{"id":15165,"date":"2023-10-19T22:19:52","date_gmt":"2023-10-19T15:19:52","guid":{"rendered":"https:\/\/edisi.co\/?p=15165"},"modified":"2023-10-19T22:19:55","modified_gmt":"2023-10-19T15:19:55","slug":"asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/","title":{"rendered":"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/edisi.co\/\">EDISI.CO, CATATAN EDISIAN<\/a><\/strong>&#8211; Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi tentang apa dan siapa Hamas, serta apa tujuannya, kembali menguat ke permukaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konfrontasi militer antara Hamas dan Israel bukanlah hal yang baru. Hamas telah berperang beberapa kali dengan Israel sejak tahun 2007.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah banyak <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/apakah-hamas-teroris-6-fakta-tentang-organisasi-ini-yang-perlu-kita-tahu-215592\">akademisi<\/a> dan <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/hamas-what-you-need-to-know-about-the-group-that-attacked-israel-215288\">peneliti<\/a> yang telah menjabarkan tentang Hamas, tentunya dari pemahaman dan sudut pandang yang beragam. Salah satunya <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/apakah-hamas-teroris-6-fakta-tentang-organisasi-ini-yang-perlu-kita-tahu-215592\">menyebutkan<\/a> bahwa Hamas secara agama cenderung beraliran Salafi\u2013yang agaknya kurang tepat secara konteks sejarah dan faktual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan kapabilitas saya sebagai akademisi yang fokus meneliti studi gagasan politik Islam dan studi agama dalam ilmu Hubungan Internasional, berikut hal-hal mendasar tentang Hamas yang perlu kita ketahui tetapi kerap disalahpahami.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Asal-usul Hamas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akar gerakan Hamas\u2013singkatan dari <em>Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyyah<\/em> (Gerakan Perlawanan Islam)\u2013mulai muncul <a href=\"https:\/\/www.cairn-int.info\/revue-vingtieme-siecle-revue-d-histoire-2012-3-page-3.htm\">sejak tahun 1946<\/a>, ketika kader pergerakan <em>Ikhwanul Muslimin<\/em> (IM), gerakan Islamis asal Mesir, membentuk cabang di Gaza. Paham Islamisme IM berdasar pada prinsip <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/commentisfree\/belief\/2013\/aug\/30\/muslim-brotherhood-levellers-common\"><em>al-Islam huwa al-hal<\/em><\/a>, yakni menawarkan Islam sebagai solusi menyeluruh untuk masalah dalam semua sektor kehidupan publik dan privat di era modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa itu, pemerintah Mesir berupaya melarang aktivitas dan operasi IM di Mesir dan Gaza. Sebab, IM dianggap sebagai ancaman bagi keamanan domestik dan berpotensi mengganggu <a href=\"https:\/\/peacemaker.un.org\/egyptisrael-generalarmistice49\">gencatan senjata<\/a> yang disepakati Israel dan Mesir pada tahun 1949.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelarangan tersebut kemudian membuat IM harus mengembangkan kegiatannya melalui beragam organisasi sosial, termasuk melalui pembentukan <a href=\"https:\/\/books.google.co.id\/books?hl=en&amp;lr=&amp;id=AO-tZkbPDKYC&amp;oi=fnd&amp;pg=PR7&amp;dq=jamiyyat+tawhid+gaza&amp;ots=rAQ0FemBU6&amp;sig=ZeYdpduDeZk4zV1XjTWbWDEJyXM&amp;redir_esc=y#v=onepage&amp;q=tawhid&amp;f=false\">Perkumpulan Tauhid (<em>Jam&#8217;iyah at-Tauhid<\/em>)<\/a>. Perkumpulan Tauhid pun kerap mengalami rangkaian <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/10.1525\/jps.2012.xli.3.54.pdf?casa_token=4FoT_GEM3loAAAAA:_Y2rBA-gYdDrfF6jf1czor5_JrfCEEx3vkFdVAVgvcMX3Xbz2t8Fn2WD8ZxZX_mmLGvNIogxQ2MwgkZzLW_Dh9TVTf4ANvtiBtZWopdsRlZgwdNzu4Ud0g\">persekusi politik<\/a> oleh pemerintah Mesir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Gaza, gerakan IM memiliki perbedaan orientasi kebijakan dan ideologi dengan gerakan kemerdekaan Palestina lainnya\u2013seperti <a href=\"https:\/\/ecfr.eu\/special\/mapping_palestinian_politics\/popular_front_for_the_liberation_of_palestine\/\">Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina<\/a> (PFLP) yang berideologi Marxisme dan <a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20231009151824-4-479099\/mengenal-hamas-fatah-awal-perseteruan-upaya-perdamaian\">Fatah<\/a> yang berideologi sekuler-nasionalis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, orientasi kebijakan IM Gaza lebih