Ramai‑ramai tiru Ghibli: Isu hak cipta dan data pribadi di balik tren AI
Kemunculan AI yang kini bisa menghasilkan gambar serupa karya seni terkenal menimbulkan kekhawatiran baru, khususnya soal hak cipta dan data pribadi. Mengapa?
Kemunculan AI yang kini bisa menghasilkan gambar serupa karya seni terkenal menimbulkan kekhawatiran baru, khususnya soal hak cipta dan data pribadi. Mengapa?
Walau 67% responden memiliki pandangan positif terhadap Gen AI dan masa depannya, ada 47% responden yang khawatir terhadap potensi isu negatif yang dapat terjadi dari penggunaan Gen AI.
Pemerintah di seluruh dunia sejauh ini telah mengambil pendekatan yang ringan. Hal ini tidak cukup jika kita ingin mengatasi berbagai potensi bahaya AI.
Tantangan utama dalam pemanfaatan AI untuk pendidikan inklusif di Indonesia mencakup aksesibilitas di wilayah terpencil serta rendahnya literasi digital di kalangan tenaga pendidik.
Tarif ojol sering berubah-ubah tanpa penjelasan. Jika kamu bertanya mengapa demikian? Jawabannya ada di balik teknologi black box AI yang dipakai perusahaan transportasi online.
Penggunaan AI generatif, alat penghasil bahasa dan gambar yang luar biasa kuat yang menggemparkan dunia memiliki jejak karbon yang besar. Namun, tidak semua AI sama ‘kotornya’.
Seiring dengan meningkatnya ‘digiseksualitas’, pemerintah harus memperhatikan perusahaan-perusahaan yang mengambil untung dari pornografi AI yang tidak etis.
Sekelompok akademisi mengeksplorasi cara mempersiapkan generasi kreatif berikutnya untuk berinovasi dalam kerangka kerja kolaboratif manusia-AI.
Pengembangan dan penerapan AI di Indonesia membutuhkan kustomisasi atau menyesuaikan kebutuhan lokal, bukan sekadar mengikuti tren global.
Tingginya penggunaan AI di kalangan mahasiswa memunculkan risiko terkait kebocoran data, kesehatan mental dan keaslian karya. Bagaimana memitigasinya?