Blog

Call for write‑ups: When global environmental governance displaces local wisdom in Halmahera and Amazon

•
Join the call for write-ups: When global environmental governance displaces local wisdom in Halmahera and Amazon. wirestock/freepik

Untuk membaca blog ini dalam bahasa Indonesia, klik tautan berikut.

Across resource-rich regions, weak governance and limited transparency determine who profits from extraction and who bears the environmental and social costs.

In Halmahera, Indonesia, nickel mining is expanding rapidly to meet global demand for electric-vehicle batteries. Ironically, gaps in oversight allow these projects to consume vast tracts of forest with little accountability — often sidelining local and Indigenous communities whose livelihoods depend on the land.

A similar pattern is unfolding in the Brazilian Amazon. There, financial markets and agribusiness giants are quietly using complex investment funds to expand into protected forests.

Investigative reporting supported by the Pulitzer Center reveals how these investments often proceed with little oversight, enabling deforestation under the guise of legal economic activity. Indigenous communities are particularly affected; their customary land rights are often overlooked in favour of corporate concessions, disrupting livelihoods and eroding cultural heritage.

This Conversation Corner, hosted by The Conversation Indonesia in collaboration with Pulitzer Center, brings together academic expert Aidy Halimanjaya from Just Transition for Environment and Society and investigative journalists Bruna Bronoski, Achmad Rizki Muazam, and Irfan Maulana. to discuss how weak transparency enables harmful extraction in the Amazon and Halmahera.

The dialogue bridges frontline reporting and research-based analysis to examine the policy implications of extractive industries in resource-rich regions.

The upcoming Journalists-Academias Dialogues organized by The Conversation Indonesia in collaboration with Pulitzer Center.

We encourage you to participate in the Conversation Corner discussion, “The lungs of the world for sale, limited stock!: the dirty business trail destroying indigenous homes and forests in the Amazon & Halmahera”, on ZOOM and YouTube Live.

Date & Time: February 13, 2026, via Zoom, 19:00 – 21:00

Register here: bit.ly/CCPulitzerEps3

“Call for Write-Ups: Resource Extraction and the Costs of Weak Transparency”

Through Call for Write-Ups: Resource Extraction and the Costs of Weak Transparency, Pulitzer Center and The Conversation Indonesia invite researchers and academics to explore these issues further. Contributions should connect investigative findings with relevant research, data or public policy. We want to help audiences understand how governance – or the lack of it – shapes outcomes for communities on the frontlines.

What can you write?

We are looking for short reflections, critiques, or analytical pieces that:

  • link the featured journalistic reports to research, data or public policy
  • offer evidence-based insight into how gaps in governance shape environmental protection and social equity
  • examine the social, ecological or economic consequences of extraction on local and Indigenous populations.

Technical guidelines

  • The article must reflect your own thinking in response to the selected journalistic work
  • length: 800 words.
  • written in English or Indonesian in an accessible, opinion-writing style.

Reference Report

Irfan Maulana & Achmad Rizki Muazam

Report: Halmahera Forest Guardians Displaced by Nickel Industry.

Use this report as a key reference. It provides a vivid case study of how rapid nickel mining is reshaping forests and communities, offering a strong foundation for deeper analysis on the social, ecological, and governance impacts of resource extraction.

Bruna Bronoski

Report: Financial Market: A Black Box Over Green Areas

Use this report to examine how complex financial mechanisms drive expansion into protected forests, highlighting issues of transparency, accountability, and the legal frameworks that enable environmental harm.

Rewards

Publication on The Conversation Indonesia for one best write-up selected from three TCID x Pulitzer Center webinar episodes (Q1 2026).

Cash prize of Rp 5,000,000 for the best piece.

Deadline & submission

Submission deadline: 13 March 2026 Submit your write-up via: bit.ly/WriteUp-TnG

Your voice can help shift the narrative and illuminate the real human and environmental cost of weak governance and limited transparency. Send in your write-up, contribute your expertise, and help make visible the costs borne by forests and communities.

Contact Person:

Binar Lestari – SEA Education Coordinator, Pulitzer Center Email: binar.lestari@gmail.com

Undangan Menulis: Ketika Tata Kelola Lingkungan Global Menggeser Kearifan Lokal di Halmahera dan Amazon

Di negara dengan sumber daya yang kaya, lemahnya tata kelola dan transparansi membentuk siapa yang mendapat untung dari ekstraksi dan siapa yang menanggung biaya lingkungan dan sosialnya.

Di Halmahera, Indonesia, penambangan nikel berkembang pesat untuk memenuhi permintaan global akan baterai kendaraan listrik. Ironisnya, kesenjangan dalam tata kelola dan transparansi yang terbatas memungkinkan proyek-proyek membabat hutan yang luas dengan akuntabilitas yang minim, bahkan seringkali mengesampingkan masyarakat adat yang penghidupannya bergantung pada tanah tersebut.