banyak berfokus pada <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/profile\/Glenn-Robinson-2\/publication\/292494431_Hamas_as_social_Movement\/links\/5d5d9eada6fdcc55e81edb86\/Hamas-as-social-Movement.pdf\">rehabilitasi sosial dan ekonomi<\/a> bagi para pengungsi Gaza yang terdampak perang melalui gerakan <em>Mujamma\u2019<\/em>. Inilah mengapa IM Gaza, pada awalnya, selalu mengambil langkah yang <a href=\"https:\/\/yplus.ps\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Abu-Amr-Ziad-Islamic-Fundamentalism-in-the-West-Bank-and-Gaza.pdf\">legalistik dan tidak konfrontatif<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IM Gaza pernah terlibat dalam operasi bersenjata, tapi hal tersebut tidak dianggap sebagai solusi yang dapat membantu pengungsi Gaza\u2013setidaknya hingga Hamas berdiri dan memulai gelombang baru perlawanan secara fisik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain di Gaza, <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/3992661.pdf\">IM juga memiliki cabang di Tepi Barat<\/a>. Perkembangan IM di Tepi Barat berbeda dengan IM Gaza. Pada penghujung dekade 1940-an, sebagian kader IM Tepi Barat yang kecewa akan hasil <a href=\"https:\/\/www.ft.com\/content\/87d922b1-08ab-4f81-9768-cc7878a17ac4\">Perang Arab-Israel tahun 1948<\/a> membangun gerakan <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/23264264.pdf\"><em>Hizbut Tahrir<\/em><\/a> di bawah kepemimpinan <a href=\"https:\/\/digilib.uin-suka.ac.id\/id\/eprint\/2604\/2\/BAB%20II,III,IV.pdf\">Taqiyuddin an-Nabhani<\/a>, seorang hakim Mahkamah Syariah di Nablus, Tepi Barat Palestina. Sebagian kader yang lain melanjutkan IM di Tepi Barat di bawah koordinasi dengan IM di Yordania.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/edisi.co\/2023\/10\/19\/tim-advokasi-solidaritas-nasional-untuk-rempang-ajukan-praperadilan-untuk-30-tahanan-kasus-rempang\/\">Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang Ajukan Praperadilan untuk 30 Tahanan Kasus Rempang<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dekade 1970-an, salah satu tokoh IM Gaza, Ahmad Yasin, membuat Gerakan Pusat Islam (<em>Mujamma\u2019 al-Islamiyyah<\/em> atau <em>Mujamma\u2019<\/em>). <em>Mujamma\u2019<\/em> menjadi sebuah gerakan sosial yang fokus sepenuhnya menolong masyarakat Gaza yang menjadi pengungsi di tanah sendiri. Israel bahkan <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/45347199.pdf?casa_token=ArqziHlAIscAAAAA:UxU3NeJBLhzltD1erbk-xGwANf9Zt6proesHb0bvhPRL8TezFzAT0i1g_alaqAhHZvsjv36P4y0uGMse96XwVQVnMrLmjL03ZNmRpR-F9aUG6rZfu3F_0w\">melegalkan<\/a> organisasi sosial ini untuk beroperasi di Gaza.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"754\" height=\"503\" src=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/image-12.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15167\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Militan Hamas ikut serta dalam pertunjukan militer anti-Israel di Jalur Gaza selatan, 11 November 2019. <a href=\"https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/palestinian-hamas-militants-take-part-antiisrael-1556569106\">Anas-Mohammed\/Shutterstock<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gerakan sosial <em>Mujamma\u2019<\/em> kemudian mengalami proses radikalisasi akibat dua hal: (1) adanya <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/45242450.pdf?casa_token=a_cj7QGZQDAAAAAA:7krSneRNv_WCAgDho6Tpbqvsgv02hKw5lYuPV-YmaD3dUFBIdkn8Ty-oYZhUwC8qJUp8YHf8WFfflfEJzLBc95VFbDIdqK2eiSuZ-Eaz7Gb4r53Xs-3uIQ\">kontestasi pengaruh<\/a> dengan gerakan kemerdekaan Palestina dari ideologi lain; (2) terjadinya <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/2538077.pdf?casa_token=n00O65vBAUkAAAAA:93lz-BACNWuc6HYLHHqInkVZRqkD82O4n6uw6prT7p_wZH6AJoE5I5ItxljiqLje8R2JC8bQje-dQsm54sEl6t7cBXsRjin8JAyqYIaGOQEQaKfVU7J6DQ\">Intifada Pertama<\/a> yang merupakan upaya resistensi konfrontatif terhadap represi Israel yang berkelanjutan terhadap Palestina.