Kontroversi penulis dan ‘reviewer’ AI dalam penerbitan karya ilmiah
Penulis dan peninjau artikel ilmiah kini dapat berkolaborasi dengan AI. Bagaimana memastikan penggunaannya tidak menyalahi etika akademis dan integritas ilmiah?
Penulis dan peninjau artikel ilmiah kini dapat berkolaborasi dengan AI. Bagaimana memastikan penggunaannya tidak menyalahi etika akademis dan integritas ilmiah?
Pelabel data adalah urat nadi industri AI. Namun, mereka sering kali dibayar dengan upah sangat rendah, bekerja di lingkungan yang tidak aman, dan tidak memiliki perlindungan dasar di tempat kerja.
Kesiapan perguruan tinggi farmasi ditentukan oleh kemampuan akademisi yang ahli di bidang kesehatan digital.
Chatbot AI memperlakukan tafsir sebagai “teks mati” sehingga rentan kesalahan. Karena itu, tafsir perlu kembali diposisikan sebagai “teks hidup” yang terhubung dengan sumber dan tradisinya.
Banyak tim keuangan mulai menggunakan output AI tanpa benar benar memahami bagaimana sistem tersebut menghasilkan angka atau narasi
Banyak negara mengira bahwa algoritma adalah jalan baru menuju sejahtera.
Tak heran jika teman AI yang terasa nyata ini begitu menarik bagi mereka yang kesepian. Namun, bagi sebagian orang, hubungan ini bisa berisiko, bahkan berbahaya
Mengundang investor pusat data itu mungkin terdengar keren, sampai sadar kalau kita cuma kebagian gedungnya. Datanya diolah asing, akses tak diberi, tapi beban lingkungannya buat kita.
Seiring dengan maraknya penggunaan AI generatif, konsumsi energi listrik dan pusat data (data centre) dan jejak karbonnya kian naik.
Buku Nexus karya Yuval Noah Harari sangat ambisius, berani, sekaligus membuah gelisah. Buku ini menantang pembaca untuk berpikir kritis tentang masa depan.