{"id":16165,"date":"2024-03-02T12:16:30","date_gmt":"2024-03-02T05:16:30","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=16165"},"modified":"2024-03-02T12:16:34","modified_gmt":"2024-03-02T05:16:34","slug":"ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/","title":{"rendered":"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/edisi.co\/\">EDISI.CO, CATATAN EDISIAN<\/a><\/strong>&#8211; Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia, Ben Bland, <a href=\"https:\/\/www.foreignaffairs.com\/indonesia\/indonesias-democracy-stronger-strongman\">berpendapat<\/a> bahwa Prabowo Subianto, mantan jenderal angkatan darat yang maju sebagai calon presiden (capres), tidak akan serta merta mampu mengubah Indonesia menjadi autokrasi apabila ia terpilih untuk menggantikan Presiden Joko \u201cJokowi\u201d Widodo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Autokrasi merujuk pada kekuasaan mutlak terpusat pada satu individu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena Indonesia, menurut Bland, telah memiliki norma-norma demokrasi yang pada akhirnya akan membatasi kecenderungan Prabowo untuk menjadi pemimpin yang otoriter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai seorang peneliti masyarakat sipil dan jurnalis politik, saya berpendapat bahwa argumen tersebut tidak tepat. Bland memberikan jawaban yang salah untuk pertanyaan yang salah tentang politik Indonesia saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukanlah awal dari pertarungan antara demokrasi Indonesia versus Prabowo, namun pukulan terakhir dari apapun yang tersisa di <a href=\"https:\/\/pursuit.unimelb.edu.au\/articles\/20-years-after-soeharto-is-indonesia-s-era-reformasi-over\">era reformasi<\/a> Indonesia \u2013 periode konsolidasi demokratis sejak lengsernya pemimpin otoriter Suharto pada 1998.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demokrasi Indonesia kini berada di bawah tekanan berat dari kekuatan oligarki yang berputar di sekitar Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kekuatan sipil kalah dari oligarki<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemenangan elektoral Prabowo, berdasarkan hasil hitung cepat lembaga survei, nyatanya hanyalah contoh terbaru dari rangkaian <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/opinion\/2022\/03\/16\/indonesias-democracy-is-on-the-line-its-defenders-are-stuck-in-a-sisyphean-loop.html\">kekalahan<\/a> menyakitkan yang diderita oleh para pendukung demokrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/10.5728\/indonesia.96.0033\">Vedi Hadiz dan Richard Robison<\/a> mendefinisikan <a href=\"https:\/\/www.routledge.com\/Reorganising-Power-in-Indonesia-The-Politics-of-Oligarchy-in-an-Age-of\/Hadiz-Robison\/p\/book\/9780415332538\">oligarki<\/a> sebagai<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201csistem hubungan kekuasaan yang memungkinkan pemusatan kekayaan dan otoritas serta pertahanan kolektif\u201d.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, oligarki modern terbentuk selama <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/10.5728\/indonesia.96.0033\">ekspansi kapitalisme pasar<\/a> di bawah pemerintahan otoriter Suharto (1966-1998), yang membuka jalan bagi aliansi birokrat yang berkuasa dan perusahaan-perusahaan besar untuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivis pro-demokrasi dan akademisi telah berulang kali membunyikan <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/academia\/2019\/09\/25\/reformcorrupted-1569384427.html\">lonceng tanda bahaya<\/a> tentang <em>subversi oligarki terhadap demokrasi Indonesia<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun faktanya, iklim demokrasi pun telah memburuk di bawah kepemimpinan Jokowi, sosok yang awalnya dipuji-puji sebagai pemimpin demokratis dan reformis yang mampu mengalahkan Prabowo dalam Pilpres <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2014\/07\/04\/editorial-endorsing-jokowi.html\">2014<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.bbc.com\/news\/world-asia-48331879\">2019<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jokowi secara tidak langsung telah \u201cmemimpin\u201d berbagai upaya oligarki untuk melemahkan, atau bahkan mengacak-acak, lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2019, DPR RI <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/a-requiem-for-reformasi-as-joko-widodo-unravels-indonesias-democratic-legacy-125295\">mengesahkan revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)<\/a> yang melemahkan lembaga antirasuah tersebut. Para oligarki <a href=\"https:\/\/360info.org\/oligarchs-weaken-indonesias-fight-against-corruption\/\">menyambut baik pengesahan UU yang kontroversial itu<\/a>, kemungkinan besar karena menganggap KPK sebagai ancaman bagi kepentingan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2020, DPR juga <a