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Intifada Pertama ini mengubah arah <em>Mujamma\u2019<\/em> yang awalnya berdimensi sosial menjadi gerakan politik bernama Hamas yang kemudian mengembangkan sayap militernya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ideologi gerakan Hamas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa akademisi berpendapat bahwa Hamas menganut aliran Islam Salafisme. Namun kenyataannya, dalam perkara ideologi, Hamas tidak bisa dikatakan sebagai organisasi yang mengikuti ajaran Salafi secara seutuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena Salafi bukanlah sebuah <a href=\"https:\/\/s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/ap-st01.ext.exlibrisgroup.com\/61MUN_INST\/storage\/alma\/F8\/05\/11\/3B\/71\/84\/F9\/70\/5C\/2C\/D9\/23\/AB\/4A\/04\/9B\/iqbal2017.pdf?response-content-type=application%2Fpdf&amp;X-Amz-Algorithm=AWS4-HMAC-SHA256&amp;X-Amz-Date=20231018T231839Z&amp;X-Amz-SignedHeaders=host&amp;X-Amz-Expires=119&amp;X-Amz-Credential=AKIAJN6NPMNGJALPPWAQ%2F20231018%2Fap-southeast-1%2Fs3%2Faws4_request&amp;X-Amz-Signature=6e8e9e47775564b5fad55e6300ad4c6aa6780e37fa0ba44a1fe70320844b886c\">pemikiran yang monolitik<\/a> yang bisa direpresentasikan dalam satu bentuk gerakan dan gagasan tertentu. Salafi memiliki beragam bentuk yang berkembang sesuai dengan dinamika politik di dunia Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net\/63133384\/Salafism_Generalisation__Conceptualisation_and_Categorisation20200429-110694-1j2v7f3-libre.pdf?1588166176=&amp;response-content-disposition=inline%3B+filename%3DSalafism_Generalisation_Conceptualisatio.pdf&amp;Expires=1697696003&amp;Signature=WepBUmzUf1yiQVJNBmELjv6Myz9NknoI0c71HdpKhIbzZeZlsh53XHbRzClmyX%7EMMlE5LcRmv8C2-Vdyj3nWBDOf5TY4nnkLU4Gw9uTUA7Ubz5Lbkl4EdxbQkR3-7knIKknGp0xWSZ1GHK91aU-P%7EDJA9AJBdG-SS9TtIttd1%7E8DQi-9joNJzNdRo5W0ts0SNgX9ASfH6hzSKxUuBTyRdtfgaiqYSxK748rMVb%7Ec1iK0WtFoFJMlsw2QQ7YPZvMvXNRPKmAFzFPy%7Eo3ndnAGIqVp5f0LvEg5u9mCTpO2iabaVi0hSC5jfkzMuL4hbrfNn-4u28RjFaCXGV4%7EoMLxsQ__&amp;Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA\">Salafi<\/a> adalah sebuah aliran dalam Islam yang mengajarkan pemurnian ajaran Islam melalui penafsiran tekstual yang ketat terhadap dua sumber hukum utama Islam, yakni al-Qur&#8217;an dan Hadits. Aliran ini dikembangkan secara komprehensif oleh ulama <a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjBw9_Cw4GCAxUg4TgGHXGvCGYQFnoECD4QAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fjournal.uin-alauddin.ac.id%2Findex.php%2Frihlah%2Farticle%2Fview%2F661%2F650&amp;usg=AOvVaw3L06EYTGecMTG4-0p_XKQ6&amp;opi=89978449\">Muhammad bin Abdul Wahhab<\/a> pada pertengahan abad ke-19, berdasarkan pada ajaran ahli fikih <a href=\"https:\/\/repository.uin-suska.ac.id\/7314\/3\/BAB%20II.pdf\">Ahmad Ibnu Hanbal<\/a>\u2013pendiri mazhab Hambali dari abad ke-9, dan pemikiran <a href=\"https:\/\/repository.uin-suska.ac.id\/2725\/3\/BAB%20II.pdf\">Ibnu Taimiyyah<\/a>, seorang teolog Islam dari abad pertengahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, <a href=\"https:\/\/link.springer.com\/article\/10.1007\/s11562-023-00515-y\">tipologi gerakan Salafi secara umum dapat dibagi menjadi tiga<\/a>: (1) Salafi preservasionis yang dekat atau terafiliasi resmi dengan Arab Saudi, (2) Salafi subversif yang bersifat simbolis dan sosial, dan (3) Salafi transformatif yang bersifat agresif dan ofensif (serupa dengan <a href=\"https:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/10576101003752622\">Salafi Jihadis<\/a>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika melihat pandangan Salafi preservasionis yang berasal dari Arab Saudi, maka dapat dilihat bahwa beberapa ulama Salafi dari negara tersebut sebenarnya telah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap Hamas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada <a href=\"https:\/\/muslim.or.id\/490-pelajaran-dari-palestina.html\">dua ketidaksetujuan<\/a> dari Salafi preservasionis terhadap Hamas: (1) inkonsistensi Hamas dalam menjalankan sistem Islam dengan mengikuti pemilu yang berbasis pada demokrasi Barat, (2) kerja sama dengan Iran yang menganut ajaran Syiah Imamiyah (ajaran Islam yang mengikuti pemahaman keagamaan yang dibangun oleh dua belas imam penerus Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin politik umat Islam) yang secara teologis bertentangan dengan ajaran Islam Sunni pada umumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/muslim.or.id\/35415-nasehat-syaikh-ibnu-al-utsaimin-tentang-palestina.html\">Menurut para ulama Salafi<\/a>, Hamas beserta gerakan perjuangan kemerdekaan Palestina harus berkomitmen dahulu menegakkan nilai-nilai keislaman di negara mereka dengan menyingkirkan pengaruh ideologi sekuler dalam melakukan perjuangan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, gerakan Hamas juga <a href=\"https:\/\/www.nytimes.com\/2009\/10\/28\/world\/middleeast\/28iht-letter.html\">sempat diancam dominasinya<\/a> oleh beberapa gerakan Salafi transformatif yang hendak meraih pengaruh di Jalur Gaza.