Universitas Airlangga

Indonesian government established Airlangga University in Surabaya, East Java, as the first higher education institution in what considered to be eastern Indonesia at that time in 1954. Its vision is to become an independent, innovative, and leading university at national and international level as well as the pioneer of the development in science, technology, and humanities based on religious morality.

Links

Articles

Rocky Mountain Laboratories (RML) di National Institute of Allergy and Infectious Diseases merilis gambar pertama virus SARS-CoV-2 pada 13 Februari 2020. NIH

COVID‑19 jadi pandemi: bagaimana virus ini bekerja melumpuhkan penderita dan prospek uji coba obat?

Kebanyakan yang meninggal adalah pasien berusia lanjut yang sistem kekebalan tubuhnya lemah dan mengidap komplikasi penyakit sebelum terinfeksi virus ini seperti diabetes, hipertensi, dan jantung.
Pemerintahan Jokowi masih menyisakan PR besar terkait dengan hak asasi manusia, salah satunya pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat di Indonesia. Ronaldy Irfak / Shutterstock.com

Janji pemerintah untuk melindungi hak masyarakat adat belum terwujud: 2 hal yang perlu dilakukan

Perlindungan terhadap masyarakat adat belum terpenuhi, sementara eksistensi mereka terancam dengan upaya penjarahan sumberdaya alam dan pengalihan fungsi hutan.
Repositori Ilmiah Nasional (RIN) adalah bank data pertama Indonesia yang menyimpan data primer penelitian dalam skala nasional. Shutterstock

RIN sebagai bank data ilmiah pertama Indonesia perkuat budaya ‘sains terbuka’

Pada Agustus 2019, pemerintah meluncurkan Repositori Ilmiah Nasional (RIN) sebagai bank data tingkat nasional yang mengumpulkan data primer penelitian. Apa saja manfaat maupun tantangannya?
Sekitar 90% hasil penelitian di jurnal ilmiah memiliki hasil yang positif (membuktikan hipotesis). Bias tersebut telah mendorong banyak peneliti untuk melakukan praktek-praktek yang ‘nakal’ supaya risetnya lebih mudah dipublikasikan. Shutterstock

Tiga hal yang bisa dilakukan komunitas akademik untuk mencegah peneliti ‘nakal’

Iklim penelitian yang kompetitif dan tidak sehat telah mendorong banyak peneliti untuk melakukan kebohongan supaya risetnya banyak dipublikasikan di jurnal. Bagaimana cara mematahkan tren tersebut?
Around 90% of research papers published in journals contain results that prove the hypotheses. This bias has driven scientists to commit unethical practices just to get published easier. Shutterstock

Three things the scientific community can do to filter sketchy research

Indonesia’s unhealthy obsession with research output is driving scientists to commit unethical acts to produce research that are more publishable. What can the research community do to stop this?

Authors

More Authors