{"id":16570,"date":"2024-05-11T15:07:24","date_gmt":"2024-05-11T08:07:24","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=16570"},"modified":"2024-05-11T15:07:28","modified_gmt":"2024-05-11T08:07:28","slug":"universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/","title":{"rendered":"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"http:\/\/edisi.co\">EDISI.CO, CATATAN EDISIAN<\/a><\/strong>&#8211; Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan <em>The Conversation Indonesia _(TCID), _Majalah Tempo<\/em>, dan <em>Jaring.id<\/em> yang terbit <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/pelanggaran-akademis-di-indonesia-%20masih-marak-merusak-ekosistem-riset-dan-menyalahgunakan-uang-rakyat-224516\">pada 28 Maret 2024<\/a> serta kasus mantan <a href=\"https:\/\/retractionwatch.com\/2024\/04\/10\/the-dean-who-came-to-visit-and-added-dozens-%20of-authors-without-their-knowledge\/\">Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional Jakarta<\/a> Kumba Digdowiseiso.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak yang berpandangan bahwa pelanggaran akademis itu terjadi karena <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/pandangan-moralis-kaburkan-masalah-struktural-dalam-pendidikan-tinggi-butuh-lebih-dari-sekadar-kejujuran-untuk-atasi-pelanggaran-akademis-227326\">beban kerja dosen<\/a>, kepentingan naik pangkat\/jabatan, serta insentif publikasi. Sehingga, diskusi permasalahan ini sering berakhir pada harapan atas <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/pelanggaran-akademis-di-indonesia-masih-marak-merusak-ekosistem-riset-dan-menyalahgunakan-uang-rakyat-224516\">kejujuran individual dosen<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tulisan ini berargumen bahwa solusi atas pelanggaran akademis tidak hanya tergantung pada kejujuran individu, tetapi perubahan budaya kampus secara sistemik dan menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebab, meski sudah memiliki aturan plagiasi untuk perguruan tinggi sejak <a href=\"https:\/\/jdih.kemdikbud.go.id\/detail_peraturan?main=594\">2010<\/a>, jika akademisi dan masyarakat masih melihat kampus sebagai tempat \u201ctransmisi pengetahuan\u201d dan bukan \u201cprodusen pengetahuan\u201d, maka kasus plagiasi, juga pelanggaran akademis lainnya, akan tetap terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Praktik menyalin dalam masyarakat berbudaya tutur<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walter J. Ong, profesor sastra dan budaya dari Amerika Serikat (AS) dalam <a href=\"https:\/\/monoskop.org\/images\/d\/db\/Ong_Walter_J_Orality_and_Literacy_2nd_ed.pdf\"><em>Orality &amp; Literacy<\/em><\/a> menjelaskan bahwa masyarakat dalam budaya tutur terus-menerus mengulang dan menyalin ulang pengetahuan yang diperoleh. Karena itu, masyarakat dan akademisi di Indonesia cenderung melihat kampus sebagai tempat \u2018transmisi pengetahuan\u2019. Tujuan kampus adalah memindahkan pengetahuan pada mahasiswa. Mahasiswa dianggap sukses ketika ia mengetahui, atau hafal, pengetahuan yang diajarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini mengapa mudah menemukan tips untuk menghafal teori di <a href=\"https:\/\/uinsgd.ac.id\/inilah-tips-mudah-menghafal-dan-memahami-teori-sosiologi\/\">internet<\/a> yang juga diajarkan dosen di ruang kelas. Ilmu diposisikan seperti \u2018dogma\u2019 dan penyalinan menjadi sesuatu yang dapat diterima, karena <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/25595303\">sebuah pengetahuan sulit dibaca secara analitis oleh masyarakat tutur<\/a>. Kebiasaan seperti ini menciptakan peniruan alih-alih kebaruan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, \u201cmenyalin\u201d isi buku yang dianggap penting (buku yang memperkenalkan konsep baru) adalah hal biasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini tampak pada kasus Hamzah Ya\u2019qub, seorang dosen sekaligus salah satu pendiri Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Banten. Pada 1973, ia mempublikasikan buku berjudul <a href=\"https:\/\/onesearch.id\/Record\/IOS14827.ai:slims-1192?widget=1\"><em>Publisistik Islam: Seni dan Teknik Dakwah<\/em>.<\/a>. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/01292986.2024.2320902\">Karya ini termasuk upaya awal sarjana Indonesia menghubungkan studi dakwah dengan publisistik (kemudian dikenal sebagai komunikasi)<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun 1986, buku tersebut disalin dan dipublikasikan orang lain dengan judul \u2018[<a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books\/about\/Komunikasi_Islam.html?id=TR1ynQAACAAJ&amp;redir_esc=y\">Komunikasi Islam; Dari Zaman ke Zaman<\/a>]\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang tampak di gambar, isi kedua buku itu nyaris sama. Bedanya hanya pada urutan tulisan, beberapa istilah\/kata dan sedikit tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, meski penulis buku kedua tidak memberikan atribusi pada Ya&#8217;qub, tidak ada isu plagiasi terkait kemiripan dua buku itu hingga hari ini. Bahkan, buku kedua diterbitkan lagi pada <a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books\/about\/Komunikasi_Islam.html?id=q-%20hqnQAACAAJ&amp;redir_esc=y\">tahun 1990<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Risiko kultur meniru<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain karena rendahnya perhatian kampus pada tindakan plagiasi waktu itu, ketiadaan isu plagiat pada kasus Ya&#8217;qub disebabkan anggapan bahwa praktik meniru itu wajar. Ketiadaan aturan dan batasan yang jelas juga menjadi alasan mengapa praktik di atas tidak bisa serta merta disalahkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pengaturan pendidikan di masa <a href=\"https:\/\/www.pikiran-rakyat.com\/kolom\/pr-014476089\/potret-pendidikan-hasil-kebijakan-pemerintahan-orde-baru?page=all\">Orde Baru<\/a>, yang bertujuan mencetak tenaga kerja demi pembangunan, melanggengkan kultur meniru ini\u2014sehingga seakan-akan tidak ada cara lain dalam memperoleh pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Praktik pembelajaran semacam ini menguntungkan pendidikan kejuruan yang menyiapkan tenaga kerja langsung untuk masuk ke industri, tetapi tidak untuk pengembangan keilmuan. Pendidikan komunikasi, misalnya, sekadar ditujukan untuk mencetak wartawan, humas, atau penyuluh pembangunan, bukan menjadi ilmuwan. Akibatnya, <a href=\"http:\/\/journal.wima.ac.id\/index.php\/KOMUNIKATIF\/article\/view\/4641\">nyaris tidak ada diskusi serius tentang pengembangan teori baru<\/a>. Studi-studi komunikasi di Indonesia <a href=\"https:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/jkk\/article\/view\/35954\">cenderung stagnan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika tujuan pendidikan adalah peniruan, pendisiplinan atas plagiasi di kampus menjadi tumpul.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kultur meniru menjebak riset ke dalam praktik pengulangan. Di ilmu sosial terutama, tujuan riset terbatas pada upaya memverifikasi teori\u2014mahasiswa berupaya membuktikan sebuah teori, bukan mengevaluasi. Riset studi komunikasi pada <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/01296612.1980.11726003\">1980<\/a> menemukan minimnya modifikasi dan adaptasi teori dalam pembelajaran di kampus Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peniruan dan pengulangan riset verifikatif ini memunculkan masalah lain: jual beli karya ilmiah yang menyedot perhatian di akhir 1980-an. Beberapa pihak membolehkan hal ini, dengan alasan karya ilmiah itu dapat ditiru \u201cpola kerja, pola penyajian, dan topiknya\u201d, bukan dijiplak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/2024\/05\/10\/adik-prabowo-buka-usaha-produksi-kawat-solder-di-batam\/\">Adik Prabowo Buka Usaha Produksi Kawat Solder di Batam<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, kampus bahkan membenarkan kultur \u201cpeniruan\u201d ini. Meniru diperbolehkan tanpa khawatir apakah peniruan itu akan mengabaikan penghormatan atas pemikiran orang lain. Kasus ini sekaligus menandai bahaya lain dari kultur peniruan yang memungkinkan bisnis karya ilmiah lainnya seperti joki dan <em>paper mills<\/em> (pabrik jual beli artikel ilmiah).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kampus sebagai produsen pengetahuan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, banyak akademisi mulai memposisikan kampus sebagai <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/plagiarisme-di-unj-persekongkolan-akademisi-dan-politikus-84398\">\u201ctempat produksi pengetahuan\u201d<\/a>. Fungsi dosen sebagai peneliti berusaha menghubungkan satu pengetahuan dengan pengetahuan lain, <a href=\"https:\/\/monoskop.org\/images\/d\/db\/Ong_Walter_J_Orality_and_Literacy_2nd_ed.pdf\">sehingga menghasilkan pengetahuan baru<\/a> melalui publikasi di jurnal ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah menyusun <a href=\"https:\/\/sps.itb.