Pola serupa terjadi di Amazon Brasil, di mana pasar keuangan dan raksasa agribisnis secara diam-diam menggunakan dana investasi untuk memperluas bisnis mereka ke area hutan lindung. Investigasi jurnalisme yang didukung oleh Pulitzer Center menunjukkan bagaimana proses pendanaan ini seringkali berjalan dengan pengawasan yang minim, memungkinkan deforestasi dan perusakan lingkungan dengan kedok aktivitas ekonomi legal. Masyarakat adat tentu sangat terpengaruh, karena hak atas tanah adat mereka diabaikan demi konsesi perusahaan, mengganggu penghidupan dan mengikis warisan budaya.

Diskusi Conversation Corner yang diselenggarakan oleh The Conversation Indonesia bekerja sama dengan Pulitzer Center, mempertemukan akademisi Aidy Halimanjaya dan jurnalis Bruna Bronoski, Achmad Rizki Muazam, dan Irfan Maulana untuk membahas bagaimana transparansi dan tata kelola yang lemah memungkinkan ekstraksi sumber daya yang merusak di Amazon dan Halmahera. Dialog ini membedah laporan jurnalis dan analisis berbasis penelitian untuk menguji implikasi lingkungan, sosial, dan kebijakan dari industri ekstraktif di wilayah tersebut.

Kami mengajak Anda untuk berpartisipasi dalam diskusi Conversation Corner, “Diobral: paru-paru dunia, stok terbatas!: Jejak bisnis kotor perusak hutan dan ruang hidup masyarakat adat di Amazon & Halmahera”, di ZOOM dan YouTube Live. Tanggal & Waktu: 13 Februari 2026, via Zoom, 19:00 – 21:00 Daftar di sini: bit.ly/CCPulitzerEps3

Pendaftaran call for write-ups: industri ekstraktif dan biaya transparansi yang lemah

Melalui call for write-ups ini, Pulitzer Center dan The Conversation Indonesia mengundang para peneliti dan akademisi untuk mengeksplorasi isu tata kelola dan transparansi lingkungan lebih lanjut. Tulisan harus menghubungkan temuan jurnalis dengan penelitian, data, atau kebijakan publik yang relevan, bertujuan membantu pembaca memahami bagaimana tata kelola dan transparansi mendorong praktik ekstraktif yang memengaruhi keberlanjutan masyarakat adat.

Apa yang bisa Anda tulis?

Refleksi singkat, kritik, atau tulisan analitis yang:

  • Menghubungkan laporan jurnalistik yang ditampilkan dengan penelitian, data, atau kebijakan publik.
  • Menawarkan wawasan berbasis bukti tentang bagaimana kesenjangan dalam tata kelola dan transparansi mempengaruhi proses ekstraksi sumber daya, perlindungan lingkungan, dan kesetaraan sosial.
  • Menguji konsekuensi sosial, ekologis, atau ekonomi dari ekstraksi di wilayah kaya sumber daya, termasuk dampaknya terhadap masyarakat adat.

Panduan teknis

  • Artikel mencerminkan pemikiran dan ide Anda sendiri sebagai tanggapan terhadap laporan jurnalistik yang didiskusikan.
  • Panjang: 800 kata.
  • Ditulis dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dengan gaya populer yang mudah diakses.

Referensi Tulisan

Irfan Maulana & Achmad Rizki Muazam

Penjaga Hutan Halmahera Tergusur oleh Industri Nikel

Gunakan laporan ini sebagai referensi tulisan Anda. Laporan ini memuat studi kasus tentang penambangan nikel yang mendorong perubahan hutan dan masyarakat adat, menawarkan fondasi yang kuat untuk analisis dampak sosial, ekologis, dan tata kelola dari ekstraksi sumber daya alam.

Bruna Bronoski

Pasar Keuangan: Kotak Hitam di Atas Area Hijau

Gunakan laporan ini untuk menguji bagaimana mekanisme keuangan yang kompleks mendorong ekspansi bisnis ke hutan lindung, menyoroti masalah transparansi, akuntabilitas, dan kerangka hukum yang memungkinkan kerusakan lingkungan.

Hadiah

  • Publikasi di The Conversation Indonesia untuk satu tulisan terbaik yang dipilih dari tiga episode webinar TCID x Pulitzer Center (Q1 2026).
  • Hadiah uang tunai sebesar IDR 5.000.000 untuk karya terbaik.

Batas Waktu & Pengiriman

Batas waktu pengiriman: 13 Maret 2026

Kirimkan tulisan Anda melalui: bit.ly/WriteUp-TnG

Tulisan Anda dapat mengungkap dampak nyata dari lemahnya tata kelola dan transparansi lingkungan bagi manusia maupun lingkungan. Kirimkan tulisan Anda, bagikan keahlian Anda, dan bantu memperlihatkan kerugian yang ditanggung oleh masyarakat dan hutan.

Narahubung:

Binar Lestari – Koordinator Pendidikan Asia Tenggara, Pulitzer Center

Email: binar.lestari@gmail.com

Want to write?

Write an article and join a growing community of more than 235,100 academics and researchers from 5,638 institutions.

Register now