href=\"https:\/\/www.reuters.com\/world\/asia-pacific\/whats-stake-with-indonesias-controversial-jobs-creation-law-2022-06-09\/\">mengesahkan UU Cipta Kerja (Omnibus Law)<\/a> yang isinya <a href=\"https:\/\/www.newmandala.org\/indonesias-omnibus-law-is-a-bust-for-human-rights\/\">menegasikan<\/a> pencapaian hukum yang dibuat oleh para pendukung gerakan reformasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para oligarki sektor pertambangan, yang beberapa di antaranya adalah <a href=\"https:\/\/trendasia.org\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Booklet-Lap-bhs.ing-final-new.pdf\">mereka yang duduk di kabinet Jokowi<\/a>, mendukung UU Cipta Kerja karena <a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2020\/10\/indonesia-coal-mining-energy-omnibus-deregulation-law-oligarch\/\">aturan tersebut cenderung mengakomodasi kepentingan mereka<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemunduran-kemunduran ini mendorong para akademisi lokal dan internasional untuk menyuarakan bahwa Indonesia tengah mengalami \u201c<a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/26798854\">kemunduran demokrasi<\/a>\u201d dan menghadapi \u201c<a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/full\/10.1080\/00472336.2019.1637922\"><em>illiberal turn<\/em><\/a>\u201d (<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/apakah-penggunaan-istilah-belokan-illiberal-bermanfaat-bagi-demokrasi-indonesia-88084\">berbelok ke arah yang tidak liberal<\/a>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang lebih mengkhawatirkan bukanlah <a href=\"https:\/\/theintercept.com\/2024\/02\/10\/indonesia-election-results-prabowo-fraud-stolen-election\/\">kecenderungan otoriter Prabowo atau citranya yang antidemokrasi<\/a>, melainkan kepentingan predatoris para oligarki yang telah menekan lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia untuk memajukan kekuasaan politik dan ekonomi mereka pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kemerosotan demokrasi di era Jokowi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepak terjang politik Jokowi sebelum Pemilu Februari ini menunjukkan betapa rapuhnya lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia di bawah tekanan oligarki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jokowi <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/indonesia\/2024\/02\/02\/president-jokowi-accused-of-bias-interference-in-presidential-election.html\">diduga telah mengintervensi<\/a> Pemilu untuk memastikan Prabowo, yang maju bersama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dapat memenangkan <a href=\"https:\/\/majalah.tempo.co\/edisi\/2692\/2024-02-11\">Pilpres dalam satu putaran<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu contohnya adalah <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/opinion\/2023\/11\/08\/a-judicial-disgrace.html\">putusan kontroversial<\/a> Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat minimal usia capres-cawapres. Putusan tersebut telah membuka pintu bagi Gibran, yang saat ini usianya masih 36 tahun, untuk maju sebagai cawapres. Saat membuat putusan itu, MK dipimpin Hakim Anwar Usman, adik ipar Jokowi. Anwar kemudian dinyatakan bersalah atas <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/indonesia\/2023\/11\/07\/breaking-ethics-council-removes-chief-justice-anwar.html\">pelanggaran etika<\/a> karena tidak mengundurkan diri pascakontroversi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/a-twist-in-indonesias-presidential-election-does-not-bode-well-for-the-countrys-fragile-democracy-216007\">Putusan MK yang banyak dikritik keras tersebut<\/a> memicu protes publik karena jelas menunjukkan konflik kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintahan Jokowi juga kerap <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/indonesia\/2024\/02\/05\/president-jokowi-denies-politicizing-social-assistance.html\">membagi-bagikan bantuan makanan dan uang tunai<\/a> kepada masyarakat, serta <a href=\"https:\/\/magz.tempo.co\/read\/cover-story\/41561\/a-clandestine-operation-for-gibran\">memobilisasi<\/a> polisi, militer, dan pejabat pemerintah untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Gibran, <a href=\"https:\/\/magz.tempo.co\/read\/cover-story\/41561\/a-clandestine-operation-for-gibran\">dengan cara menekan para kepala desa untuk mendukung paslon tersebut<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini semua bukan berarti Prabowo akan melakukan hal yang jauh lebih buruk daripada Jokowi dalam hal \u201cmerusak\u201d demokrasi. Prabowo juga tampaknya akan dibatasi oleh sistem kekuasaan yang sama yang telah memengaruhi keputusan politik para pendahulunya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/2024\/03\/01\/relawan-dorong-amsakar-maju-lewat-jalur-independen\/\">Relawan Dorong Amsakar Maju lewat Jalur Independen<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejauh mana