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/45\/2015\/12\/syarat-lulus-publikasi-ilmiah.pdf\">aturan publikasi<\/a> untuk mendukung hal ini. Bahkan, aturan plagiasi yang telah ada pada <a href=\"https:\/\/jdih.kemdikbud.go.id\/detail_peraturan?main=594\">2010<\/a> disempurnakan pada tahun 2021.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, studi mengenai riset ilmu komunikasi tahun <a href=\"https:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/jkk\/article\/view\/35954\">2022<\/a> menunjukkan pengulangan metode deskriptif kualitatif sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini menunjukkan kultur yang tak berubah. Peraturan pemerintah hanya memaksa dosen dan lulusan universitas turun ke gelanggang riset, tanpa <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/opini\/2023\/03\/01\/saat-dosen-tidak-mampu-menulis\">keterlatihan<\/a> yang cukup dan budaya diskusi ilmiah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelatihan yang tersedia mayoritas terfokus pada strategi publikasi, ketimbang pendalaman substansi riset ilmiah itu sendiri. Sedangkan konferensi akademik yang semestinya digunakan sebagai pemantik budaya akademik cenderung <a href=\"https:\/\/journal.umy.ac.id\/index.php\/jkm\/article\/view\/13751\/7341\">terkooptasi oleh kepentingan politik dan berkualitas rendah<\/a> .<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Parahnya, insentif publikasi didasarkan hanya pada jenis kanal publikasi dan bukan pada kontribusi akademik. Buktinya, ketika tulisan kami terbit, alih-alih mendapatkan pertanyaan tentang substansi artikel, kami justru mendapatkan ucapan \u201cSelamat atas publikasi-nya di SCOPUS\/SINTA\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SCOPUS dan SINTA adalah dua platform indeksasi jurnal ilmiah yang populer di Indonesia, dan digunakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di bawah Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi sebagai <a href=\"https:\/\/lldikti6.kemdikbud.go.id\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Panduan-Insentif-Kekayaan-Ilmiah-dan-Artikel-Ilmiah-Internasional-Bereputasi-Dosen-Vokasi-Tahun-2022-Revisi-1.pdf\">standar kenaikan pangkat dosen<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya untuk mengejar indeksasi tersebut memunculkan prinsip \u201cyang penting SINTA\u201d atau \u201cyang penting SCOPUS\u201d, tanpa memikirkan kontribusi akademiknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak dosen kemudian menjadi pemburu publikasi: <a href=\"https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/1858689\/tak-hanya-diduga-jadi-joki-nilai-dosen-untan-manfaatkan-mahasiswa-s1-untuk-kepentingan-pribadi\">memanfaatkan riset mahasiswa<\/a> lalu mencari cara <a href=\"https:\/\/jaring.id\/main-catut-nama-sampai-daur-ulang-artikel-ilmiah\/\">agar tembus jurnal.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ubah cara pandang<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Solusi untuk pelanggaran akademis di pendidikan tinggi membutuhkan perubahan cara pandang. Penegakan etika, perumusan kode etik, pengurangan beban kerja dosen adalah tindakan penting untuk mencegah dan menghilangkan pelanggaran akademis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi yang lebih sistemik, dan belum dilakukan, adalah upaya untuk memosisikan kampus sebagai produsen (bukan lagi transmisi) pengetahuan, menghapus kultur peniruan, dan mendorong riset untuk tidak sekadar memverifikasi teori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/holy-rafika-dhona-459863\">Holy Rafika Dhona<\/a>, Lecturer, Communication Department, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-islam-indonesia-uii-yogyakarta-2642\">Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta<\/a><\/em>; <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/justito-adiprasetio-804908\">Justito Adiprasetio<\/a>, Lecturer, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-padjadjaran-1845\">Universitas Padjadjaran<\/a><\/em>, dan <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/kunto-adi-wibowo-153261\">Kunto Adi Wibowo<\/a>, Associate