akhirnya, keberhasilan bergantung pada manusia dan keterampilan mereka.
Kewirausahaan hijau dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Zilenial memilih karier sesuai nilai dan nurani, seperti green jobs, yang memberi penghasilan sekaligus dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Karena rata-rata pesantren berada di kawasan hijau, maka pengelolaan bisnis pesantren berpeluang mengimplementasikan ekonomi hijau
Meski ekonomi hijau menawarkan peluang baru, penyandang disabilitas masih sulit berpartisipasi. Keterbatasan pendidikan, akses pelatihan minim, dan penegakan kebijakan turut berpengaruh.
Pendidikan di bidang energi masih banyak berbasis energi kotor.
Menyongsong era ‘green jobs’, universitas memegang peran dan tanggung jawab menyiapkan tenaga kerja dengan keterampilan hijau. Berikut sejumlah langkah yang bisa ditempus institusi pendidikan tinggi.
‘Green jobs’ akan menjadi tren global mulai 2025, tapi masih banyak generasi muda yang belum memiliki ‘green skills’ yang diperlukan. Apa yang bisa dilakukan sekolah?
Krisis biaya hidup menempati urutan teratas dalam peringkat risiko global. Salah satu solusi untuk menghadapinya adalah melalui peningkatan ‘keterampilan hijau’ (green skills).
Sistem ekonomi konvensional harus bisa beralih kepada ekonomi sirkular yang bisa ciptakan pekerjaan, kurangi biaya bahan baku dan selamatkan lingkungan.