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ideologi Hamas dapat dikatakan berdasar pada nilai-nilai politik Islam ala IM yang bersifat lebih modernis dan pragmatis dalam memandang dinamika politik. Hal ini pula yang kemudian membuat Hamas <a href=\"https:\/\/electronicintifada.net\/content\/sufism-gaza-healing-soul\/17326\">menerima eksistensi aliran Sufi di Jalur Gaza<\/a>, bahkan juga <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/229797407_The_Hamas_Agenda_How_has_it_changed?enrichId=rgreq-6bcf6c30c8e0642b7b0530e58357c4c5-XXX&amp;enrichSource=Y292ZXJQYWdlOzIyOTc5NzQwNztBUzoxMTQzMTI4MTEwNDMxODQzNUAxNjcwMDAxNzA0NzYx&amp;el=1_x_2&amp;_esc=publicationCoverPdf\">toleran<\/a> terhadap komunitas Kristen dari beragam denominasi di Gaza.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian pengaruh pemikiran Salafi subversif yang fokus pada pemurnian agama secara sosial memang dapat dideteksi pada upaya Hamas dalam <a href=\"https:\/\/ora.ox.ac.uk\/objects\/uuid:05107032-07b7-416f-8689-b4a33d26764f\/download_file?safe_filename=Vericat_2016_Hamas_internal_conversation.pdf&amp;file_format=application%2Fpdf&amp;type_of_work=Thesis\">menafsirkan ajaran keagamaan dan menerapkan hukum Islam<\/a>. Namun, hal ini selalu mereka imbangi dengan sikap pragmatisme politik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hamas dalam rencana perdamaian Israel-Palestina<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu hal penting yang seringkali menjadi kontroversi dalam diskusi tentang Hamas adalah pandangan organisasi ini terhadap Israel dan perdamaian antara Israel-Palestina.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hamas seringkali dipandang sebagai sebuah <a href=\"https:\/\/time.com\/6323178\/antisemitism-israel-gaza-attack-essay\/\">organisasi antisemit<\/a> yang memandang kaum Yahudi amat rendah dan tidak manusiawi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"754\" height=\"486\" src=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/image-11.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15166\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Asap membumbung setelah serangan udara Israel ke kota Rafah di Jalur Gaza selatan, 10 Oktober 2023. <a href=\"https:\/\/www.shutterstock.com\/image-photo\/smoke-rises-after-israeli-air-strikes-2373748235\">Anas-Mohammed\/Shutterstock<\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sering kali ditunjukkan dengan <a href=\"https:\/\/avalon.law.yale.edu\/20th_century\/hamas.asp\">Piagam Hamas versi awal<\/a> yang mengutip langsung <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/why-the-protocols-of-the-elders-of-zion-is-still-pushed-by-anti-semites-more-than-a-century-after-hoax-first-circulated-145220\">Protokol Para Tetua Zion<\/a> yang sebenarnya merupakan dokumen palsu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebencian Hamas terhadap Yahudi dan Zionisme jelas terlihat pada bagaimana Hamas menggambarkan Yahudi sebagai <a href=\"https:\/\/www.proquest.com\/scholarly-journals\/anti-semitism-hamas\/docview\/235665117\/se-2?accountid=62100\">kuasa setan<\/a>. Zionisme bagi Hamas adalah alat politik yang memungkinkan ide-ide Yahudi bernuansa kekerasan menjadi kenyataan Dalam Piagam Hamas awal, nampak tidak ada upaya bagi Hamas untuk membedakan antara Yahudi dan Zionisme<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Hamas juga <a href=\"https:\/\/search.proquest.com\/openview\/551c3908911c1439c5652eb27c968b90\/1?pq-origsite=gscholar&amp;cbl=31168\">tidak percaya pada solusi dua-negara (<em>two-state solution<\/em>)<\/a> sebagai sebuah solusi yang realistis untuk diterapkan. Menurut Hamas, eksistensi Palestina sebagai negara merdeka tidak akan pernah bisa disandingkan dengan negara Israel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perkembangan terakhir, Hamas berupaya untuk mengadopsi <a href=\"https:\/\/www.jstor.org\/stable\/pdf\/10.1525\/jps.2006.35.4.6.pdf\">pendekatan yang lebih realistis<\/a> terhadap konflik Israel-Palestina dengan merevisi beberapa poin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, dalam piagam yang baru, <a href=\"https:\/\/www.wilsoncenter.org\/article\/hamas-rebranding-new-manifesto\">Hamas membedakan Yahudi