BERANI BERMIMPI

Mengikuti Suara Hati

Trung Bảo jaga visi uniknya dengan berkarya menggunakan AI.

“Seniman adalah manusia, dan manusia adalah makhluk penuh rasa ingin tahu yang secara naluriah selalu memecahkan masalah,” ujar seniman media dan teknolog kreatif asal Vietnam, Trung Bảo. “Seni adalah hasil dari proses pemecahan masalah kita.”

Sekilas, proyek-proyeknya mungkin terdengar mustahil. Permata yang dibentuk oleh suara manusia. Instalasi seni yang mengajak orang-orang tak saling kenal bernyanyi bersama matahari untuk mengembalikan kehangatannya. Benang merah dari semua karya ini bukanlah wujud fisiknya, melainkan tujuan di baliknya: sistem generatif, kode kustom, dan ribuan lampu LED yang dirangkai satu per satu—semuanya diciptakan demi membangkitkan perasaan yang nyata dalam diri manusia.


Vokal dan Visual

Mulai menekuni beatbox saat berusia 12 tahun, Trung Bảo dengan cepat membuktikan dirinya sebagai salah satu yang terbaik di Vietnam, dan bahkan di dunia. Kebanyakan beatboxer adalah seniman solo, sehingga ia menghabiskan waktu bertahun-tahun melakukan semuanya sendiri—mulai dari pengambilan gambar, perekaman, penyuntingan suara, dan banyak lagi. Di saat yang bersamaan, ia menempuh pendidikan desain grafis di bangku kuliah, sambil menjajal berbagai bentuk seni.

Proyek Voice Gems karya Trung mengubah setiap rekaman suara menjadi kristal generatif unik yang dapat dinikmati secara digital atau diwujudkan sebagai patung fisik.

Hal ini akhirnya berujung pada perkenalan dan kolaborasi Trung Bảo dengan beatboxer pemenang Grammy Award, Harry Yeff. Dengan teknologi generatif generasi awal, proyek Voice Gems mereka menerjemahkan rekaman suara manusia menjadi model kristal 3D dan telah dipamerkan di berbagai tempat bergengsi seperti V&A Museum di London dan World Economic Forum di Davos. Sejak saat itu, Trung Bảo mulai menciptakan lebih banyak pameran yang memukau, kini bersama studio seni medianya sendiri, Fustic.

“Tantangan terbesar saya adalah mempertahankan identitas dan ciri khas saat saya bergerak di antara berbagai dunia dan disiplin ilmu. Setiap dunia memiliki bahasanya sendiri, dan saya mencoba mempelajarinya dengan pikiran terbuka tanpa kehilangan perspektif saya sendiri. Kombinasi dan penjajaran yang paling menarik sering kali muncul dari proses penerjemahan tersebut,” ujar Trung Bảo.


Lampu dan Byte

Sering kali menerjemahkan ide-ide abstrak menjadi sajian fisik, Trung Bảo menghabiskan banyak waktu untuk merumuskan tiga C utamanya: concept, context, dan content. Ia menggunakan platform visual seperti Pinterest dan Are.na untuk mencari referensi yang relevan, sekaligus berkonsultasi dengan asisten AI untuk diskusi yang lebih mendalam dan menilik berbagai pendekatan yang memungkinkan.

Diprogram dengan bantuan AI dan algoritme generatif khusus, instalasi CONVERGENCE terdiri dari ribuan untaian LED yang terus berevolusi menjadi patung cahaya yang hidup, terinspirasi oleh energi matahari.

Didukung oleh Delegasi Uni Eropa di Vietnam, We Are Made of Sun adalah salah satu proyek terbaru Fustic, sekaligus karya pertama mereka yang sepenuhnya menggunakan kode rancangan khusus. Bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan manusia dengan alam, instalasi ini mengajak audiens untuk berinteraksi dengan susunan padat lampu LED yang melambangkan matahari. Meski berukuran kecil, firmware di baliknya sangatlah tangguh—mampu mengendalikan 100 untai dan 3.000 titik LED, menangkap input eksternal melalui enam sensor suara, serta menghasilkan suara latarnya sendiri.

