{"id":18735,"date":"2026-10-19T11:35:02","date_gmt":"2026-10-19T04:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=18735"},"modified":"2026-10-19T11:37:33","modified_gmt":"2026-10-19T04:37:33","slug":"tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/","title":{"rendered":"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/muhammad-rayhan-sudrajat-803197\">Muhammad Rayhan Sudrajat<\/a>, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/the-university-of-melbourne-722\">The University of Melbourne<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u25cf Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu ruang hidup kebudayaan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u25cf Kerusakan ekosistem membatasi ruang berkumpul dan akses material tradisi, sehingga mengancam pewarisan pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u25cf Pemulihan karhutla harus mencakup memulihkan ekosistem yang menopang kehidupan budaya masyarakat.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201c<em>Iya, kebakarannya masih di daerah Kotamadya. Alhasil asapnya juga menjalar ke dalam kota, sore kayak gini tuh biasanya mulai menebal. Di daerah lingkar luar (jalur jalan di luar Kota Palangka Raya) sih kebanyakan (terjadi kebakaran lahan), dan bisa dilihat langsung dari pinggir jalan<\/em>,\u201d tulisnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Balasan dari Herman tersebut mengingatkan saya pada suatu pagi di 2015, saat saya berdiri di tengah lahan gambut di Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kalimantan Tengah, dengan dada sesak.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masker N95 yang saya kenakan tidak membuat saya sepenuhnya terlindungi. Bau asap tetap terasa, tenggorokan perih, dan setiap tarikan napas terasa berat.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, yang paling saya ingat dari 2015 bukan hanya sesaknya, melainkan bagaimana peristiwa tersebut perlahan mengubah ruang gerak masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. <\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 2015, sekitar 2,6 juta hektare lahan terbakar di Indonesia. Bank Dunia memperkirakan kerugiannya mencapai <a href=\"https:\/\/documents1.worldbank.org\/curated\/en\/333281529301442991\/pdf\/127284-Forest-Fire-Prevention-Management-8Oct2018.pdf\">US$16,1 miliar (sekitar Rp283,46 triliun dengan nilai tukar hari ini)<\/a>.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain yang bisa didata oleh angka, Karhutla juga menghancurkan hal-hal yang tidak tampak, semisal ruang untuk bertemu dan berkesenian. Di titik ini, karhutla bukan hanya krisis ekologis dan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi krisis ruang hidup kebudayaan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Budaya membutuhkan tempat<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saya pertama datang ke Kalimantan Tengah pada tahun 2014 untuk <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/ritual-sasana-kayau-suku-dayak-kalimantan-tengah-merawat-ingatan-melalui-sastra-lisan-259791\">mempelajari masyarakat, bahasa, dan musik Dayak Ngaju dan Katingan<\/a>. Saya mengenal wilayah itu melalui perjalanan antarkampung, percakapan, sungai, hutan, dan bunyi-bunyi musik.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika asap datang pada 2015, ruang hidup yang sama tiba-tiba menyempit. Tahun 2026 ini, karhutla menimbulkan efek serupa. Terlebih, per 8 September 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat <a href=\"https:\/\/mmc.kalteng.go.id\/berita\/read\/51356\/bpb-pk-kalteng-kerahkan-6-helikopter-dan-pesawat-omc-antisipasi-meluasnya-karhutla\">105.019 titik panas sejak awal tahun, 2.775 kejadian karhutla, dan lebih dari 9.169 hektare area terbakar berdasarkan laporan lapangan.<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai etnomusikolog, pengalaman lapangan membuat saya percaya bahwa musik tidak muncul dari ruang kosong. Orang mempelajarinya dari orang lain, pada waktu tertentu, bersama orang tertentu, di tempat tertentu.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Instrumen membutuhkan material. Pertunjukan membutuhkan pertemuan. Pengetahuan membutuhkan kesempatan untuk dipraktikkan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, budaya membutuhkan infrastruktur.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita biasanya menggunakan istilah infrastruktur untuk jalan, jembatan, listrik, atau internet. Namun, hutan, sungai, kebun, halaman rumah, jalur perjalanan, dan ruang komunal juga dapat menjadi infrastruktur kehidupan budaya: tempat orang bertemu, mengingat, belajar, dan meneruskan pengetahuan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika lanskap rusak, persoalannya bukan hanya \u201ckegiatan budaya terganggu\u201d. Yang berubah adalah <a href=\"https:\/\/nasional.kompas.com\/read\/2026\/09\/07\/06250001\/karhutla-dan-keadilan-untuk-masyarakat-adat?page=all#page2\">kondisi yang memungkinkan kehidupan budaya tersebut berlangsung.