ChatGPT dan kecurangan: 5 cara untuk mengubah cara penilaian siswa
Pendidik perlu mempertimbangkan dengan cermat ChatGPT dan perilaku curang untuk bergerak menuju sistem penilaian yang dapat memanfaatkan alat bantu AI.
Pendidik perlu mempertimbangkan dengan cermat ChatGPT dan perilaku curang untuk bergerak menuju sistem penilaian yang dapat memanfaatkan alat bantu AI.
Sebelum kontroversi konten AI yang meniru gaya kartun/animasi Ghibli ramai, Coca-Cola sempet mendapat cemooh masyarakat karena membuat konten iklan genaratif AI.
Jaringan otak tiruan di Duplex jauh lebih sederhana daripada otak kita. Satu-satunya hal yang coba dilakukan adalah mencocokkan kata-kata masukan dengan respons yang tepat.
Perangkat AI dapat membantumu mempelajari lebih lanjut tentang berinvestasi saham dan instrumen keuangan lainnya – tetapi ini bukan solusi yang sempurna.
Bahaya sebenarnya dari kecerdasan buatan bukanlah “singularitas AI” yang terkenal itu, tapi kehilangan pekerjaan dan penyalahgunaan oleh orang-orang jahat.
Mulai bermunculan kasus penyalahgunaan Generative AI. Indonesia bisa meraih keuntungan dari teknologi ini tapi harus tetap memitigasi potensi ancamannya.
Jika pelajar dan mahasiswa marak menggunakan ChatGPT untuk menulis esai dan menjawab soal, apa yang bisa dilakukan dosen dan pengajar untuk mengantisipasinya?
Hingga kini belum ada aturan tegas dan mengikat untuk pinjol dan judol ilegal
The Conversation Indonesia (TCID) meluncurkan YTTA.ai, sebuah proyek eksperimen dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
AI saat ini bekerja ibarat memaksa semua siswa pindah ke satu sekolah raksasa untuk belajar: Boros, ribet, dan rentan bocor. ‘Federated learning’ menjadi solusi mengatasinya.