dan Zionisme<\/a>. Sebagai contoh, Hamas mulai membuka diri dengan beberapa organisasi Yahudi anti-Zionis, seperti <a href=\"https:\/\/vinnews.com\/2009\/07\/16\/gaza-hamas-meets-neturei-karta-rabbis-in-gaza-strip\/\">Neturei Karta<\/a> yang aktif di Israel dan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, dalam pertanyaan Ismail Haniyah, Kepala Biro Politik Hamas, tersirat bahwa Hamas mulai mengakui bahwa Palestina yang sah merupakan Palestina yang berdasar pada <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/world\/2017\/may\/01\/hamas-new-charter-palestine-israel-1967-borders\">peta tahun 1967<\/a>. Dalam peta ini, wilayah Palestina terbagi atas Tepi Barat dan Jalur Gaza. Hal ini merupakan suatu pencapaian signifikan, karena sebelumnya Hamas teguh meyakini bahwa Palestina yang sah adalah Palestina menurut <a href=\"https:\/\/ciaotest.cc.columbia.edu\/olj\/aln\/aln_spring07\/aln_spring07e.pdf\">peta tahun 1948<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, Haniyah <a href=\"https:\/\/www.timesofisrael.com\/hamas-said-set-to-recognize-1967-borders-but-not-israel\/\">dalam pertanyaannya<\/a>, menegaskan bahwa Hamas masih tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, adanya <a href=\"https:\/\/www.prio.org\/publications\/7356\">pendekatan <em>hudna<\/em><\/a> atau gencatan senjata berkepanjangan yang diadopsi Hamas sejak 2010 merupakan cara mereka untuk berpikir lebih strategis dalam mengelola konflik dengan Israel sembari mencari cara untuk memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini menunjukkan bahwa Hamas bukan organisasi yang semata-mata berorientasi pada konflik berkepanjangan (<em>perpetual conflict<\/em>), tetapi lebih kepada mencari solusi di tengah keterbatasan opsi yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panulis: <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/hadza-min-fadhli-robby-719787\">Hadza Min Fadhli Robby<\/a>, Assistant professor, Department of International Relations, <em><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-islam-indonesia-uii-yogyakarta-2642\">Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini terbit pertama kali di <a href=\"https:\/\/theconversation.com\">The Conversation<\/a>. Baca <a href=\"https:\/\/theconversation.com\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami-215895\">artikel sumber<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EDISI.CO, CATATAN EDISIAN&#8211; Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15092,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1508],"tags":[5082,5112,4231],"class_list":["post-15165","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-internasional","tag-hamas","tag-ideologi","tag-perang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.1.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Edisi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-19T15:19:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-19T15:19:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"680\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"354\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bobi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@edisi_co\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bobi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\"},\"author\":{\"name\":\"Bobi\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\"},\"headline\":\"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami\",\"datePublished\":\"2023-10-19T15:19:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-19T15:19:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\"},\"wordCount\":1299,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg\",\"keywords\":[\"Hamas\",\"Ideologi\",\"Perang\"],\"articleSection\":[\"INTERNASIONAL\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\",\"name\":\"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-19T15:19:52+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-19T15:19:55+00:00\",\"description\":\"Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg\",\"width\":680,\"height\":354,\"caption\":\"Edisi\/@TheAtlantic\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/edisi.co\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#website\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"name\":\"Edisi\",\"description\":\"Energi Informasi\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#organization\",\"name\":\"Edisi\",\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"contentUrl\":\"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Edisi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112\",\"https:\/\/x.com\/edisi_co\",\"https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690\",\"name\":\"Bobi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bobi\"},\"description\":\"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.