professor, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-padjadjaran-1845\">Universitas Padjadjaran<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis-229046\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDISI.CO, CATATAN EDISIAN&#8211; Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15764,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4893,2262],"tags":[281,1675,5472,228],"class_list":["post-16570","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-catatan-edisian","category-nasional","tag-indonesia","tag-kampus","tag-pelanggaran-akademis","tag-pendidikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-11T08:07:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-11T08:07:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"926\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"520\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bobi\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\"},\"headline\":\"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis\",\"datePublished\":\"2024-05-11T08:07:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-11T08:07:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\"},\"wordCount\":986,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg\",\"keywords\":[\"Indonesia\",\"Kampus\",\"Pelanggaran Akademis\",\"Pendidikan\"],\"articleSection\":[\"CATATAN EDISIAN\",\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\",\"name\":\"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-05-11T08:07:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-11T08:07:28+00:00\",\"description\":\"Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg\",\"width\":926,\"height\":520,\"caption\":\"Ilustrasi kegiatan cek fakta. Rino Putama\/The Conversation Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\",\"name\":\"Bobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bobi\"},\"description\":\"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/editorian.id\"],\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis","description":"Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis","og_description":"Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan","og_url":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2024-05-11T08:07:24+00:00","article_modified_time":"2024-05-11T08:07:28+00:00","og_image":[{"width":926,"height":520,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bobi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/"},"author":{"name":"Bobi","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690"},"headline":"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis","datePublished":"2024-05-11T08:07:24+00:00","dateModified":"2024-05-11T08:07:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/"},"wordCount":986,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg","keywords":["Indonesia","Kampus","Pelanggaran Akademis","Pendidikan"],"articleSection":["CATATAN EDISIAN","NASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/","url":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/","name":"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg","datePublished":"2024-05-11T08:07:24+00:00","dateModified":"2024-05-11T08:07:28+00:00","description":"Kasus pelanggaran akademis di pendidikan tinggi tengah menyita perhatian khalayak Indonesia dengan munculnya laporan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/file-20231221-27-7ghn6i.jpeg","width":926,"height":520,"caption":"Ilustrasi kegiatan cek fakta. Rino Putama\/The Conversation Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/universitas-sebagai-tempat-produksi-pengetahuan-bukan-transmisi-upaya-sistemik-untuk-hentikan-pelanggaran-akademis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Universitas sebagai Tempat Produksi Pengetahuan Bukan Transmisi: Upaya Sistemik untuk Hentikan Pelanggaran Akademis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690","name":"Bobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bobi"},"description":"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.","sameAs":["http:\/\/editorian.id"],"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16570","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16571,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16570\/revisions\/16571"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15764"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}