ia dapat memerintah sebagai seorang otokrat, tergantung pada dinamika perebutan kekuasaan di antara para elite nantinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini banyak yang menganggap Jokowi sebagai <a href=\"https:\/\/www.project-syndicate.org\/commentary\/indonesia-president-jokowi-effective-democratic-governance-model-by-kishore-mahbubani-2021-10\">politikus yang handal<\/a>. Namun tetap saja, dia tidak bisa lepas dari sistem kekuasaan oligarki yang membatasi pilihan-pilihannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, Jokowi gagal mendapatkan masa jabatan ketiganya, bukan serta-merta karena idenya bertentangan dengan Konstitusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Betul bahwa keinginannya itu bertentangan dengan Konstitusi, tetapi kegagalannya mewujudkan itu lebih karena <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/paper\/2022\/03\/21\/pdi-p-puts-brakes-on-plan-to-amend-constitution.html\">usulan amandemen Konstitusi tersebut ditolak oleh Megawati Sukarnoputri<\/a>, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), partai politik terbesar di Indonesia sekaligus partai yang menaungi Jokowi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, pada kenyataannya, yang membuat usulan tersebut gagal adalah bukan karena kuatnya lembaga demokrasi di negara ini, melainkan adanya faktor pertarungan antarelite.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tangan-tangan oligarki<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manuver politik akrobatik Jokowi untuk membantu Prabowo memenangkan Pemilu juga hanya bisa terjadi utamanya karena <a href=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/2024\/02\/10\/oligarki-tambang-dan-energi-di-balik-capres-cawapres-apa-yang-rawan-tersandera\/\">para oligarki yang berasal dari industri pertambangan<\/a> menganggap Jokowi sebagai kekuatan politik yang dapat mengakomodasi kepentingan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Garibaldi Thohir, <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20240123135148-17-508309\/ini-deretan-saham-milik-boy-thohir-yang-siap-dukung-pemilu-1-putaran\">pengusaha batu bara<\/a> dan saudara dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (salah satu anggota tim kampanye Prabowo), <a href=\"https:\/\/finance.detik.com\/berita-ekonomi-bisnis\/d-7155865\/boy-thohir-sebut-djarum-sampoerna-hingga-adaro-siap-menangkan-prabowo\">sesumbar<\/a> bahwa sekelompok pengusaha akan membantu Prabowo-Gibran memenangkan Pemilu dalam satu putaran-salah satunya melalui dukungan dana kampanye.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pengusaha ini, menurut Garibaldi, termasuk di antara keluarga-keluarga terkaya di Indonesia, termasuk pemilik perusahaan-perusahaan rokok terbesar di Indonesia, seperti <a href=\"https:\/\/www.techinasia.com\/companies\/djarum-group\">grup Djarum<\/a> (<a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/profile\/r-budi-michael-hartono\/?sh=6bed671c2cbe\">yang dimiliki oleh keluarga Hartono<\/a>). Pihak perusahaan-perusahaan itu <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/business\/2024\/01\/25\/adaro-djarum-hm-sampoerna-deny-backing-prabowo-campaign.html\">telah membantah klaim kontroversial Garibaldi<\/a> bahwa mereka mendukung kampanye Prabowo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini bukan berarti dua paslon lainnya bersih dari elemen-elemen oligarki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu saingan Prabowo dalam Pilpres, Anies Baswedan, mantan Gubernur Jakarta, didukung oleh <a href=\"https:\/\/projectmultatuli.org\/di-balik-timnas-amin-tambang-unicorn-dan-mantan-koruptor\/\">taipan media Surya Paloh<\/a>, Ketua Umum Partai NasDem, yang juga memiliki bisnis di industri pertambangan dan properti.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, beberapa nama besar di industri pertambangan, seperti <a href=\"https:\/\/swa.co.id\/swa\/capital-market\/ini-daftar-portofolio-saratoga-milik-sandiaga-uno\">salah satu pendiri Saratoga Investama Sedaya, Sandiaga Uno<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/market\/20230906071931-17-469677\/jadi-ketua-pemenangan-ganjar-ini-profil-arsjad-rasjid\">Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid<\/a>, <a href=\"https:\/\/projectmultatuli.org\/tpn-ganjar-mahfud-mogul-media-tambang-dan-perusahaan-cangkang\/\">mendukung capres Ganjar Pranowo<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, tetap aliansi Jokowi-Prabowo yang memiliki <a href=\"https:\/\/projectmultatuli.org\/jejaring-pengusaha-tambang-hingga-media-di-lingkaran-tkn-prabowo-gibran\/\">dukungan terbesar dari kelompok oligarki<\/a>. Dana awal kampanye Prabowo adalah sebesar Rp31,4 miliar, <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/indonesia\/2023\/12\/22\/prabowo-leads-initial-campaign-finance-data-with-2-million.html\">31 kali lebih tinggi<\/a> dari rival terberatnya, Anies. Diduga bahwa oligarki adalah <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/14672715.2015.1079991\">salah satu sumber utama pembiayaan politik di Indonesia<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wajar jika para pengamat asing merasa cemas dengan nasib Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo. Namun, pertanyaan sebenarnya adalah apa yang akan dilakukan oleh para oligarki setelah Prabowo mulai berkuasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada titik ini, demokrasi Indonesia sudah terlanjur tercabik-cabik.