Untuk proyek ini, Trung Bảo mengandalkan Claude untuk membangun fondasi dan antarmuka firmware-nya. Lewat aplikasi di ponselnya, ia bisa dengan mudah meneruskan prompt ke aplikasi Mac sehingga ia tetap bisa menulis kode di mana saja. Jika ditanya di mana batas saat peran manusia berakhir dan peran mesin dimulai dalam proyeknya, Trung Bảo menepis premis pertanyaan tersebut. “Tidak ada titik serah terima. Saya selalu mengamati dan mengidentifikasi setiap masalah yang muncul, agar saya bisa menentukan langkah selanjutnya dan memberikan arahan lebih lanjut kepada AI.”

Ditempatkan dalam wujud kaca tembus cahaya, instalasi ini menjadi inti surya hidup yang terus dibentuk ulang melalui interaksi audiens.

Penggunaan AI juga membantu Trung Bảo dalam aspek fisik proyeknya. “Kami menciptakan sebuah maket digital dengan parameter yang dapat disesuaikan sehingga kami bisa menguji kaca dan memahami bagaimana cahaya merambat melalui material tersebut sebelum diproduksi secara fisik.” Mendapatkan bantuan teknis semacam itu terbukti sangat berharga: “Saya jadi bisa lebih fokus pada arahan kreatif dan artistik proyek, yang selaras dengan praktik saya dalam membangun konsep yang digerakkan oleh pengalaman audiens.”


Coba Alur Kerja Kreatifnya

Ingin mengembangkan konsep yang kuat dan mewujudkannya sesuai visi Anda? Contek beberapa kiat dari proses berbantuan AI milik Trung Bảo.

Pegang teguh visi Anda sendiri. Saat Trung Bảo menjelajahi Pinterest dan Are.na, ia berhati-hati dengan risiko terlalu larut melihat karya orang lain dan menyimpang dari ide awalnya. Ia menyarankan: “Sebelum mencari inspirasi dari luar, saya mencoba memahami apa yang sebenarnya ingin saya ekspresikan dan mengapa, serta perasaan dan pengalaman apa yang ingin saya hadirkan ke dunia. Inspirasi menjadi jauh lebih berguna setelah Anda menyaringnya melalui pengalaman hidup.”

Gunakan AI untuk menata, bukan menciptakan. “Saya sering kali mendapati ide-ide yang dihasilkan AI terasa generik, karena ide-ide tersebut hanyalah rata-rata dari apa yang pernah dibuat sebelumnya. AI menjadi lebih berguna saat saya memberinya bahan mentah saya sendiri: pemikiran yang berserakan, catatan, dan arahan yang setengah jadi. AI sangat andal dalam menata apa yang sudah saya pikirkan dan mengubah ide yang berantakan menjadi sebuah struktur, atau menunjukkan kepada saya bahwa pemikiran-pemikiran yang terpisah sebenarnya adalah satu ide.”

Pertunjukan Trung memadukan seni vokal eksperimental kontemporer, musik tradisional Vietnam, dan teknologi untuk mengeksplorasi ekspresi artistik baru.

Sempurnakan ide Anda. “Saya memberi arahan kepada AI sama seperti arahan yang saya beri kepada kolaborator: proyeknya, audiensnya, batasan, perspektif saya, keyakinan saya, apa yang sudah saya coba, apa yang saya percaya, dan apa yang saya ragukan. Semakin banyak pemikiran saya yang dituangkan, semakin AI dapat mengkritik sesuatu yang spesifik, alih-alih hanya mengambang di ranah abstrak.”

Jangan puas dengan jawaban pertama. “Saya meminta AI untuk bersikap kritis terhadap saya dan dirinya sendiri. Nilai terbesarnya bukan sekadar memberikan jawaban cepat, tetapi membantu saya menggali pertanyaan yang lebih sulit melalui siklus refleksi yang jauh lebih cepat. Dan karena AI cenderung menyanjung, ia bisa membawa Anda kembali ke zona nyaman. Paksa ia untuk bersikap kritis dan siap berdebat, sejak awal.”

Hasilkan percakapan dari kontras. “Terkadang, saya sengaja menyematkan di papan saya gambar-gambar yang tak pernah dimaksudkan untuk disandingkan, untuk membayangkan bagaimana mereka bisa saling berdialog. Arah baru sering kali muncul dari penjajaran tersebut.”

Instalasi seni media CONVERGENCE diciptakan oleh Fustic Studio sebagai bagian dari pameran We Are Made of SUN, yang dihadirkan dalam kampanye Plug in to Evolution atas dukungan dari Delegasi Uni Eropa untuk Vietnam.