\",\"sameAs\":[\"http:\/\/editorian.id\"],\"url\":\"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami","description":"Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami","og_description":"Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi","og_url":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/","og_site_name":"Edisi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","article_published_time":"2023-10-19T15:19:52+00:00","article_modified_time":"2023-10-19T15:19:55+00:00","og_image":[{"width":680,"height":354,"url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bobi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@edisi_co","twitter_site":"@edisi_co","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Bobi","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/"},"author":{"name":"Bobi","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690"},"headline":"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami","datePublished":"2023-10-19T15:19:52+00:00","dateModified":"2023-10-19T15:19:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/"},"wordCount":1299,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg","keywords":["Hamas","Ideologi","Perang"],"articleSection":["INTERNASIONAL"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/","url":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/","name":"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami","isPartOf":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg","datePublished":"2023-10-19T15:19:52+00:00","dateModified":"2023-10-19T15:19:55+00:00","description":"Pascaserangan kelompok Hamas terhadap Israel\u2013yang direspons oleh serangan balasan yang berlebihan oleh militer Israel\u2013diskusi dan narasi","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#primaryimage","url":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg","contentUrl":"https:\/\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Cl-KmvMu.jpg","width":680,"height":354,"caption":"Edisi\/@TheAtlantic"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/edisi.co\/asal-usul-dan-ideologi-hamas-yang-sering-disalahpahami\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/edisi.co\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Asal-usul dan ideologi Hamas yang sering disalahpahami"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/edisi.co\/#website","url":"https:\/\/edisi.co\/","name":"Edisi","description":"Energi Informasi","publisher":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/edisi.co\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/edisi.co\/#organization","name":"Edisi","url":"https:\/\/edisi.co\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","contentUrl":"https:\/\/i0.wp.com\/edisi.co\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/cropped-LOGO-EDISI-1-1.png?fit=512%2C512&ssl=1","width":512,"height":512,"caption":"Edisi"},"image":{"@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/Edisico-102666665780112","https:\/\/x.com\/edisi_co","https:\/\/www.instagram.com\/edisi.co\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/6d99b6e4c7daa385fac75d76deb26690","name":"Bobi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/edisi.co\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e6a18ff58267d1259b30d316fda0ad4c4d27fbaafdc2ab630458e38a4630f6f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bobi"},"description":"Penulis edisi.co bermukim di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, kawasan pesisir Batam.","sameAs":["http:\/\/editorian.id"],"url":"https:\/\/edisi.co\/author\/bobi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15165","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15168,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15165\/revisions\/15168"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15092"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/edisi.co\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}