Ilustrasi dokter meresepkan antibiotik kepada pasien.
Ilustrasi dokter meresepkan antibiotik kepada pasien. Tualek Photography/Shutterstock

Kenapa konsumsi antibiotik harus pakai resep dokter?

Artikel ini untuk memperingati Pekan Kesadaran Antimikroba Dunia, 18-24 November.


Pada tahun 2050, para ahli memperkirakan bahwa tingkat infeksi akibat kuman akan meningkat dua kali lipat dan diduga akan menyebabkan 10 juta kematian. Hal ini disebabkan oleh resistansi antimikroba, yaitu ketidakmampuan obat dalam membunuh kuman, termasuk bakteri.

Penurunan kemampuan obat untuk mengatasi infeksi bakteri terjadi karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat, seperti pemakaian antibiotik tanpa didasari resep dokter.

Padahal, resep dokter wajib disertakan sebelum menggunakan obat untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut.

Alasan konsumsi antibiotik harus pakai resep dokter

Sebuah penelitian tahun 2023, mengungkapkan sejumlah alasan di balik kecenderungan masyarakat membeli antibiotik tanpa resep dokter, seperti minimnya pengetahuan soal penggunaan antibiotik yang tepat serta kekhawatiran mengenai biaya pemeriksaan ke dokter.

Antibiotik yang digunakan tanpa resep dokter justru dapat membahayakan kesehatan. Selain itu, terdapat beberapa alasan konsumsi antibiotik harus disertai resep dokter, di antaranya:

1. Menghindari salah obat

Antibiotik merupakan senyawa yang menargetkan bakteri. Karena itu, obat ini hanya efektif bekerja untuk membunuh dan menghambat bakteri.

Sayangnya, minimnya pengetahuan masyarakat soal cara menggunakan antibiotik yang benar menyebabkan obat ini kerap disalahgunakan, misalnya untuk mengatasi penyakit flu. Padahal, flu disebabkan oleh infeksi virus influenza sehingga tidak tepat jika diobati menggunakan antibiotik.

Selain itu, gejala penyakit yang kamu alami mungkin disebabkan lebih dari satu faktor, baik oleh bakteri yang berbeda maupun nonbakteri.

Gejala batuk, misalnya, bisa disebabkan oleh lebih dari satu jenis bakteri. Batuk bahkan bisa disebabkan oleh infeksi virus, contohnya pada kasus infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Karena itu, pemeriksaan kesehatan oleh dokter sangat diperlukan. Dokter akan bantu mengidentifikasi penyebab gejala penyakit dan memberikan rekomendasi antibiotik ataupun obat lain sesuai dengan kondisimu.

2. Cegah efek samping akibat penggunaan keliru

Tanpa resep dokter, kamu berisiko menggunakan antibiotik yang tidak tepat. Ini bisa menyebabkan beragam efek samping, seperti mual, diare, sensitivitas terhadap cahaya, hingga alergi parah.

Bahkan, ketika kamu menggunakan obat yang tepat sekalipun, dosisnya harus diperhatikan sesuai anjuran dokter. Contohnya, penggunaan antibiotik spektrum luas untuk mengatasi infeksi bakteri penyebab pneumonia.

Antibiotik yang dapat menghambat dan membunuh beberapa jenis bakteri dari golongan gram positif dan negatif tersebut memiliki kelemahan, yaitu dapat mengganggu kerja bakteri baik dalam tubuh yang mendukung sistem kekebalan. Agar menghindari risiko gangguan kesehatan akibat efek samping antbiotik tersebut, kamu harus berkonsultasi dengan dokter.

Penggunaan antibiotik wajib disertai resep dokter.
Penggunaan antibiotik wajib disertai resep dokter. Kmpzzz / Shutterstock

3. Menghindari resistansi antibiotik

Penggunaan antibiotik yang keliru bisa menyebabkan resistansi antibiotik, baik pada manusia maupun hewan. Artinya, bakteri mengembangkan kekebalan terhadap antibiotik sehingga obat ini tidak lagi efektif melawan bakteri.

Meskipun kekebalan bakteri dapat terjadi secara alami, penyalahgunaan antibiotik dapat meningkatkan risikonya, seperti tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menghentikan terapi ketika gejala dirasa membaik, serta berlebihan menggunakan antibiotik.

Pada akhirnya, resistansi antibiotik dapat mengakibatkan infeksi lebih sulit atau bahkan tidak bisa diobati. Jika dibiarkan, dampak kekebalan bakteri ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit serius dadakan (akut), disabilitas, hingga kematian.

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), resistansi antimikroba, termasuk akibat bakteri, menyebabkan lebih dari 1 juta kematian selama tahun 2019. Kasus ini lebih banyak terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Yang harus diperhatikan saat pakai antibiotik

Penggunaan antibiotik tidak bisa sembarangan agar menghindari risiko efek samping dan resistansi antibiotik yang dapat membahayakan kesehatan. Perhatikan sejumlah hal di bawah ini sebelum kamu memutuskan menggunakan antibiotik:

1. Konsultasi dengan dokter

Ingat, jangan pernah mendiagnosis sendiri infeksi yang kamu alami. Hanya dokter yang dapat mendiagnosis penyakit serta merekomendasikan jenis antibiotik yang tepat maupun dosis yang sesuai kondisi kamu.

Hanya dokter yang dapat mendiagnosis penyakit serta merekomendasikan jenis antibiotik yang tepat.
Hanya dokter yang dapat mendiagnosis penyakit serta merekomendasikan jenis antibiotik yang tepat. Wutzkohphoto / Shutterstock

2. Habiskan seluruh dosis

Meskipun gejala sudah membaik, jangan berhenti mengonsumsi antibiotik sebelum dosis habis. Gejala membaik tidak menunjukkan bahwa seluruh bakteri penyebab penyakit sudah hilang dari dalam tubuh.

Bisa jadi masih terdapat bakteri yang dapat memicu resistansi antibiotik di kemudian hari.

3. Simpan antibiotik dengan benar

Simpan antibiotik sesuai dengan kondisi yang disarankan pada label obat. Kesalahan penyimpanan antibiotik justru dapat mengurangi kekuatannya dalam melawan bakteri dan berisiko mencemari obat yang dapat membahayakan kesehatan.

4. Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain

Antibiotik yang diberikan untuk satu jenis infeksi mungkin tidak efektif untuk infeksi jenis lain. Karena itu, jangan pernah berbagi antibiotik dengan orang lain.

Antibiotik sangat bermanfaat untuk mengobati infeksi bakteri. Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan bijak dan tepat.

Terapkan langkah penggunaan antibiotik yang benar untuk mencegah terjadinya resistansi antibiotik dan menjaga efektivitas obat dalam jangka panjang.

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 234,600 academics and researchers from 5,631 institutions.

Register now