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rahma Sekar Andini menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris<\/em><em>Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis: <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/ary-hermawan-1513083\">Ary Hermawan<\/a>, Graduate Researcher, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/the-university-of-melbourne-722\">The University of Melbourne<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki-224403\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDISI.CO, CATATAN EDISIAN&#8211; Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":16104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2262],"tags":[2195,281,1629],"class_list":["post-16165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-demokrasi","tag-indonesia","tag-prabowo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-02T05:16:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-02T05:16:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"754\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"452\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bobi\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\"},\"headline\":\"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki\",\"datePublished\":\"2024-03-02T05:16:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-02T05:16:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\"},\"wordCount\":1062,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg\",\"keywords\":[\"demokrasi\",\"Indonesia\",\"prabowo\"],\"articleSection\":[\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\",\"name\":\"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-02T05:16:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-02T05:16:34+00:00\",\"description\":\"Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg\",\"width\":754,\"height\":452,\"caption\":\"Edisi-Shinta Saragih\/The Conversation Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\",\"name\":\"Bobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bobi\"},\"description\":\"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/editorian.id\"],\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki","description":"Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki","og_description":"Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia","og_url":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2024-03-02T05:16:30+00:00","article_modified_time":"2024-03-02T05:16:34+00:00","og_image":[{"width":754,"height":452,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bobi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/"},"author":{"name":"Bobi","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690"},"headline":"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki","datePublished":"2024-03-02T05:16:30+00:00","dateModified":"2024-03-02T05:16:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/"},"wordCount":1062,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg","keywords":["demokrasi","Indonesia","prabowo"],"articleSection":["NASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/","url":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/","name":"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg","datePublished":"2024-03-02T05:16:30+00:00","dateModified":"2024-03-02T05:16:34+00:00","description":"Sehari sebelum berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari lalu, mantan jurnalis dan pengamat politik Indonesia","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/file-20240214-18-zch8fe.jpg","width":754,"height":452,"caption":"Edisi-Shinta Saragih\/The Conversation Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/ancaman-terbesar-bagi-demokrasi-indonesia-bukan-prabowo-melainkan-oligarki\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ancaman Terbesar bagi Demokrasi Indonesia Bukan Prabowo, Melainkan\u00a0Oligarki"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690","name":"Bobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bobi"},"description":"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.","sameAs":["http:\/\/editorian.id"],"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16166,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16165\/revisions\/16166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}