MBG jadi program predatoris: Korbankan guru honorer dan siswa penyintas bencana
Klaim pemerintah ihwal alokasi anggaran pendidikan terbesar tahun 2026 perlu dibantah. Sebab sebagian besar anggarannya dialokasikan untuk program MBG.
Klaim pemerintah ihwal alokasi anggaran pendidikan terbesar tahun 2026 perlu dibantah. Sebab sebagian besar anggarannya dialokasikan untuk program MBG.
MBG berpotensi mendorong perbaikan ekonomi dan mobilitas sosial dalam jangka panjang
MBG hanya perlu Rp117,93 triliun jika fokus pada pihak yang benar-benar membutuhkannya.
Pemerintah dinilai lebih fokus mengejar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih menuai kritik, ketimbang membenahi jutaan ruang kelas sekolah yang rusak dan tidak aman bagi siswa.
Penyelenggaraan program MBG minim melibatkan peran pemerintah daerah, justru lebih banyak peran militer. Ini menunjukkan adanya resentralisasi oleh pemerintah pusat.
Pengangkatan SPPG seakan mencerminkan program MBG lebih penting dari kejelasan status guru honorer dan tenaga kesehatan non-ASN yang mengabdi tanpa kepastian.
Jangan biarkan Makan Bergizi Gratis jadi beban negara. Berkaca pengalaman dari Chili, lelang berbasis data terbukti bisa hemat triliunan rupiah dan berantas korupsi.
Makan Bergizi Gratis (MBG) banyak yang berujung menjadi sampah karena menu yang tidak sesuai selera anak atau makanan yang kurang segar.
Alih-alih mengirim sinyal kuat bahwa BGN akan dipimpin oleh sosok berkompeten dan profesional, pemerintah kembali memilih figur yang memiliki kedekatan politik
Penerapan MBG pada lansia tidak hanya harus memenuhi gizi, tetapi juga pengobatan dan aktivitas fisik.