<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mendengarkan yang tidak lagi terdengar<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Steven Feld, seorang antropolog dari Amerika Serikat (AS) yang dikenal melalui kajiannya tentang suara dan musik, menggunakan konsep \u201c<a href=\"https:\/\/read.dukeupress.edu\/books\/book\/166\/chapter-abstract\/106258\/Acoustemology?redirectedFrom=fulltext\"><em>acoustemology<\/em><\/a>\u201d untuk menunjukkan bahwa suara bukan hanya sesuatu yang kita dengar. Mendengar dan menghasilkan suara juga merupakan cara manusia mengenali, mengalami, dan membangun hubungan dengan tempat. Pemikirannya lahir dari penelitian di lingkungan hutan Papua Nugini\u2014tempat suara manusia, hewan, air dan hutan saling terkait dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/aji-batam-kecam-upaya-takedown-berita-terkait-batam-blackout\/\">AJI Batam Kecam Upaya Takedown Berita terkait Batam Blackout<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari perspektif ini, kebakaran tidak hanya menghilangkan bunyi tertentu, tetapi juga dapat mengubah hubungan yang memungkinkan bunyi-bunyi itu muncul.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang terjadi ketika asap membuat orang tidak dapat berkumpul? Bagaimana praktik musik berubah ketika ruang pertemuan tidak lagi nyaman atau aman? Apa yang terjadi pada ritual yang membutuhkan perjalanan menuju tempat tertentu? Dan bagaimana pengetahuan musikal diwariskan ketika kesempatan untuk hadir bersama semakin berkurang?<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jeff Todd Titon, etnomusikolog asal AS yang banyak mengkaji musik, budaya, dan keberlanjutan, <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/262086626_Music_and_Sustainability_An_Ecological_Viewpoint\">mengusulkan<\/a> agar keberlangsungan musik dipahami secara ekologis: musik tidak berdiri sendiri, tetapi hidup dalam jaringan yang mencakup manusia, komunitas, proses transmisi, institusi, lingkungan, dan berbagai kondisi yang menopangnya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, mempertahankan sebuah lagu tidak sama dengan mempertahankan seluruh jaringan kehidupan yang memungkinkan lagu itu terus dinyanyikan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memulihkan hutan berarti memulihkan budaya<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu pelajaran penting dari karhutla 2026 adalah bahwa api tidak dapat dipahami hanya sebagai akibat musim kering. Kerusakan gambut, kanal yang mengeringkan tanah, dan perubahan bentang alam membuat sebagian wilayah jauh lebih mudah terbakar.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pencegahan harus <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/karhutla-kalimantan-adalah-drama-berulang-akibat-kegagalan-kita-melindungi-tanah-290304\">bergerak ke hulu<\/a>: melindungi gambut, menjaga muka air, menyekat kanal yang mengeringkannya, memulihkan vegetasi, dan menegakkan hukum terhadap pihak yang gagal melindungi lahan.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi restorasi juga perlu dipahami lebih luas.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika lanskap adalah infrastruktur kehidupan budaya, maka keberhasilan pemulihan tidak cukup diukur dari berapa hektare yang kembali basah atau berapa titik panas yang berkurang.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, peneliti, dan komunitas juga perlu memetakan ruang berkumpul yang hilang, jalur yang tidak lagi dapat digunakan, bahan-bahan budaya yang semakin sulit diperoleh, serta praktik dan pengetahuan yang terdampak.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin tolok ukur keberhasilan kita yang perlu diubah. Bukan hanya: berapa luas hutan yang berhasil diselamatkan? Tetapi juga: kehidupan seperti apa yang masih mungkin dijalankan di dalamnya?<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-columns is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-7387b849 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:100%\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab ketika lanskap terus terbakar, yang dipertaruhkan bukan hanya hutan hari ini\u2014tapi juga kemungkinan budaya di masa depan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-tally-forms wp-block-embed-tally-forms\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" title=\"Tally Forms\" src=\"https:\/\/tally.so\/embed\/zxklLa?alignLeft=1&amp;hideTitle=1&amp;transparentBackground=1&amp;dynamicHeight=1#?secret=xnrvJkGiZA\" data-secret=\"xnrvJkGiZA\" width=\"100%\" height=\"100%\" frameborder=\"0\" marginheight=\"0\" marginwidth=\"0\" scrolling=\"auto\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/muhammad-rayhan-sudrajat-803197\">Muhammad Rayhan Sudrajat<\/a>, PhD Researcher, Asia Institute, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/the-university-of-melbourne-722\">The University of Melbourne<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan-291903\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammad Rayhan Sudrajat, The University of Melbourne \u25cf Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":18736,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4893,2262],"tags":[1718,5886,199,402],"class_list":["post-18735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan-edisian","category-nasional","tag-kalimantan","tag-karhutla","tag-kebakaran","tag-sumatera"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan - Edisi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan - Edisi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-19T04:35:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-19T04:37:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"245\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"163\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"edisinya admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"edisinya admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\"},\"author\":{\"name\":\"edisinya admin\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281\"},\"headline\":\"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan\",\"datePublished\":\"2026-10-19T04:35:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-19T04:37:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\"},\"wordCount\":840,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg\",\"keywords\":[\"kalimantan\",\"Karhutla\",\"kebakaran\",\"sumatera\"],\"articleSection\":[\"CATATAN EDISIAN\",\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\",\"name\":\"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan - Edisi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-19T04:35:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-19T04:37:33+00:00\",\"description\":\"Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg\",\"width\":245,\"height\":163,\"caption\":\"Foto: bnpb.go.id\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281\",\"name\":\"edisinya admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"edisinya admin\"},\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/punyaedisi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan - Edisi","description":"Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan - Edisi","og_description":"Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota","og_url":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2026-10-19T04:35:02+00:00","article_modified_time":"2026-10-19T04:37:33+00:00","og_image":[{"width":245,"height":163,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"edisinya admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"edisinya admin","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/"},"author":{"name":"edisinya admin","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281"},"headline":"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan","datePublished":"2026-10-19T04:35:02+00:00","dateModified":"2026-10-19T04:37:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/"},"wordCount":840,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg","keywords":["kalimantan","Karhutla","kebakaran","sumatera"],"articleSection":["CATATAN EDISIAN","NASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/","url":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/","name":"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan - Edisi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg","datePublished":"2026-10-19T04:35:02+00:00","dateModified":"2026-10-19T04:37:33+00:00","description":"Selasa (15\/9), sebuah balasan pesan masuk di aplikasi WhatsApp saya. Pesan tersebut dari Herman, seorang musisi di Kota","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/WhatsApp-Image-2026-09-22-at-00.03.26.jpeg","width":245,"height":163,"caption":"Foto: bnpb.go.id"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/tak-hanya-membakar-hutan-karhutla-kalimantan-juga-menghilangkan-ruang-hidup-kebudayaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tak hanya membakar hutan, karhutla Kalimantan juga menghilangkan ruang hidup\u00a0kebudayaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/a6e4ffd158e82e95a42589b016a50281","name":"edisinya admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f42250de46bee3dba7627695487e6ba2fb209a25e130e2ac34b914a20ac1691b?s=96&d=mm&r=g","caption":"edisinya admin"},"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/punyaedisi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18735"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18738,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18735\/revisions\/18738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}